Aku, Masih mengingatnya

417 336 99
                                        

Sebagian orang bilang, sangat menyakitkan menunggu seseorang. Sebagian lagi bilang, menyakitkan itu ketika harus melupakan. Tapi yang paling sakit adalah ketika kau tidak tahu, apakah harus menunggu atau melupakan.

☆Happy reading...☆


flashback on

"Aku kira ga jadi tau kita ketemu,"

"Jadi dong hahaa," ucapnya sambil tertawa senang.

"Terus sekarang ngapain dong kita?" tanya Aya.

"Em, sama si bingung. Kamu mau beli minum?" tawar Bian, sambil turun dari motor miliknya.

Melihat itu Aya langsung turun, dari motor miliknya. Dan menjawab, "em entar deh, masih belum haus bii."

"Oke deh, tapi aku mau beli minum dulu ya?atau mau ikut?" tanya Bian.

Respon Aya yang menggelengkan kepalanya, dan tangannya menyilang memberi syarat bawah dirinya. Tidak ingin ikut.

"Gausah deh aku tunggu aja," balas Aya, sambil memandang wajah Bian.

"Yaudah bentar yaa Nay," Bian langsung pergi meninggalkan Aya sendiri, yang tengah berada diparkiran motor.

Kini Aya berdiam diri diparkir Alfamart, sambil melihat Bian. Yang tengah mengambil satu minuman di kedai, di sebelah Alfamart itu.

"Gila ganteng banget Anj? syock berat aku," gumannya Aya, yang kini sedang tersenyum kearah Bian.

Akhirnya Bian kembali, dan langsung duduk diatas jok motor miliknya.

"Mau ga?" Tawar Bian, menyondorkan minuman itu.

Aya menolak, "gapapa gausah bii, entar aja deh."

Mereka berbicara, sangat menghabiskan waktu lumanyan lama. Sampai sampai membuat Aya tak tahan, jika Bian tau bawah isi hati Aya sedang bahagia sekali.

"Eh nanti pas pulang, login ya?" ucap Bian, yang tengah meminum minuman yang sudah ia beli.

"Oh, oke siap bii." Balas Aya, "eh bentar yaa aku pengen beli itu," ungkapnya, sambil menunjuk satu toko kecil dipinggir jalan.

***

Setelah Aya membeli minuman itu, akhirnya dirinya diajak memasuki cafe terdekat.

"Em bagus juga cafenya." gumanya Aya.

"Selamat datang ka, silakan ingin pesan apa?" ucap pelayan cafe.

"Ini, sama ini aja ya ka."  ujar Aya, sambil menunjuk kearah menu.

Mereka sedikit membeli beberapa makan, dan minum. Kini mereka tengah berbincang dengan tertawa bersama.

"Loh kemarin kamu pake nana, ngakak banget tau." ledek Bian.

Mendengarkan itu Aya menaikan satu alisnya dan berkata, " emang! kan udah aku bilang. Aku ga jago pake nana, tapi kata kamu coba aja," gurutu Aya.

"Hahaha, yaudah gapapa. Nanti belajar lagi aja? oke?" pinta Bian.

"Okelahh, nanti aku mau belajar hero lain deh, " ucap Aya. "Awas entar malah balik lagi ke miya wkwk," sindir Bian, yang tengah meminum kopi yang ia pesan.

"Hahaha biarin wlee." Seru Aya.

flashback off

Bunga Terakhir [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang