-Ta'ziran

349 21 1
                                        

"Assalamu'alaikum"
Happy reading

AHLAN WASAHLAN

*
*
*

Eugh...

Gadis yang baru bangun, nampak sekali di sekitar nya yang sudah sepi. Tidak ada kedua teman nya kemana mereka?.

1 detik.. 2 detik.. 3 detik...

"JAM ENAM LEWAT!!," pekik nya sambil terburu-buru, "Bodo ah, gue Enggak mandi juga. Orang gue enggak mandi juga tetep cakep."celoteh nya sendiri sambil Kepedean.

Kisya berjalan sambil berlari kecil di lorong Kelas nya, sesampai nya di kelas Kisya mengatur napasnya yang tak beraturan.

Omg! ternyata Kisya di kelas menjadi sorotan pasang mata," H-hai, "sapa Kisya sambil tersenyum kikuk."

"Ucapkan salammu terlebih dahulu." Ucap Gus Azlam dengan Pandangan datar." eh iya, Assalamu'alaikum Lediss. "Ucap Kisya

"wa'alaikumsalam," seisi kelas menjawab, ada yang menatap Kisya sinis dan juga ada yang menatap Kisya Ramah serta ada yang menatap Kisya biasa-biasa saja. Kisya tidak menghiraukan mereka. Kisya duduk di belakang kedua teman asrama nya, "Suruh siapa kamu duduk?," Tanya Gus Azlam dingin. "Emang kenapa?," Sahut Kisya ketus, "Sekarang kamu keluar, Lari delapan kali putaran di Lapangan," instruksi Gus Azlam.

Kisya memutar bola matanya malas. "what? Ngapain gue harus muter-muter lapangan, Gada kerjaan," Sahutnya sambil bersedekap dada. "Kata siapa tidak ada kerjaan, sekarang kamu keluar sapu seluas nya lapangan,"

"what! Salah gue apaan? Maen suruh-suruh aja lho! ," sungut Kisya yang tak terima. "Kamu sudah telat, dan Juga sudah membantah, saya tidak suka orang yang membantah,"

Kisya Hanya memutar bola matanya malas, "Sekarang kamu keluar dari kelas ini, jangan membuat keributan."

"Dasar Gus sengklek.. Gue tandain muka lho!," Geruntu nya keluar dari kelas dengan raut wajah yang sudah memanas.

Setelah beberapa jam yang lalu bel istirahat sudah berbunyi, banyak nya orang-orang berlalu lalang. Tapi tidak dengan Kisya gadis itu kini sedang menyapu lapangan perkiraan lapangan nya yang cukup luas. Tapi bagaimanapun itu adalah hukuman Kisya. maka dari itu mau tidak mau, Kisya harus menurutinya.

"3L lelah letih lesu... Siapapun bantuin gue dong...," Geruntu nya yang sudah berkeringat bak nya mandi keringat. " Kisya! Kisya," Teriak seseorang wanita yang menghampiri Kisya.

"Huh.. Huh... ," Napas gadis itu yang tersenggal-senggal. "Ternyata kamu disini Kisya Saya cari-cari rupa nya di sini." Sahut nya.

"Emang nya kenapa lho cari-cari gue, oh.. Pasti lho kangen ya.. Bilang aja Bil, Eh. Tapi nanti si Rahma marah sama gue," Coloteh nya yang ngawur."Ndak, maksud saya kesini Kamu di suruh ke ndalem sama gus Azlam sa,"

Kisya hanya mengantuk tengku nya yang tak gatal, "si dedemit itu ngapain nyuruh gue ke ndalem? Mau nambahin pekerjaan gue," Sahutnya.

Nabilah hanya menggelengkan kepala nya saja, "Ndak tahu, mungkin ada hal yang ingin di beritahu kan. Yasudah aku tinggal dulu assalamualaikum." ucap Nabilah meninggalkan Kisya.

"iya. Wa'alaikumsalam," sahutnya.

Brukh..

Kisya menjatuhkan serokan sampah dengan sangat kencang. Hingga semua orang yang berlalu lalang di sana melihat kearah ksiya. "Apa lho! Liat-liat mau gue Copotin tuh mata! ." Orang-orang tadi yang melihat kearah Kisya kini meundukkan kepala nya sambil terburu-buru berjalan nya.

HABIBI DAN HABIBATICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang