Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

HCTH 14

376 38 9
                                        


Xie Lian menutup pintu kamar asramanya, dan matanya mulai melilau, mencari teman sekamarnya.

Seraphim yang masih berada dalam wujud ular putih kecilnya menggerutu tentang sesuatu yang Xie Lian sedang cuba untuk tidak peduli. Naga itu mengubah wujudnya menjadi ular kerana ianya tidak akan bagus apabila melihat adanya naga putih yang agung berada di atas kepala salah satu murid akademi kan?

Adryan tiba-tiba muncul dari dapur, dengan apron yang masih melekat di tubuhnya. Dia terlihat terkejut setelah melihat Xie Lian, wajahnya bahkan mulai memerah.

"Ah Xie Lian. Kau sudah pulang? Mari bantu aku di dapur."

Jadi kerana memang pada dasarnya Xie Lian tidak mempunyai keinginan untuk menolak, dia iyakan saja.

Setelah berada di dapur, Xie Lian disapa oleh bau masakan yang harum dan benar-benar mengunggah selera. Xie Lian tersenyum, lalu menatap Adryan yang juga sedang menatapnya,

"Apa yang perlu ku lakukan?"

"Tidak ada."

"Hah?"

Xie Lian bingung. Tadi katanya suruh dibantu, sekarang malah..

"Kau hanya perlu duduk di meja makan dan lihat aku masak. Oh, hewan spiritualmu ular putih ya? Imut sekali, sepertimu."

Selanjutnya, Adryan mendorong pelan tubuh Xie Lian agar duduk di kerusi meja makan, dan meninggalkan Xie Lian yang sedang...bingung.

"Dia menyukaimu, bocah."

Seraphim tiba-tiba berkata menggunakan mindlink, dan itu membuat Xie Lian tersenyum canggung. Tidak mungkin pemuda ini menyukainya, kan? Mungkin dia hanya sedang dalam mood yang baik? Iya, tentu saja.

"Bagaimana dengan harimu? Apakah baik-baik saja?"

Adryan tiba-tiba bertanya membuat Xie Lian keluar dari fikirannya dan tersenyum, "tentu saja. Hanya ada sedikit masalah, tapi kau tak perlu risau."

Adryan tersenyum kecil, "hanya sedikit masalah dalam satu hari? Kau harus terbiasa dengan masalah besar lainnya, kerana tidak akan pernah ada hari yang normal bagi pelajar Akamedi ini. Apalagi jika kau adalah seorang demigod. Masalah seolah-olah sentiasa mengikuti mereka, kau tahu?"

Xie Lian terdiam sebentar, lalu terkekeh kecil, "aku sudah terbiasa menghadapi masalah besar. Jadi kau tidak perlu risau"

Adryan memandang Xie Lian lama, dan tersenyum kecil.

"Baiklah."

o0O0o

"WEIIIII YINGGGGG"

Wei Wuxian memandang ke arah pintu kamarnya, dan mendapati roommate nya sedang berlari ke arahnya dengan wajah yang...seperti ingin menyampaikan rahsia. Ah sudahlah.

"Ada apa? Kau punya gosip baru ya??" Sejujurnya, Wei Wuxian hanya asal bicara, jadi dia tidak menyangka bahwa rommate nya, Yi Luan, akan mengangguk dan memegang kedua belah bahunya dengan wajah yang teramat serius. Mendapat jawaban seperti itu, Wei Wuxian turut berubah serius. Lagipun, siapa yang tidak bersemangat mendengar gosip??

"Apa kau tahu?"

"Tidak."

Pletakk!

Yi Luan menjitak dahi Wei Wuxian, membuat pria manis itu meringis pelan,

"Ishh sabar dulu..apa kau tahu? Ada demigod yang hilang. Dan kabarnya, demigod itu ialah demigod Poseidon! Bisakah kau percaya? Keturunan dewa sekuat itu bisa menghilang begitu saja seolah-olah ditelan bumi! Ianya seolah-olah seseorang telah menculiknya! Aku sebenarnya bahagia, kerana para demigod sok suci itu kehilangan salah seorang ahli kelas mereka, tapi sebagai manusia, aku juga merasa kasihan." Yi Luan meletakkan kedua-dua tangannya di dadanya sendiri, lalu membuat ekspresi simpati yang terlihat agak menyebalkan.

How could this happened!?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang