" Bun... Adek mau pake telor mata sapi, gak mau pake telor dadar."
Teriak yeri dari meja makannya
Irene sedang membersihkan kamarnya setelah menyelesaikan urusan dapurnya pagi ini.
" Manja banget sih, makan aja yang ada...! "
Jawab joy
" Bodo.... Emang gua nyuruh lu."
Ucap yeri sambil mengulurkan lidahnya
" Makin hari makin ngelunjak lu ya, lu kira bunda babu lu apa...!"
Teriak joy
Keduanya selalu bertengkar ketika sedang bersama, itu sudah menjadi sarapan irene setiap paginya.
" Udah-udah...pusing tau liat kalian berantem terus, gak ada akurnya sama sodara."
Ucap irene sambil membawa baju kotor milik Seulgi ke mesin cuci
" Makan yang udah bunda buatin, kalo gak suka gak usah dimakan, tiap pagi selalu bikin bunda nya naik darah. Heran. "
Saut seulgi ketika kehadirannya tidak tau dari arah mana
" Wen... Wendy."
Teriak Seulgi
" Iya kak, kenapa..?
Tanya wendy
" Anter adek ke sekolah ya, perut gua lagi mules."
" Iya kak nanti aku yang anter."
" Aku ikut wen, mau sekalian beli belanjaan dapur."
Ucap Irene
" Dek cepet makannya. Nanti telat, bunda mau siap-siap dulu. "
Irene meninggalkan ruang makan menuju kamarnya.
" Yah minta uang dong,, adek mau beli lato-lato, disekolah ada yang jual."
Yeri menyuguhkan tangannya di hadapan Seulgi
" Aneh-aneh aja sih dek mainannya, gak usah beli itu, berisik....malu sama tetangga, beli jajan aja....Nih. "
Seulgi memberikan uang jajan untuk yeri
" Yah,, kakak mau juga dong, mentang-mentang kakak udah kerja, ayah gak ngasih kakak uang jajan lagi, curang.. "
Ucap joy
" Duh ampun ya kalian ini, bisa gak sih sehari aja gak bikin ripuh, ayo dek berangkat."
Irene mengambil kunci mobil di atas meja
" Yah...bunda pergi dulu ya, ada yang mau di titip gak.?
Tanya Irene
" Gak ada bun, cepet pulang ya."
Ucap Seulgi
Cups...
Seulgi mencium bibir irene dihadapan anak-anaknya.
" Dih,,,gak liat tempat. "
Teriak joy dan yeri bersamaan
Irene dan wendy pergi keluar untuk mengantar yeri kesekolah, setelah itu mereka akan pergi berbelanja kebutuhan untuk sehari-harinya di pasar tradisional.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kang family || 2B
Kurzgeschichtenhiruk-pikuk suasana rumah kang family di setiap harinya. Anak-anak yang semakin dewasa, dan kedua orang tua yang semakin menua
