-Penculikan

267 9 2
                                        

___00___

Gus Azlam kembali ke pesantren dengan perasaannya yang gelisah. Sesudah sampai betapa kagetnya ia dengan suasana pesantren yang acak-acakan.

Gus Azlam turun dari mobilnya melihat sekeliling pesantren yang rusak-rusak.

"Kisya." gumam Gus Azlam yang langsung bergegas menuju ndalem.

"Assalamualaikum," salam gus Azlam memasuki dalam rumah.

"Wa'alaikumsalam," sahut Bunyai Khodijah dan juga kyai Abdullah dengan wajah yang khawatir.

"Abi, ada apa dengan pesantren kenapa bisa begini? Dan Kisya di mana?." Tanya Gus Azlam penuh kekhawatirannya.

Kyai Abdullah menghela napas" jadi begini ceritanya.. Abi dan ummi pergi ke rumah kyai Huesen untuk silaturahmi. Setelah abi pulang keadaan pesantren sudah begini dan ada yang melaporkan kepada abi, bahwa ada segerombongan pria mencari Kisya dan merusak semua fasilitas di sini, lalu Kisya di bawa oleh mereka. Ntah, abipun tidak tahu sekarang Kisya di mnaa. "jelas kyai Abdullah.

"A--apa?Kisya di bawa pergi oleh mereka?."

Bunyai Khodijah memegang bahu gus Azlam dengan sendu. "Carilah, istrimu di manapun. Dan jangan kamu pulang sebelum istrimu kembali bersamamu." ucap Bunyai khodijah.

Gus Azlam memegang lengan Bunyai khodijah. "Tentu, Saya akan membawa Kisya kembali kesini. Tanpa ada kekurangan apapun"

Bunyai khodijah mengangguk mentap, "Pergilah,urusan pesantren biar kami yang urus. "

"Baik, Assalamu'alaikum."

___00___

Ctar..

Ctar..

Ctar...

Ctarrr..

Rintihan sakit yang Kisya rasakan yang tak tertahankan olehnya, akibat cambukan yang semakin bertambah.

"Cu--ku-kup..gue u--dah gak kuat lagi." ucap Kisya merintih kesakitan dengan tangan yang di rantai kaki di rantai yang mana dia tida bisa berbuat apapun.

El menaikkan alisnya sebelah, menatap smrik Kisya lalu ia mendekatkan wajahnya yang melihat Kisya sudah tak berdaya ini, justru hatinya bersorak gembira melihat adik tirinya yang kesakitan.

"Sakit ya?" Tanya nya dengan wajah yang kasihan namun, hatinya berkedok iblis.

Kisya mendongak melihat Raut wajah El dengan Masam, rasanya ingin sekali meludahi wajah bajingan seprti  wajah kakak tirinya ini.

"Lepasin gue!!." teriak Kisya.

"LO bilang lepasin? Enak aja,"

Gus Azlam berhenti tepat di depan masjid, lalu ia memarkirkan nya. Setalah itu ia keluar dari mobil.

Lalu ia mengambil wudhu.
Beberapa menit kemudian setelah selesai sholat gus Azlam tak langsung pergi. Justru ia mengadakan tangannya berdoa untuk keselamatan Kisya agar ia di lindungi dari marabahaya.

HABIBI DAN HABIBATICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang