"Assalamu'alaikum"
Happy reading
AHLAN WASAHLAN
*
*
*
Ke esokan hari nya Kisya dan juga teman teman nya pergi ke Sekolah MA ( madrasah Aliyah). Sejak kejadian itu Kisya menatap gus Azlam penuh Amarah entah apa yang ada dalam pikiran Kisya saat ini.
Kisya duduk di depan kelas bersama Rahma dan juga Nabilah. Mereka kini sedang asik mengobrol sambil bercanda riang. "Eh, tau ngga. kata nya sih! Gus Azra mau khitbah seseorang" Ujar Nabilah yang mendapat kan informasi ntah dari mana.
Yap! Betul soal gus Azra yang akan mengkhitbah salah satu santriwati nya sudah menyebar keseluruh penjuru pesantren ibtidaniyah al-furqan.
Sontak Kisya tertegun kaget mendengar soal dari Nabilah"Yang bener kamu bil! Ngga salah denger gus Azra mau di khutbah"ucap kisya
"Bukan khutbah sya, tapi khitbah" tegur Rahma membenarkan kalimat Kisya. "Apa beda nya sih! Kan sama aja" Tegas Kisya meresap benar dengan ucapan nya.
"jelas beda! Kalau khutbah itu orang yang berkhutbah pada hari jum'at. Sedang khitbah itu di lamar. Gimana paham kan?" jelas Rahma
Kisya mengangguk ngangguk kan kepala nya sambil mencerna isi kepala nya. Dan...... Langsung saja Kisya tersentak kaget" APA! DI LAMAR! "pekik Kisya
"Ada Apa ini, teriak teriak!" tegur pengurus keamanan yang sedang lewat. "oh ndak papa mba," ucap Nabilah dengan ramah.
"Oh, ya sudah lain kali jangan teriak teriak"ucap mba Via yang langsung pergi memasuki kelas nya.
Kring..kring..
Bel masuk berbunyi, Kisya dan juga teman teman kembali masuk kedalam kelas.
Kisya masih terdiam ntah apa yang di pikirkan Kisya. Saat ini dia melamun menatap keluar jendela.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ," Salam gus Azlam yang memasuki Kelas"wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh "sahut semua santri
"Kaifa haluk?" Tanya Gus Azlam "Alhamdulillah, khoir gus" sahut mereka
"Baik, sebelum belajar. Silahkan baca do'a terlebih dahulu" instruksi gus Azlam. Mereka pun membaca do'a sebelum belajar.
Setelah selesai membaca do'a. Pandangan gus Azlam tak sengaja melihat Kisya yang sejak tadi menatap ke arah luar jendela. "Kisya! Lihat kedapan" tegur gus Azlam
Kisya yang tak menggerubis masih saja terdiam. Gus Azlam menghampiri kearah meja Kisya menatap datar Kisya.
Brakhh..
Gus Azlam memukul meja Kisya dengan sangat keras. Semua murid menatap Kisya. Langsung saja Kisya membuyarkan lamunan nya spontan menatap kearah gus Azlam yang menatap nya datar tanpa expersi apapun.
"apa yang kamu lamun kan sehingga tak menatap kedepan?" Tanya Gus Azlam dingin"Bukan urusan lho, kok!"Desis Kisya datar
"Dasar cewek belagu!" Batin gus Azlam mendengus kesal
"Perhatikan kedepan!" tegur gus Azlam tapi Kisya tak menghiraukan nya.
Ketika gus Azlam yang sedang menjelaskan materi di depan nya. Kisya kembali memikirkan hal yang tadi di bicarakan oleh Nabilah. "Hyung Azra mau lamar siapa ya, kira kira. Apa dia lebih cakep dari gue?" Batin Kisya
Gus Azlam yang melihat kembali kearah Kisya yang kembali melamun. Sebenar nya apa yang Kisya lamun kan pikir gus Azlam"Kisya! Perhatikan. Jika tidak ingin belajar keluar lah!" Ujar gus Azlam
"e--eh, maaf" lirih nya lalu kembali menatap papan tulis di depan nya.
Kedua teman nya kebingungan ada apa dengan Kisya yang tiba tiba saja diam seperti ini biasa nya ia akan ricuh sendiri. "Bil, tadi kamu ngomong ngga ada yang salah kan? Kok Kisya tiba tiba jadi diem begini?" bisik Rahma
"Ngga juga, perasaan aku ngomong ngga di lebih lebihin deh" ujar nya lagi menilai perkataan nya barusan di depan kelas.
~HBDHB~
KAMU SEDANG MEMBACA
HABIBI DAN HABIBATI
Teen FictionMenceritakan kisah Kisya Al adibah seorang santriwati bandel, seringkali mendapat ta'ziran ntalah gadis itu tidak ada kapok-kapok nya. Namun, di sebuah pondok pesantren ada sosok sepasang pemuda tampan. Hingga di salah satu dari mereka mengkhitbah...
