Berbulan bulan berlalu, kini Aya dan Arkan sedang memakan eskrim. Sambil memandang pemandangan mata hari terbenam.
"Langitnya bagus ya?" seru Arkan.
"Iya indah banget!" ujar Aya, sambil menjilat eskirim yang hampir meleleh.
"Kayanya sih, tapi indahan disebelah aku?" goda Arkan, yang tengah menatap wajah Aya sambil tersenyum kecil. "Tapi lebih lucu gini si" Lanjut Arkan, yang menujuk ke tengah batang hidung Aya.
"Ishhh Arkan!! itu ada eskrimnya!" kesal Aya.
"Hahaha canda!" jahil Arkan, sambil tertawa kecil melihat eskrim yang di tengah batang hidungnya.
Dengan sigap dirinya mengelap, " maaf ya hehe,"permintaan maaf Arkan, tanda dosa sekali ya?
kini wajah Aya yang mulai kemerahan, akibat Arkan yang menjahilinya.
"Hm!"
"Oh marah nihh?"
"....."
"Malah ga dijawab,"
"Hm!"
"Yaudah, aku mau beli kucing ahh. Biar blue blue ada temen,"
"Hahh kamu ada kucing?"
"Ya," kini Arkan membalas jawaban Aya.
***
Kini mereka sudah berada di tempat toko hewan. Siapa sangka seorang Arkan yang dibilang cool dengan wanita, jika bertemu dengan anak kucing langsung berubah 100% menjadi gemas.
Dan saat Aya melihat lihat anak kucing, wajah Aya berbinar. Sepertinya dirinya menemukan harta karun. Sudah lama bagi Aya ingin memiliki kucing, namun ayahnya tidak mengijinkannya. Mungkin takut mengotori rumahnya.
"Arkan! Arkan inii bagussss!" teriak Aya, sambil menunjuk arah kucing . Seketika orang orang yang sedang melihat, pandangan teralihkan kepada Aya.
"Ish jangan berisik!" protes Arkan, yang menurut mulut Aya dengan tangannya.
"Huh huh, aku ga bisa nafas tauu!" kesal Aya, dirinya sambil meminta dilepaskan dari tangan Arkan.
"Makanya, gausah teriak!" Arkan yang menyolot, namun belum dibuka. Aya kesal akhirnya dirinya menggigit tangan Arkan.
"Aaaaaa.!" meringis Arkan, dan langsung melepaskan tangannya sambil menggoyang goyangkan.
"Wlee, siapa suruh nutupin mulut akuuu!" Aya yang memutarkan bola mata malas.
Namun saat itu Arkan langsung pergi melihat lihat kucing, jika saja bukan ditempat kucing. Mungkin, Aya sudah diterkam abis oleh Arkan, tapi mana bisa Arkan menerkam gadis manis ini?
"Bagus ini, berapa bang?" tanya Arkan, sambil menunggu kearah kucing berwarna oren.
"2,2 jt bang!" ucap penjual itu.
"Ini udah sepasang?" Arkan yang mengambil kucing satunya berwarna putih.
"Oh kalo itu iya bang, sudah sepasang harganya 2,2 jt sudah bonus kandangnya!" kata penjual.
"Mau?" tawar Arkan kepada Aya.
"Hah?" Aya yang masih bingung. Namun Arkan langsung menjelaskan itu. "Mau gaa kalo mau aku beli, yang oren buat aku yang putih buat kamu?" kata Arkan sambil mengelus ngelus kucing warna putih.
"MAUUUUU!!!" ungkap Aya.
"Oke bang saya beli ini," Arkan yang menujuk kedua kucing itu.
"Oke bentar yaa bang. Saya siapkan tempatnya terlebih dahulu," ucap penjual, dan Arkan mengangguk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bunga Terakhir [TERBIT]
Novela Juvenil[Cover By : Canva application] 📌Ada beberapa chapter yang belum di revisi jadi mohon maaf jika kesannya aneh, selamat membaca ʘᴗʘ ------------------------------------------------------------------------ "Aku tutup cerita kita ya. Selamat bahagia...
![Bunga Terakhir [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/337749548-64-k226914.jpg)