Irene benar-benar egois. Junmyeon sudah berusaha memahami dirinya sebagai seorang artis, tapi dia sendiri enggan mengerti Junmyeon, padahal ia hanya ingin mengenalkannya pada keluarga. Pelan-pelan menggiring hubungan mereka ke tahap yang lebih serius, bukan mengumpulkan wartawan dan mengumumkan pernikahan. Apa yang mesti dicemaskan?
Kalaupun timbul rumor, Junmyeon punya banyak uang untuk menghentikannya. Keluarganya bahkan memiliki pengacara terbaik yang bisa mengurus masalah sekecil ini. Sementara ia harus menghadapi masalah yang lebih serius karena ibunya berniat untuk menjodohkannya dengan wanita lain.
Junmyeon mengeratkan pegangan pada stik golf, menyiapkan kuda-kuda sebelum mengayunkan pukulan yang tepat mengenai objek. Bola melambung jauh menciptakan tepuk tangan lelaki yang menemaninya bermain.
"Nice shot," puji Jongin lalu bertukar posisi dengan Junmyeon. "Bagaimana kondisi kakekmu? Aku tidak sempat menjenguknya karena berada di Makau saat beliau di rawat."
Tepat dua pekan lalu, kakek Junmyeon sempat dirawat intensif di rumah sakit swasta milik keluarga Jongin. Ayahnya merupakan dokter senior sekaligus direktur di sana. Sayang, kapasitas otak Jongin yang pas-pasan membuatnya menyerah di tahun pertama sekolah kedokteran hingga ia beralih ke pendidikan bisnis dan kini turut andil dalam manajemen rumah sakit.
"Sudah lebih baik," jawab Junmyeon, menyaksikan pukulan temannya yang tak lebih baik darinya.
"Tapi wajahmu terlalu suram bagi seorang cucu yang bersyukur kondisi kakeknya membaik, Kawan." Jongin terkikik di bawah topi putih dengan tulisan J.Lindeberg di bagian samping.
"Jangan sok tahu!" dengus Junmyeon.
"Tentu saja aku tahu, orang-orang dalam K-Group sedang memanas karena Pimpinan Kim berencana pensiun. Dan yang menjadi perdebatan, siapa yang akan mewarisi seluruh hak manajemennya? Seorang menantu dari anak tertua atau anak laki-laki bungsunya?" celoteh Jongin. "Aku akan senang jika ayahmu yang terpilih, kelak kau yang akan jadi penerusnya. Aku tidak suka Minho, dia terlalu kaku dan..." Jongin mengulum bibir, melirik Junmyeon.
"Aku juga kurang menyukainya akhir-akhirnya ini," timpal Junmyeon.
Jongin seketika memetik jari, dengan mata berkilat-kilat berucap, "Benar, 'kan? Sejak menikah dia jadi arogan, padahal apa hebatnya itu?"
Junmyeon hanya mengedik bahu. Bukan tidak suka melihat sepupunya berbahagia atas pernikahannya atau menganggap sebuah ikatan suci bukan hal yang hebat untuk dibualkan. Tidak seperti Jongin yang doyan gonta-ganti pasangan dan enggan merajut hubungan serius, bagi Junmyeon pernikahan adalah titik lain dalam kehidupan yang jauh lebih menyenangkan dan bermakna. Alih-alih memimpin perusahaan besar, ia lebih suka memimpin rumah tangga dan menjadikannya harmonis. Dan impian itu ingin ia wujudkan bersama Irene.
Sayang, angan-angan itu tampaknya belum terbayangkan oleh Irene hingga ia keberatan dikenalkan ke keluarga Junmyeon. Tanpa memikirkan pahit yang mesti ditelan Junmyeon lantaran dinilai kurang unggul dari Minho hanya karena belum menikah, bahkan dianggap remeh karena tidak pernah membawa pasangan.
Junmyeon kembali melayangkan pukulan, kali ini bercampur dengan segenap amarah yang terpendam hingga bola melesat tak terkira. Seusai menyerahkan stiknya pada seorang kedi, ia pun bertolak dari lapangan bersama Jongin.
"Apa kau kosong di akhir pekan?" tanya Jongin sambil mengemudikan golf cart.
"Belum tahu, kenapa?"
"Aku ingin mengajakmu ke pesta. Kau ingat Chanyeol? Park Chanyeol." Junmyeon termenung dan tidak menemukan satu sosok pun.
"Dia juga alumni SMA kita. Aku satu klub musik dengannya dulu," papar Jongin. "Belum lama ini dia kembali ke Korea dan bergabung di perusahaan ayahnya sebagai produser. Keluarganya akan mengadakan pesta penyambutan untuknya. Bergabunglah denganku, pestanya akan dihadiri orang-orang penting dan bisa dipastikan artis-artis dari label mereka juga datang." Jongin menunjukkan seringaian.
KAMU SEDANG MEMBACA
No One Knows
Fiksi PenggemarSURENE FAN FICTION Irene Bae debut bersama empat gadis lain dalam sebuah grup musik bernama Red Velvet. Kecantikannya yang luar biasa tak hanya menjadi ikon grup, tapi juga sukses menjelma sebagai persona hiburan Korea Selatan. Karirnya penuh dengan...
