✯ Happy reading....✯
---------
"Tapi kak, nggak usah. Aku bisa sendiri kok," ucap Aya, tanpa pikir panjang dirinya langsung pergi meninggalkan Arkan.
"Tadi bilangnya sendiri sepi. Udah nggak usah nolak gue temenin, eh kok panggil kakak sih!" Wajah Arkan yang awalnya datar tiba-tiba mengerutkan alisnya.
Aya tertawa kecil, mungkin dia pikir Arkan seperti itu akan membuat dirinya takut. Tapi nyatanya, malah membuatnya tertawa. "Eh iya maaf, kelepasan, kak. Ya udah aku diem deh."
Saat Aya tertawa, terukir senyuman kecil di bibir Arkan. (Gengsi, huh, gengsi.)
****
Keesokan harinya, Aya terbangun. Dia teringat bahwa hari ini adalah jadwalnya pulang. Rasanya senang sekali, setelah sekian lama akhirnya bisa kembali. Mungkin dia sudah rindu dengan kasur kesayangannya.
Aya yang sedang mengemasi pakaiannya melihat Arkan yang sedang tertidur pulas. Dan ternyata bibirnya tersenyum. "Tidur aja ganteng," gumam Aya, karena semalam Arkan menemaninya sampai larut malam.
Saat Aya sedang menatap Arkan, tiba-tiba Arkan terbangun dari tidurnya. Reflek, Aya membalikkan pandangannya, berharap Arkan tidak melihat dirinya memperhatikannya.
Dia tidak tahu kalau Arkan sebenarnya sudah bangun sebelum dirinya bangun, namun Arkan mencoba tertidur lagi. Tapi, saat dirinya ingin kembali tidur, terdengar suara Aya yang sedang mengemasi baju miliknya.
"Apa dia pikir gue tidur ya? Tapi dia manis... cantik," gumam Arkan, yang mencoba berpura-pura tidur agar tetap bisa melihat senyuman Aya.
"Eugghhhh...."
Rasanya sudah saatnya Arkan bangun, dan saat dia bangun, Aya terkejut dan langsung membalikkan badannya.
"Aya? Eh, sekarang jam berapa?" ujar Arkan.
"Eh, Arkan, morning! Sekarang jam 8," jawab Aya sambil merapikan baju-bajunya.
"Oke, mau gue bantuin nggak?" tawar Arkan. "Sini biar dilipatin."
"Ehh nggak usah, mending Arkan mandi aja!" tolak Aya. "Aku mau mandi nunggu infusan dilepas. Jadi aku beresin baju-baju dulu deh," Aya menunjukkan bahwa infus masih terpasang di tangannya.
"Ya udah, gue mandi dulu ya," ujar Arkan yang langsung masuk ke kamar mandi.
Setelah Arkan selesai mandi, Aya yang sudah dilepaskan infusnya juga bersiap-siap mandi untuk persiapan pulang.
Semua sudah beres. Aya sedang menunggu ayahnya untuk menjemput dirinya, tapi ditunggu sampai pukul 11 tidak ada tanda-tanda kehadiran Hardi.
"Huffttt, ayah mana sih?" gumam Aya.
Karena merasa kesal, akhirnya dia memutuskan untuk menelepon ayahnya.
"Halo ayah, ayah di mana? Aya udah siap. Ini berkas-berkasnya udah beres, tinggal Aya pulang aja. Ayah mau jemput Aya, kan?" tanya Aya dengan nada resah.
Raut wajah Aya langsung berubah setelah mendengar jawaban sang Ayah.
"Kamu bisa sendiri. Ayah sedang bersama Tante Syila, kamu pulang sendiri atau nggak kamu minta tolong teman kamu. Nggak usah manja! Ngerti?" seru Hardi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bunga Terakhir [TERBIT]
Novela Juvenil[Cover By : Canva application] 📌Ada beberapa chapter yang belum di revisi jadi mohon maaf jika kesannya aneh, selamat membaca ʘᴗʘ ------------------------------------------------------------------------ "Aku tutup cerita kita ya. Selamat bahagia...
![Bunga Terakhir [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/337749548-64-k226914.jpg)