Pesta yang fatal

217 51 57
                                        

"Tuhan, bolehkah aku meminta hidup bahagia saja dalam waktu dekat ini. Aku lelah melihat semua ini, bolehkah aku menyusul ibu? aku lelah tuhan."

✯happy reading✯
-

-

Kini Minggu berganti, dan Aya harus tetap biasa saja menjalankan hari. Dirinya hampir saja lupa akan pesta malam ini. Jika kalau bukan Langit meneleponnya, mungkin dirinya sudah tertidur pulas malam ini.

Jam menunjukkan pukul 11 malam, kini Aya sedang berada di pesta ulang tahun Kila. Dirinya. bahagia bersama teman temannya. Acara itu membuat Aya sedikit melupakan kesedihannya.

Di tengah kebahagiaan yang sedang diperingati dalam pesta ulang tahun Kila, Aya menemukan dirinya menjadi korban suatu konflik yang tak terduga. Saat berada di sekitar kolam renang, seseorang tiba-tiba mendorong Aya ke dalam kolam, menciptakan momen yang memalukan di hadapan semua tamu undangan.

Aya, yang basah kuyup dan terkejut, merasa malu dan kesal atas peristiwa tersebut. Suasana pesta berubah drastis, menjadi gemuruh dengan bisikan-bisikan dan tawa-tawa yang mengiringi insiden tersebut. Arkan, yang melihat kejadian itu, segera bergegas mendekati Aya untuk membantunya keluar dari kolam.

"Aya, apa yang terjadi?" tanya Arkan dengan nada khawatir.

Aya hanya mampu menunjuk ke arah orang yang mendorongnya. Namun, di tengah keramaian pesta, sulit untuk mengidentifikasi siapa pelakunya. Beberapa teman dekat Aya juga datang membantu, mencoba menghiburnya di tengah keadaan yang memalukan.

Tiba-tiba, Kila, sebagai tuan rumah, mengambil mikrofon dan berbicara kepada semua tamu. "Saya mohon maaf atas insiden yang tidak diinginkan ini. Mari kita tetap menjaga suasana pesta yang menyenangkan dan hormati satu sama lain. Terima kasih."

Meskipun Kila berusaha menstabilkan situasi, Aya merasa terlalu malu untuk tetap berada di pesta tersebut. Arkan memandanginya dengan penuh kekhawatiran. "Kamu ingin pulang, Aya?"

Aya mengangguk pelan, dan mereka berdua meninggalkan pesta dengan hati yang berat. Seiring langkah mereka menjauh, Aya merenung tentang siapa yang mungkin menjadi dalang di balik insiden tersebut.

Kini mereka memutuskan untuk pergi kemobil, disaat Aya sedang melangkah mendekati Arkan. Tiba-tiba terdengar suara deru mobil yang mendekati dengan cepat. Sebelum mereka menyadari apa yang terjadi, Aya dan Arkan yang sedang berbicara di tengah jalan langsung tertabrak oleh sebuah mobil.

"Brakkkk!!"  suara tubrukan mobil ibu.

Suara klakson dan derap rem membuat suasana pesta terhenti sejenak. Kedua tubuh Aya dan Arkan terlempar beberapa meter, menyebabkan kepanikan di antara para tamu undangan. Beberapa orang langsung berusaha mengecek kondisi mereka.

Dalam keadaan yang tidak terduga ini, Aya dan Arkan saling memandang, penuh kekhawatiran satu sama lain. Teman-teman mereka yang datang bersama Aya dan Arkan segera berusaha membantu, memanggil bantuan medis dan berusaha meredakan kepanikan di sekitar.

Aya yang merasa kesakitan mencoba bangkit dari tanah, namun terlihat terpapar oleh luka dibagian kepalanya. Arkan, meskipun merasa nyeri, segera menghampiri Aya dan membantunya berdiri. Namun, disaat mereka berdiri tak kuat menahan nyeri, akhirnya mereka terjatuh bersamaan.

Bunga Terakhir [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang