-Malam Yang Buruk

348 16 1
                                        


"ASSALAMUALAIKUM"
AHLAN WASAHLAN
HAPPY READING GUYS!!

*
*
*

Kini matahari sudah terbenam, para santri maupun santriwati bergegas menuju masjid. Waktu nya melaksanakan sholat fardhu magrib.

Kisya yang kebingungan mencari di mana kedua teman asrama nya ini berada. "Ini si Rahma sama si Nabila Kemana sih! Kata nya ke masjid Lah ini gue ada di mana?," Geruntu nya sendiri. "Anjir mana sepi begini lagi, Orang-orang pada kemana." lirih nya manatap takut.

Kisya menatap sekeliling nya banyak nya pohon-pohon yang lebat daun nya serta angin berhiliran membuat dirinya bergidik ngeri"Semoga aja enggak ada mbak kun sama om ocong gue kan jadi takut.." lirih nya.

"Mampus kayanya gue ke sesat deh, masa di pesantren ada hutan kek gini sih, ini semua gara-gara ayah masukin gue ke pesantren." ucapnya mendengus kesel.

......

Setelah mengerjakan sholat magrib Santri-santri membubarkan diri untuk menuju asrama nya masing masing.

Di lain tempat gadis yang memakai gamis putih dan mengenakan jilbab yang senada dengan baju nya."Bunda... Kisya Takut.." lirih nya sambil berjongkok di bawah pohon rindang.

Di perjalanan meneju asrama Tiba-tiba Rahma menyedari bahwa sejak dari tadi Kisya tidak terlihat. Rahma menepuk bahu Nabilah yang di sebelah. "Apa Sih! ." sewot Nabilah,"Biasa aja kali! Itu mulut sampe monyong-monyong gitu, udah kaya bebek nya bu siti aja." Cibir Rahma.

Nabilah membulatkan mata nya. "Enak aja aku di sama-samain, sama Bebek nya bu siti! Kamu tuh yang mirip." Sahut nya tak terima. "Iya-iya afwan, jangan marah dong."iya aku maafin tapi jangan samain aku sama bebek nya bu siti. Aku tuh enggak segalak bebek nya bu siti! ."

"shutt.. Udah diem bil, kamu sadar ndak, dari tadi kita ndak lihat Kisya di mana, di masjid saja tadi tidak bertemu." Nabilah tersentak kaget, "Oh, iya. Terus sekarang dia di mana?."

Kini Nabilah dan Rahma berjalan bergegas menuju asrama, sesampai nya di asrama nihil mereka tidak menemukan Keberadaan Kisya. "Kisya, tidak ada di asrama kalau dia tidak ada di asrama sekarang dia di mana?." Tanya Rahma

Kisya masih mencari jalan untuk menuju asrama nya tali tetap saja ia kembali ke jalan yang sama. "Lah?, tadi kan gue udah lewat sini." pekik nya.

Angin berhiliran malam semakin larut tapi Kisya belum juga kembali membuat kedua teman nya cemas. Kisya menatap langit yang hitam bulan serta bintang tidak nampak, petir bergemuruh tanda nya akan ada hujan datang.

Jder..  Jder..

Anggap saja suara petir.

"Bu-bunda.. Kisya ta-takut petir.." lirih nya sambil  menangkupkan kedua tangan nya di lutut nya.

Jder....

"Aaaa.. Bunda..." teriak Kisya sambil menutup kedua telinganya.

Prang..

"Astagfirullah," gumamnya sambil mengambil bingkai foto putri nya yang terjatuh di lantai. "kenapa bun? Kok bisa jatuh fotonya." tanya seorang pria.

"Tidak tahu, tapi perasaan bunda tidak enak dengan putri kita.." lirih nya. Pria itu mengelus tangan sang wanita itu, "Yaudah ambil wudhu dulu biar tidak cemas lagi," ucap seorang pria.

Hujan kini turun sangat lebat dan petir bergemuruh, angin berhilir. Tidak ada satu orang pun karna cuaca kini sedang tidak mendukung. Terkecuali gadis yang duduk di bawah rerumputan hijau kini basah karna hujan. Gadis itu kini menggigil kedinginan semua pakaian nya sudah basah kuyup terbanjur air hujan.

HABIBI DAN HABIBATICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang