Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

HCTH 15

388 32 8
                                        


"Gahhh!! Hari ini sungguh melelahkan!"

"Baru kali ini aku bersetuju dengan apapun yang kau katakan."

"Maaa~ jangan begitu, Luo-xiong!"

"Ck."

Luo Binghe memutarkan bola matanya malas, lalu memandang Hua Cheng. "Apa yang kau fikirkan?"

Hua Cheng, tanpa menoleh hanya menjawab,

"Ntahlah..."

"Hei, apa pendapat kalian tentang kelas tadi?" Wei Wuxian tiba-tiba bertanya

Luo Binghe, "aku tidak tahu. Ianya agak melelahkan untuk melatih kerjasama dengan orang (atau hewan?) percaya diri seperti griffin bodoh itu."

"Ular putih itu tidak ada henti-hentinya menanyakan dimana Xie Lian. Aku sampai harus menahan hasratku untuk membunuhnya kerana gege akan sedih jika aku melakukannya."

...

"Aku akan menganggapmu hebat kerana sudah berjaya tidak membunuhnya."

Luo Binghe memuji Hua Cheng, yang sama sekali tidak ditanggapi oleh yang dipuji.

"Hei."

"Apa?"

"Hm?"

"Aku tiba-tiba memiliki firasat buruk."

Wei Wuxian berkata, yang sukses mendapatkan perhatian kedua pria lainnya. Hua Cheng mengangkat sebelah alisnya sementara Luo Binghe menampilkan raut wajah bingung.

"Firasat buruk?" tanya Hua Cheng, ingin tahu.

"Iya. Firasat buruk itu, ianya seolah-olah aku akan mendapatkan musibah sebentar lagi."

"Apa maksudm-"

Belum sempat Luo Binghe menghabiskan ayatnya, tiba-tiba muncul Lan Wangji yang datang entah dari mana dan menarik Wei Wuxian sambil berujar,

"Aku ingin jatah 'Everyday is everyday' milikku."

Dan...dengan itu mereka berdua hilang.

...

"Lahh?"

"Pria itu...terlihat suci tapi menahan nafsu sebentar saja tidak bisa." Hua Cheng mendengus kasar, yang sukses membuat Luo Binghe menatap ke arahnya.

"Memangnya kau bisa menahan nafsu mu?" Luo Binghe bertanya meremehkan. Sedangkan Hua Cheng mengangkat sebelah alisnya.

"Kau serius menanyakan itu padaku?"

"Memangnya pada siapa lagi? Ku tebak untuk menunggu 5 tahun saja kau tidak bisa jika dilihat dari tampangmu yang seperti orang-orang mesum. Tidak sepertiku yang sanggup menunggu 5 tahun demi shizun~~" Luo Binghe berkata dengan nada bangga miliknya, membuat Hua Cheng memberikan tatapan merendahkan kepada Luo Binghe.

"Hanya 5 tahun?"

"Seperti kau bisa menunggu lebih lama dariku saja."

Hua Cheng menghendikkan bahunya acuh, "mungkin?"

Lagipula, siapa yang tahu?

o0O0o

Ruangan minim cahaya itu benar-benar sunyi, tidak sehingga bunyi gagak datang menghampiri.

"...Han Jeongwoo."

Sebuah suara yang serak nan dalam terdengar menggema di ruangan itu. Gagak itu perlahan merubah wujud dirinya menjadi manusia tampan,

How could this happened!?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang