Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

slight AU

387 33 1
                                        


Halooo~~
Ini niatnya cuma random aja update, dan au ini juga tiada kaitan kok sama alur cerita asli book ini.
Jadi bebas mau baca atau tidak, hehee..

Modern!AU





Xie Lian mendesah lelah, sambil terus berfikir akan sesuatu yang sudah lama sekali ingin dia lakukan.

Awalnya Xie Lian sedikit ragu, tapi melihat sikap Hua Cheng dari awal mereka pacaran sehingga sekarang, itu hanya semakin meyakinkan niat Xie Lian.

Jadi, dengan lincah tangannya menyambar ponselnya dan mencari kontak Hua Cheng, untuk dihubungi olehnya.

"Halo? Sayang, ada apa?"

Xie Lian menggigit bibir bawahnya gugup,

"A-aku...Sanlang, ada yang ingin aku katakan."

"Hm? Katakan saja, aku mendengarnya."

"A-aku...aku.."

Di sisi lain, Hua Cheng berdecak kesal,

"Ada apa? Jangan membuang masaku untuk hal yang tidak penting!"

"AKU INGIN PUTUS!!"

Xie Lian menutup mulutnya. Rasa takut mula menggerogotinya. Teriakan itu hanya reflek kerana terlalu gugup, tambahan pula apabila Hua Cheng terdengar seperti sedang kesal padanya.

Xie Lian menunggu balasan Hua Cheng dengan gugup, berharap ianya akan berjalan mulus seperti harapannya.

"Sanlang..?"

"Kau...kau apa?"

Xie Lian menarik nafasnya dalam, lalu mengulang kalimat yang sama,

"Aku ingin putus, denganmu."

"Sayang, candaan mu tidak lucu—"

"Aku tidak sedang bercanda, mulai detik ini kita sudah tidak mempunyai apa-apa hubungan. Maaf."

"Nan—"

Xie Lian memutuskan sambungan telefon, dan merebahkan tubuhnya ke atas kasur empuknya.

Sejujurnya, dia merasa sedih, tapi juga lega. Ah, lebih dominan sedih sih sebenarnya.

Xie Lian kembali menyambar ponselnya dan menghubungi Shi Qingxuan, mengajaknya keluar bersama. Untungnya, Shi Qingxuan bersetuju untuk keluar bersama-sama.

Setelah itu, Xie Lian bangkit dari kasurnya, dan berjalan ke arah kamar mandi.

•~•~•~•~•~•~•~•

Hari sudah mula gelap, dan Xie Lian baru pulang ke rumahnya saat jam menunjukkan 8:30 malam. Dengan santai dia masuk ke dalam apartementnya, dan membuka saklar lampu.

Saat dirinya berbalik, Xie Lian dikejutkan dengan sosok yang sangat dikenalinya, yang saat ini sedang menatapnya tajam. Xie Lian yakin sekali jika tatapan bisa membunuh, pasti dia sudah mati bahkan sebelum dia menyadari tatapan itu.

"San— Hua Cheng?"

Hua Cheng mengangkat sebelah alisnya,

How could this happened!?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang