"Assalamu'alaikum"
Happy reading
AHLAN WASAHLAN
*
*
*
Di perjalanan sama sekali tidak ada pembicaraan, hingga mereka telah sampai di sebuah pasar. Ramai nya orang-orang di sana yang untuk belanja kebutuhan nya.
"Sudah sampai," ujar Gus Azra. "na'am Gus, kalau begitu kami keluar dulu." ucap Zahra selaku pengabdi ndalem.
"sa, mari," Ajak mbak Zahra dengan sopan. "e-eh iya mbak," ucap Kisya gelagapan.
Mereka berjalan menyusuri kesetiap pedangan, banyak sekali pedagang di sana ada yang kaki lima dan juga seperti sayur, ikan dan ayam dan lain-lain nya.
Tiba-tiba saja Kisya merasa mual"Huek..."
"Sa, kamu kenapa?, kamu sakit?," Tanya cemas mbak Zahra. "ngga kok mbak,aku ngga papa" ucap Kisya. "Gila, nyesel gue kesini tempat nya udah kek, pabrik tempe aja." Batin Kisya.
"Oh, kamu mual karna bau, yaudah kalau kamu tidak bisa mencium aroma nya, kamu tunggu saja sama gus Azra." ujar nya.
"enggak papa mbak, aku bisa kok tahan bau nya. Lagi pula aku kan, di suruh ummi ." ucap Kisya.
Mbak zahra mengulas senyumnya, "Yasudah, kalau kamu ngga papa."
.......
Setelah selesai membeli semua kebutuhan pokok ndalem, mereka berjalan untuk kembali pulang. Di tengah perjalanan Kisya melihat ada toko ic Cream menguyarkan matanya ke arah sana.
"Mbak, aku mau bel ice cream dulu, Mbak duluan saja. Nanti aku nyusul ." ujar Kisya, "Oh, Yasudah tapi jangan lama-lama, di sini itu rawa copet jadi hati-hati," ucap mbak zahra pemeringati Kisya.
Kisya mengganguk patuh"Iya mbak, pasti! Aku hati-hati"
Kisya menghampiri penjual ice Creamnya. "Pak ice cream nya satu," ucap Kisya yang mengantri, karna banyak sekali pembeli di sana yang berhiliran, "
"iya di tunggu ya.." ujar bapak penjual ice Cream.
Brukh..
"Awhhh..bisa gasi! enggak usah dorong-dorong! ," Pekik Kisya. Pria itu mendekati Kisya tanpa aba-aba... "
"Copet, copet kejar woi! Kejar!!.. ," teriak Kisya.
"e-eh mbak ice Cream nya gimana!," Teriak penjual ice Cream . "Ngga jadi pak," ujar Kisya sambil berlari-lari.
"Woi! Kembaliin duit gue! ," Teriak Kisya, "Emang nya lho bisa apa? " ucap Preman itu meremehkan Kisya.
"wahh!!, ngeremehin gue lho," ujar Kisya.
"Ngajak ribut lho? ." Preman itu hanya tersenyum smirk.
Bunghh...
"kurang ajar lho, belum di kasih aba-aba udah main jotos aja, oke! Sekarang giliran gue! ," ucap Kisya mengepalkan kedua tangan nya.
Bugh.. Bguh.. Bguh..
Preman itu kini terbaring lemas di aspal yang panas.
"Rasain lho mampus!, sini balikin duit gue, atau gue lapor polisi!," ujar Kisya.
Preman itu berdiri menatap intens Kisya, "Kurang ajar lho!,"
Bugh..
"Gila! Sakit banget pukulannya ." Desis Kisya dalam hati nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
HABIBI DAN HABIBATI
Teen FictionMenceritakan kisah Kisya Al adibah seorang santriwati bandel, seringkali mendapat ta'ziran ntalah gadis itu tidak ada kapok-kapok nya. Namun, di sebuah pondok pesantren ada sosok sepasang pemuda tampan. Hingga di salah satu dari mereka mengkhitbah...
