Hai?? ketemu lagi dengan
author heheeh...
![]()

photo from: Pinterest
"Dia sempurna. Saking sempurnanya hidupnya saja jika tersenyum rasanya penyakitku hilang, dirinya pasti bahagia jika dia sembuh. Apalagi masalah traumanya, yang hilang. Akan ku pastikan dirinya sembuh denganku Aya."
-Arkan Adhiyaksa
✧happy reading✧
-
-
Dengan tubuh yang sangat lelah dirinya terbaring diatas ranjang miliknya. Saat ini Aya sedang melonggarkan otot otot, padahal dirinya hanya menemani Bian.
Setelah menghabiskan waktu bersama Bian, dirinya sekarang waktunya untuk cek kedokter. Tentang masalah kesehatan dirinya? sebenarnya Aya takut, jika akan periksa dokter. Sebab, dirinya takut sesuatu hal akan terjadi pada dirinya.
Setelah dirinya merebahkan tubuhnya, dirinya melihat jam terpang pang pukul 1 siang, waktu dia untuk bersiap siap hanya sebentar. Aya langsung bergegas menuju kelemari miliknya untuk memilih baju.
"Ihh kok hilang ya?"
Dirinya mencari dimana baju, miliknya.
Beberapa menit kemudian, akhirnya menemukan bajunya dan langsung memakainya. Dan bergegas gegas pergi kemeja rias.
Setelah beberapa menit kemudian, dirinya beres untuk merias wajahnya. Hanya natural, karna agar tidak terlalu Pucat.
Tiba tiba telepon aya berdering.
"Tringggggggg."
"Tringgggggg." Suara ponsel milik aya.
"Yaa hallo?"
"Aya gua udah sampe depan nih, udah siap lu?"
"Oh iya bentar arkan, aku langsung kebawah tunggu ya,"
"Okesiap cil,"
"Dih apaan bocil bocil!"
Belum sempat Aya berbicara panjang, sudah Arkan matikan teleponnya.
Aya bergegas turun menuju gerbang dan ternyata Arkan sedang berbicara dengan mang Didi.
"Eh neng, ini ada den Arkan."
KAMU SEDANG MEMBACA
Bunga Terakhir [TERBIT]
Fiksi Remaja[Cover By : Canva application] 📌Ada beberapa chapter yang belum di revisi jadi mohon maaf jika kesannya aneh, selamat membaca ʘᴗʘ ------------------------------------------------------------------------ "Aku tutup cerita kita ya. Selamat bahagia...
![Bunga Terakhir [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/337749548-64-k226914.jpg)