Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

HCTH 9

433 45 13
                                        


Wei Wuxian diam, tidak tahu harus memulakan perbicaraan dengan cara apa. Sudah sedari tadi dia mengoceh, tetapi pria bersurai ash di hadapannya ini hanya diam mengabaikan! Hmh! Wei Ying tidak like!

Akhirnya, setelah sampai ke kelas barunya, Wuxian, Binghe dan Hua Cheng menunggu di luar, menunggu pria ash itu selesai menerangkan entah apa pada guru dan akhirnya mereka di minta untuk masuk dan memperkenalkan diri.

"Halo, halo, halo!! Namaku Wei Wuxian, tetapi kalian bisa memanggilku Wei Ying! Aku ialah Yilling Patriarch yang digeruni ramai! Aku juga sangat diminati kerana wajah tampanku! Aku harap kita bisa berteman!" Wei Wuxian tersenyum riang, membuat kelas itu menjadi sunyi sehingga bisik-bisik mulai terdengar,

"Ck! Sikapnya sama sekali tidak mencerminkan sikap iblis."

"Dia pasti lemah. Dan apa-apaan!? Yilling Patriarch? Aku bahkan tidak tahu itu apa!"

"Hei, auranya itu..bukan aura iblis. Dia manusia."

"Bagaimana bisa!?"

"Tetapi bukankah dia terlihat manis?"

"Kau benar! Mari ketepikan semua hal tentang sikap iblis dan apapun itu, dia benar-benar manis!"

"Lihat senyumannya itu! Cantik sekali!"

"Sudah ada pawang belum ya?"

"Mau gebet ah!"

"Heh!"

Wei Wuxian hanya tersenyum, tidak tahu ingin mengatakan apa. Sejujurnya, ini sedikit canggung. Tapi tidak mengapa! Mereka semua sedang memujinya!

"Luo Binghe. Sejujurnya, aku tidak tertarik dengan kalian semua."

Kelas itu terdiam, bingung ingin mengatakan apa. Pria bersurai ikal itu hanya menyebutkan namanya. Apa-apaan pria ini?

"Hei, pria itu sombong sekali. Untung tampan."

"Kau benar. Jika dia buluk, sudah kucakar wajahnya biar makin buluk."

"Tapi dia terlihat keren juga ya?"

"Kalau yang manis tadi sudah berpawang, kugebet dia aja ah."

"Jangan-jangan pawangnya malah lebih ngeri dari yang manis tadi."

"Tapi dia tampan."

"Bodo ah mau gebet dia aja."

"Demi dewa, tabahkanlah diriku ini!"

"Heh! Kita kan iblis! Kenapa malah berdoa kepada dewa!?"

"Oiya lupa."

"Btw tau gk sih burungku bilang ada demigod baru masuk, hari ini."

"Emangnya burungmu itu bisa dipercaya?"

"Burung siapa?"

Luo Binghe hanya menatap mereka malas. Sebagai raja iblis, para iblis dihadapannya saat ini hanyalah iblis rendahan, tetapi Binghe merasa bukan pilihan yang tepat untuk meremehkan mereka.

Akhir sekali, giliran Hua Cheng yang memperkenalkan diri.

"Hua Cheng. You're not gege, so fuck off."

"Dia tampan, tapi sesekali menistakan orang tampan gapapa lah ya."

"Kesel dikit."

"Eh by the way 'gege' itu apa ya?"

"Tanya saja pada dia"

"Aku tidak peduli jika dia berpawang, aku mau gebet dia aja!"

"Bagaimana jika pawangnya cakep?"

How could this happened!?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang