Mereka bertiga menoleh ke arah pria bersurai brunette, yang barusan tadi menahan mereka. Wei Wuxian tersenyum,
"Ada apa?"
Pria brunette itu balas tersenyum dan membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan Wuxian, "Itu...aku ialah kepala asrama blok iblis, dan Sir Edward memintaku untuk mengantar kalian ke sana."
"Nanti, kami tinggal di asrama?" Binghe bertanya memastikan. Tanpa ragu, pria brunette itu mengangguk mengiyakan.
"Semua pelajar akademi ini juga wajib tinggal di asrama yang sudah disediakan. Apakah Sir Edward tidak memberitahu kalian tentang ini?"
"Pria tua bodoh itu hanya memberi tahu kami tentang kelas kami dan blok iblis." Hua Cheng menjawab datar, membuat Wei Wuxian menyikut lengannya pelan.
"Sopanlah sedikit!"
Hua Cheng hanya mendengus.
"Abaikan mereka. Ayo, tunjukkan jalannya." Luo Binghe tersenyum ramah, mencoba untuk terlihat sebagai yang paling 'normal'. Walaupun hatinya sudah berteriak ingin memeluk dan mencium Shizun-nya.
Pria brunette itu hanya mengangguk singkat, lalu berjalan lambat agar orang-orang baru itu dapat mengikutinya.
"Btw, wajahmu manis juga ya?" Wei Wuxian tiba-tiba membuka mulutnya memuji si pria brunette membuat pria itu memerah malu.
"Apa maksudmu?"
o0O0o
Shen Qingqiu berjalan santai, dengan kipas yang seperti biasa menutup separuh wajahnya. Sedangkan Lan Wangji yang berjalan di sampingnya hanya menatap ke hadapan dengan wajah tanpa ekspresi nya itu.
Terkadang Shen Qingqiu merasa geram ingin menarik bibir pemuda Lan ini untuk membuat sebuah senyuman, tetapi dia masih ingin berjalan dengan normal. Luo Binghe itu...pencemburu akut.
"Kita sudah sampai."
Lan Wangji hanya menganggukkan kepalanya singkat. "Kamar kita terpisah. Kamarmu ialah kamar 104, sementara milikku ialah 105." Shen Qingqiu memberitahu, yang sekali lagi hanya diangguki oleh si pemuda Lan.
"Hanya bersebelahan." Ujar pemuda itu singkat. Namun, diam-diam Shen Qingqiu berniat untuk melakukan sujud syukur nanti. Lan Wangji akhirnya mengatakan sesuatu!!
"Ya..hanya bersebelahan..tapi kira-kira siapa ya teman sekamar kita?" Shen Qingqiu bertanya, sama sekali tidak mengharapkan adanya balasan kerana pikirnya Lan Wangji pasti tidak akan menjawab soalannya.
"Entahlah.."
Oke. Lan Wangji pasti sedang dalam mood yang sangat baik hari ini. Mungkin?
o0O0o
"Berhenti mengutip apapun yang kau lihat!"
Xie Lian tersenyum canggung, dan memasukkan kertas yang baru saja dikutipnya ke dalam lengan bajunya.
"Aku hanya-"
"Ah sudahlah! Cepatlah berjalan!" Pria bersurai charcoal yang menjadi teman sebangku Xie Lian itu mengerang kesal. Dia bukan kepala asrama demigod, tetapi kenapa harus dia yang menghantar makhluk aneh ini, sialan!?
Xie Lian menganggukkan kepalanya cepat, lalu berlari kecil ke arah pria charcoal yang sempat memperkenalkan dirinya sebagai Adryan Gaunt.
Mereka berjalan dalam diam, kerana tidak ada seorang pun dari mereka berdua yang berniat untuk memecahkan kesunyian yang ada. Namun, merasa Xie Lian sudah berhenti mengikutinya di belakang, Adryan menolehkan kepalanya hanya untuk melihat bahawa saat ini pria kecil itu sedang mencangkung dengan kupu-kupu perak yang bertengger di telapak tangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
How could this happened!?
Fanfiction[Mxtx crossover] Xie Lian hanya sedang ingin menikmati masa-masa damai setelah menewaskan Jun Wu dengan memakan mantou bersama San Lang. Tapi secara tiba-tiba dirinya secara mendadak mendapati bahawa dirinya dan San Lang berada di ruangan asing deng...
