" Bunda.... "
" Iya dek, bunda dikamar."
Yeri masuk ke kamar irene
" Adek pulang sama siapa..?
Tanya irene
" Sama ayah.."
Ucap yeri
" Loh, kok sama ayah, onty wendy kemana.?
" Onty telat jemputnya, terus ayah dateng ke sekolah, yaudah adek naik mobil ayah aja."
" Sebenarnya ayah bilang ke adek, gak boleh ngasih tau bunda, tapi adek kasian liat ayah."
Ucap yeri sambil memeluk tubuh irene yang tergeletak dikasur.
" Emang ayah kenapa..? "
Tanya irene
" Ayah kurus banget, abis itu bajunya juga kusut." Ucap yeri
" Yaudah mandi gih, baju ini kan besok gak dipake. Bunda minta tolong gantungin di deket mesin cuci ya."
Cup...
Irene mencium pipi yeri
" Bunda perutnya masih keram, bunda gak mau ayah nemenin bunda...? "
Irene tidak menjawab pertanyaan yeri
" Yaudah deh, adek mau mandi dulu."
Yeri meninggalkan kamar irene.
" Aneh banget, padahal sama-sama kangen, tapi ayah sama bunda egois.!
Gumam yeri di depan pintu kamar irene
" Apa iya seulgi kurus, apa dia gak ngurus badannya sendiri disana."
Gumam irene
Disisi lain, seulgi sudah sampai di rumahnya, dia sudah selesai membersihkan badannya dan duduk di depan ruang TV sambil memandangi ponselnya.
Seulgi berharap irene menghubunginya, dia sangat merindukan irene.
" Bun... Telpon dong,, aku kangen banget sama bunda."
" Bisa stress lama-lama aku hidup kayak gini...! bun ayolah suruh aku pulang kerumah, aku kangen tidur sama kamu ,aku kangen kamu meluk aku kalo mau tidur, aku kangen semua yang ada di kamu bun."
" Sial... Ini semua gara-gara jisoo."
Ucap seulgi
Hari-hari seulgi dilewati dengan rasa kesepian, bahkan begitu cepatnya waktu berlalu, seulgi dan irene tidak saling menghubungi selama 3 bulan, ditambah lagi dengan irene yang selalu menjemput yeri pulang sekolah, itu semakin membuat seulgi tidak bisa bersama dengan yeri walaupun hanya sebentar.
Seulgi sudah berada dirumahnya lagi, setelah seharian menghabiskan waktunya di kantor, jisoo sudah tidak bekerja di kantor itu lagi, karna dia dipindahkan tugas keluar kota.
" Apa kamu bakal kayak gini seterusnya seul, kamu memang bener-bener manusia lemah."
Ucap seulgi di dalam kamarnya
Ini sudah menunjukkan jam 21:00, dia mengambil handphonenya dan ragu-ragu ingin menghubungi irene.
" Ayolah seul, demi anak-anak."
Ucap seulgi
Seketika jarinya menyentuh layar handphonenya untuk menelpon irene.
Saat ini irene sedang tidur dikamarnya sendirian, dia harus membiasakan untuk tidur sendiri tanpa adanya kang seulgi, tapi saat dia ingin memejamkan matanya, dia terkejut merasakan getaran handphonenya di nakas samping ranjangnya.
" Astaga, siapa sih malem-malem nelpon, ganggu orang mau istirahat aja."
Ucap irene
Saat melihat handphonenya, dia lebih terkejut lagi melihat panggilan dari seulgi.
" Angkat gak ya.."
Irene bimbang
Tapi dia juga merindukan suara seulgi, irene memutuskan untuk mengangkat telponnya, tapi dia tidak mengeluarkan suara.
" Bun..
Panggil seulgi
" Bun, aku tau kamu masih marah sama aku, tapi kamu denger kan aku ngomong."
" Hem..
Lirih irene
" Bun, ayah minta maaf, ayah kangen sama bunda."
Ucap seulgi
" Ya kalo kangen pulang, kenapa betah banget jauh dari keluarganya."
Ucap irene
" Bener bun, aku boleh pulang.. .?"
Tanya seulgi
" Iya yah pulang ya...., besok pulang, kasian anak-anak."
" Makasih ya bun, aku benar-benar bodoh ninggalin kalian."
Ucap seulgi
" Kita bahas lagi nanti ya kalo kamu udah dirumah."
Ucap irene
" Iya sayang, yaudah tidur ya, besok pulang dari kantor aku langsung pulang kerumah."
Ucap seulgi
" Iya yah.
Panggilan itu terhenti, seulgi tidak bisa mengungkapkan rasa bahagianya karena akan berkumpul dengan anak dan istrinya lagi, sampai-sampai dia tidak bisa tidur malam ini karena gelisah menunggu hari esok.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kang family || 2B
Cerpenhiruk-pikuk suasana rumah kang family di setiap harinya. Anak-anak yang semakin dewasa, dan kedua orang tua yang semakin menua
