Seperti bayangan yang tak pernah hilang, trauma tersembunyi di balik senyuman!
-Arkan Adhiyaksa
✧happy reading✧
-
-
⚠️Mohon pengertiannya yaa, chapter ini ada kekerasan fisik⚠️
flashback on>>>
"Lah lo itu miskin! Gua kira lu kaya raya ?taunya miskin,mending gua sama dia . Dia kaya banyak hartanya lu? cuman serpihan!" Sertak wanita itu.
"Maafin aku ra, semua salah aku,"
"Najis gua maafin lu! Mana miskin lagi ogah banget gua, entar tinggal dikamar yang ga ada ac. Mana mau gua, itu tempat pembantu!"
"Ga ra. Gua ga semua prank ,ra plis percaya sama aku!"
"Rasain ini!" wanita itu menggoreskan piso kepipi Arkan, dengan tersenyum puas.
"Ishh, ampun ra. Maafin aku plis," suara ringisan Arkan.
"Ini Akibat lu coba bohongi gua! Lu kira gua ga mandang harta? hahahahah gua selalu mandang harta. Lu cowo tolol yang pernah gua temuin! sorry ya, boyfriendku! gua udah ngasih seluruh diri ini kepada calon suami gua! up ketauan deh!" ucapnya sambil menutup mulutnya, seakan dirinya kelepasan bicara.
"Arghhh! Jahat kamu ra," rintihan sakitan Arkan, kini darah terus mengucur dari pipi Arkan.
Dan sekarang wanita itu menggoreskan piso kepada kakinya. Dengan tanpa pikir panjang, wanita itu langsung menggoreskan dengan tertawa.
"HAHAHAHAHA, GUA JAHAT KARNA LU! UDAH BOHONGG, MISKIN!" Teriak wanita itu.
"Stop ra, sakit ra sakit!" kini Arkan yang , masih mencoba menahan kesakitan.
Dirinya sangat menyesal mengapa dirinya mencintai wanita seperti itu? apa gunanya? hanya menyakitkan dirinya sendiri.
"Gua ga akan berhenti sampai lu mati Arkan!"
"Jangan ra! Gua mohon jangan!" permohonan Arkan, yang menyilangkan tangannya agar menahan piso yang ditangan wanita itu.
"Lu kira gua takut? halah lu cuman cupu , gua nyesel pacaran sama lu anjing!" hina wanita itu, ucapan demi ucapan kini keluar dari mulu wanita itu.
Namun tiba tiba datang polisi dengan sigap menangkap wanita itu. Tetapi wanita itu hampir saja tidak tertangkap karna berhasil kabur. Namun, polisi pertindak tegas, dengan menembak pistol kepada kaki wanita itu.
"Sialan, gua bakal ketemu lu lagi Arkan! inget itu anjing!" batin wanita itu, sambil lari secepat mungkin namun nihil, kakinya tertembak pistol.
"Aghhhssh!"
"Angkatan atau saya tembak anda lagi!" teriak polis dengan tegas, sambil mengarahkan pistol keara wanita itu.
flashback off<<<
Akhirnya Arkan dan Aya sampai ditempat parkiran. kini, Arkan berdian diri sejenak. Dirinya terbayang trauma dulu yang dia rasakan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bunga Terakhir [TERBIT]
Teen Fiction[Cover By : Canva application] 📌Ada beberapa chapter yang belum di revisi jadi mohon maaf jika kesannya aneh, selamat membaca ʘᴗʘ ------------------------------------------------------------------------ "Aku tutup cerita kita ya. Selamat bahagia...
![Bunga Terakhir [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/337749548-64-k226914.jpg)