Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

HCTH 18

550 31 4
                                        


Ini bukan tentang pahlawan kalian.

Ini bukan tentang 'shizun' kalian.

Ini bukan tentang raja iblis kalian.

Ini juga bukan tentang dewa kalian.

Ini tentang pria yang sudah beberapa kali kalian temui.

Ini tentang pria yang tidak kalian ketahui namanya.

Ini tentang pria yang kalian kenal sebagai 'My Lord'.

Ini, tentang aku.

Ini semua berawal dari aku yang tersesat di dimensi lain, hanya kerana kecuaianku mengucap mantra sihir

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Ini semua berawal dari aku yang tersesat di dimensi lain, hanya kerana kecuaianku mengucap mantra sihir.

Tetapi, tidak mengapa, ini dapat menambah pengalaman baru bagiku. Dan lagipula, mantra ini hanya akan bertahan selama 3 hari, dan aku akan bisa pulang ke dunia ku sendiri.

Awalnya, semuanya tampak membosankan dengan aku yang hanya berjalan tanpa hala tuju dan menatap sekeliling dengan tatapan bosan. Sehinggalah—

BUKKK!!

Pria berjubah putih itu meringis, dan setelah menyadari dirinya secara tidak sengaja melanggar seseorang, dengan cepat dirinya bangkit untuk meminta maaf.

Sementara pria satunya dengan surai raven hanya menatap tanpa minat, sama sekali tidak berganjak dari tempatnya berdiri.

"Maafkan aku! Aku benar-benar tidak sengaja! Apakah kau baik-baik saja?"

Pria yang lebih kecil dari pria raven itu membuka suara menanyakan keadaannya, dan deheman pelan didapatkan oleh pria kecil itu.

"Syukurlah kalau begitu. Sepertinya kau baru ya disini? Aku belum pernah melihatmu?"

Sekali lagi, hanya deheman yang didapatkan oleh pria yang lebih kecil.

Pria yang lebih kecil tersenyum begitu manis, membuat sang raven mematung.

"Baiklah. Semoga kau menikmati harimu.."

Dan dengan itu, pria yang lebih kecil itu berjalan menjauh, meninggalkan sang raven yang masih mematung tak bergerak.

aku bertemu dengannya.

Senyumannya begitu hangat, sehingga mampu menggelitik hatiku yang bahkan sudah aku lupa kehadirannya di dalam tubuhku.

Pada waktu itu, aku hanya mampu terdiam seperti orang bodoh, dan membiarkannya pergi.

Tapi saat aku bertemu dengannya sekali lagi,

"Kau pria yang kemarin, bukan?"

Pria berjubah putih itu menolehkan kepalanya menatap pria raven yang tampak tidak terlalu asing. Matanya yang bulat menyipit seperti sedang mengingat sesuatu sehingga akhirnya manik indah itu membulat lucu.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 11, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

How could this happened!?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang