Tempat pulang kita?

362 244 175
                                        

Haii, apa kabarrnyaa?

Maakasih banyak buat yang udah stay baca ini sampe detik ini.


Mohon bantuannya jika ada typo tandain ya..

◍Happy reading◍

-

-

Sore harinya, pukul 15.07 Aya dan Bian pergi kesebuah rumah yang penuh dengan anak anak kecil. Mereka mengetahui kehadiran Aya dan Bian.

Namun disaat mereka sedang berbicara dengan anak anak, ada seseorang wanita parubaya berjalan kearah mereka dengan berkata, "eh ada neng Aya sama a Bian, apakabar neng? kalo a Bian gausah ditanya soalnya kemarin kemarin baru kesini, ibu mau tanya neng Aya aja dulu, ibu kangen neng Aya!" ucap wanita parubaya itu.

"Assalamualaikum bu, aaaaa Aya kangen ibuuu. Ibu apa kabar? kalo Aya si baik cuman lagi sedih aja bu!" ucap Aya, yang memeluk wanita parubaya itu.

Wanita parubaya itu pemilik rumah, yang sederhana ini dikelilingi banyaknya anak anak yang sangat butuh orangtua. Ya rumah itu panti asuhan, bu Sari telah menjaga mereka semenjak 10 tahun lamanya, dirinya tau jika kedatangan Aya dan Bian pasti akan bertemu dengan Revan.

Ya Revan, anak kecil yang lucu. Dia anak lelaki, matanya sipit, pipinya cabii dan hidungnya sedikit mancung. Kalau Aya dan Bian bilang si Evan, karna sering di sebut Evan.

Revan sejak bayi sudah tidak memiliki orang tua, dirinya hidup sendir.  Jika tidak ditemukan oleh orang mungkin saja revan sudah diculik, oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Bisa bisa revan diperjual beli kan, namun ada seseorang baik yang membawa dirinya pergi ke panti asuhan itu. Bunga indah, ya itu nama panti asuhan. Kata bu Sari kenapa diberi bunga indah? agar setiap melihat anak anak di panti selalu bahagia.

Aya dan bu Sari sedang berbicara dengan senang, sampai sampai dirinya tidak tahu jika Bian sudah menemukan Evan. Dan tiba tiba Aya mendengar, ada seseorang anak kecil memanggil dirinya.

"KAKKKK AYAAAAAA!!!" teriak anak kecil itu.

Awalnya aya tidak terlalu mendengarnya, namun saat sudah beres berbicara dengan bu Sari. Aya langsung menoleh ke arah belakang dan bener ternyata Evan digendong oleh Bian.

"AAAAA EVANNN!" Teriakan Aya, sambil mendekati Evan.

"Heyooo ka Ayayaaaa!!" ucap Evan, yang terbata bata.

"Haha iya anak kecil yang ganteng! kaka kangen Evan,"  ujar Aya, mengambil Evan dari gendongan Bian.

"Ka Yaya cemana ajah?" tanya Evan.

"Kaka sibuk sayang, maafin kaka baru kesini Evan sehat kan?" balas Aya, dan langsung memeluk hangat tubuh Evan.

"dak papa ka, epan cehat ka!" ucap Evan.

"Good boyy!" lontar Aya, memberikan tanda jempol kepada Evan.

"Haha ka Yaya lutuuu,"  ujar Evan, yang tertawa.

"Gemess tau kamu ni," kata Aya.

"Kaya aku kan?" saut Bian, dengan menaruh tangannya di pipinya.

"Pedeee bang!" ketus Aya.

"Yah bentul bentul! Aa Binan lutuu juna caya epan," ucap evan.

"Hahaha dibilang Aa Binan!" ledek Aya, dengan tertawa.

Bunga Terakhir [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang