Hari ini adalah hari kelulusan Kisya si pesantren Al-Furqan. Seharusnya hari ini adalah hari bahagia bagi Kisya. Tapi kini dia sedang menangis sambil memeluk suaminya yang terbaring lemah di ruang ICU.
"Gus.. Bangun gus.. Hikss, Hikss" Tangisnya pecah. Dengan dirinya yang sudah memakai baju toga dan dirinya di beri selempang Hafidzah hafal 30 juz.
Andre dan fatia masuk menghampiri putri mereka yang kini menangis sesegukan di dada bidang suaminya.
"Mas... Aku ngga tega liat anak kita, Dulu dia di tinggalin calon suaminya meninggal. Dan.. Sekarang? Entahlah semoga Mantu kita bisa siuman dari komanya" Lirih Fatimah menatap pilu Kisya.
"Ia.. Semoga Azlam cepat sadar dari komanya. Aku juga tidak tega melihat putri kita menangis di hari bahagianya ini," Ucap Fadlih.
***
Acara graduation di pondok pesantren Al-Furqan di adakan dengan sederhana tidak terlalu mewah. Acaranya pun hanya intinya saja yang di ambil.
Kisya yang tengah duduk di bangku barisan paling depan. Dan yang tak henti henti nya menangis. Hingga make up di wajahnya pun luntur akibat air matanya.
Nabila yang tau dengan keadaan Kisya ia sedikit prihatin atas musibah yang menimpanya.
"Sya.. Udah jangan nangis aja, masa di acara bahagia kamu. Kamu malah nangis si" Ucap Nabila.
"Aku nangis karna sedih plus terharu. Aku sedih karna gus Azlam koma di saat aku lulus. dan aku terharu karna aku bisa jadi Hafidzah hafal 30 juz itu impian Bunda aku" Ucap Kisya.
Nabila rasanya ingin ikut menangis melihat Kisya seprti ini. "Aku doain semoga gus Azlam cepat sadar dari komanya dan bisa kumpul lagi di
ndalem" Ucap Nabila.
Tak berselang lama acara sambutan demi sambutan sudah selesai. Kini tinggal pengumuman Hafidz dan Hafizdoh. Serta santri yang memiliki nilai ngetop sepesantren Al-Furqan.
"Baik, Acara selanjut yaitu pengumuman para santri yang sudah menghafal Al-Qur'an kurang lebih dari satu tahun ini." Ucap MC.
Fatimah yang hadir di acara wisuda putrinya justru ia menangis. Ketika Kisya memakaikan mahkota emas di kepalanya. Dan Kisya kini telah berselempang Hafidzah 30 juz.
Kisya memeluk Fatimah dengan sangat erat tangisnya pecah.
Fatimah mengelus punggung putrinya dengan sangat lembut. "Alhamdulillah.. Akhirnya kamu jadi Penghafal qur'an juga, bunda bangga sma kamu nak.." Ucap Fatimah.
Kemudian Fadlih memeluk Kisya mencium pucuk kepalanya dengan lembut.
"Jangan nangis.. Hapus air matanya, ayah ngga Suka liat putri ayah nagis begini" Ucap Fadlih ikut pilu.
Ervan kakak Kisya yang sudah pulang dari Tareem karna dia ingin sekali melihat adiknya Graduation.
"Abang ngga di peluk nih?" Ucap Ervan merentangkan tangannya.
Kisya beralih menatap kakanya, lalu berlari menghampiri Ervan.
"Bang..ko pulang ngga ngabarin Kisya?" Tanya nya.
"Kan.. Kejutan!" Sahut Ervan ia merasa bersalah sakali karna di saat adik di culik oleh saudara tirinya el, dia tidak ada di sisi Kisya saat itu.
Sebenarnya Ervan bukan anak kandung dari Fatimah dan Fadlih. Di saat Fatimah belum mengandung mereka sempat mengadopsi ank dari panti asuhan yaitu ervan.
****
Kembali ke rumah sakit. Kisya di kabarkan bahwa keadaan suaminya semakin lemah. Dia sudah pasrah apa yang harus ia lakukan sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
HABIBI DAN HABIBATI
Ficção AdolescenteMenceritakan kisah Kisya Al adibah seorang santriwati bandel, seringkali mendapat ta'ziran ntalah gadis itu tidak ada kapok-kapok nya. Namun, di sebuah pondok pesantren ada sosok sepasang pemuda tampan. Hingga di salah satu dari mereka mengkhitbah...
