__00__
"LEPASKAN DIA!!"
Semua menatap kearah gus Azlam. Kisya yang tahu itu suaminya langsung saja matanya berbinar.
"Udah gue duga, pasti lo datang" _Batin Kisya.
"Siapa lo? Berani beraninya lo datang kesini, mau cari mati lo?!!"ucap El
"Saya suaminya, dan saya berhak datang kesini. Karna istri saya berada di sini, itu semua karna Anda!" ucap Gus Azlam dengan tegas kemarahan nya kini sudah memuncak.
El tersenyum smrik"Oh, jadi lo adik ipar gue. Jadi adik kesayangan gue ini udah nikah"
Gud Azlam mengerinyit"Adik ipar?"beo gus Azlam.
"Jangan banyak tanya!"
Bugh
"Gus Azlam!" teriak Kisya ketika suaminya terkena pukulan oleh el.
Gus Azlam meringis, lalu ia berdiri kembali. "LEPASKAN istri saya!!" Teriak gus Azlam.
El hanya tersenyum smrik. Kisya melihat suaminya sudah babak belur ulah kakak tirinya ini.
"Kak el! Udah cukup ka, jangan sakitin Gus Azlam!!" Teriak Kisya memohon sambil menangis.
El menghampiri Kisya. "Sakit liat orang yang lo sayang babak belur begini?"Ucap El memegang dagu Kisya lalu memalingkan nya.
Gus Azlam sekarng sudah tak berdaya. Akibat pukulan yang el berikan pada gus Azlam beberapa kali.
Tiba tiba saja dadanya merasa sesak. Nafasnya sedikit terhambat.
"Gus! Bertahan Demi aku!!"Teriak Kisya, Gus Azlam yang terbaring tak berdaya melihat ke arah Kisya yang sama sepertinya.
Kisya mencoba membuka ikatan tersebut, tapi usahanya sia sia. Karna dia di ikat oleh rantai bukan dengan tali.
"Ka el, tolong lepasin.." Ucap Kisya memohon.
"Gak semudah itu."
Tiba tiba saja segerombolan polisi datang kearah mereka. Sontak el dan juga anak buahnya lari ketakutan, namun usahanya sia sia. Mereka terkena peluru.
"Anda kami tangkap, atas laporan Penculikan dan penganiayaan." Ucap seorang polisi.
El mengeras kan rahangnya menatap Tajam Kisya.
Setelah El dan anak buahnya di bawa oleh polisi. Kyai Yusuf, Fadlih dan yang lain nya datang menghampiri Kisya dan juga gus Azlam.
"Azlam! Kisya!" teriak mereka.
Kisya tersenyum lega. Akhirnya ada juga orang yang menolong mereka.
Lalu ikatannya di buka oleh Fadlih. Kisya langsung berlari ke arah GUS Azlam.
"Gus, bertahan jangan tutup mata kamu gus!" Ucap Kisya memegang pipi gus Azlam.
Gus Azlam tersenyum kearah Kisya.
"Kisya.." setelah mengucapkan nama Kisya gus Azlam langsung tak sadarkan diri. Lalu mereka semua langsung membawa gus Azlam ke rumah sakit.
****
Kisya yang menangis tak henti henti, sambil mendorong brankar yang di tempati oleh gus Azlam.
"Nak.. Kamu harus bertahan.." lirih umi khodijah.
Mereka semua tak bisa lagi menahan air matanya. Apa lagi dengan Kisya.
"Dok!! Tolong dok!!" Teriak Kisya lalu seorang suster menghampiri mereka.
"Keluarga pasien tolong tunggu di luar"
Mereka mengangguk.
Aqila menatap ayahnya dengan tajam."ini semua gara gara ayah! Kenapa ayah dulu duain bunda!" teriak Kisya.
"Ayah minta maaf nak.. Ayah tidak menyangka jika kakakmu akan berbuat senekat ini, hingga kalian berdua menjadi korban atas dendamnya" lirih Fadlih.
"Kalau terjadi sesuatu sama gu Azlam, aku gak akan maafin ayah" ucap Kisya.
Kyai Yusuf memegang bahu Kisya. "Istighfar nak, tidak baik jika kamu berbicara seperti itu pda orang yang telah membesarkanmu"
"Kisya tau bi.. Tapi ini semua salah di--"
"Cukup, lebih baik kamu doakan suamimu Kisya, jangan membuat keributan Di saat kita berduka ini." lerai Fatimah.
Tak berapa lama dokterpun keluar.
"Atas nama keluarga pasien" Panggil dokter.
Kisya langsung beranjak. "Saya istrinya dok."
"Saya ingin menyampaikan bahwa pasien mengalami koma, saya tidak bisa menjamin pasien siuman atau tidaknya. hanya allah yang tau bu," ucap dokter.
Kisya meneteskan airmatanya. "A--apa dok? Suami saya koma? "
"iya bu"
Saat itu juga diri Kisya lemas. Mendengar pernyataan dari dokter Rafi. Ia tak bisa berkata kata.
"Lakukan yang terbaik dok untuk anak saya" Ucap kyai yusuf.
"Kami akan melakukan semaksimal mungkin,"
"Terimakasih dok"
"Sma sama, kalau begitu saya permisi."
___00___
KAMU SEDANG MEMBACA
HABIBI DAN HABIBATI
JugendliteraturMenceritakan kisah Kisya Al adibah seorang santriwati bandel, seringkali mendapat ta'ziran ntalah gadis itu tidak ada kapok-kapok nya. Namun, di sebuah pondok pesantren ada sosok sepasang pemuda tampan. Hingga di salah satu dari mereka mengkhitbah...
