✯haply reading...✯
-
-
"Menyembuhkan luka lama itu sakit."
"Eh kamar lo dimana? dibelakangnya ya?"
"Hahaha pasti dia kamarnya deket pembantu. Karna kan dia anak pembantu,"
"Terserah kalian deh, gua mau kekamar dulu!"
"Anak pembantu hahahaha!" suara tawa dua anak itu.
Namun saat Aya sedang ingin menuju kekamarnya, dirinya dipanggil oleh Syila. Ya siapalagi kalau bukan sipelakor itu?
Dirinya menahan rasa kesal. Bisa bisanya dirinya disebut anak pembantu, "tapi tidak apa apalah jadi anak bi Enon, lagi pula bi Enon udah anggap aku anggap kaya ibu aku sendiri." Batin Aya.
"Heh, kamu ngapain keatas? trus anak saya dimana?" tanya Syila, yang berbicara jauh beda disaat ada Hardi.
"Gatau urus aja tuh, udah numpang ga guna lagi! mana ngarep mau jadi anggota disini? dih ga sudi aku!" Seru Aya.
"Haha berani sama Tante kamu? bentar lagi saya akan mengusai harta ayah kamu! dan kamu akan jadi anak pembantu hahahaha," ungkap Syila.
"Lohh? bukannya salah yaa? saya doakan deh semoga cepat tercapai, jika allah mengabulkan permohonan jahat itu haha!" ledek Aya, dengan memberikan tersenyum.
"Terimakasih atas doanya, dan selamat ya nanti kamu akan jadi anak pembantu! atau saya buang saja? tapi itu ide yang bagus," ungkap Syila, membalas senyum dengan tajam.
"Mamahhh! kemana ajaa ih kita cari mamah. Rumah ini gede cocok buat kita bertiga disini, mamah gasalah cari papah baru!" ucap Tania.
"Mah aku nanti mau kamar disitu boleh?" tanya Jasmine, yang menunjuk kearah kamar Aya.
"Boleh sayang," Syila yang mengangguk.
"Hehh apa! itu kamar saya ya! ga ada pilih pilih kamar, udah dibawah. Diujung itu tempat kalian! gausah so ngantur, jadi anggota sini aja belum. Alay kalian awkwk maklum butuh papah hahaha!" ledek Aya, sambil tertawa.
"APA KAMU GAJELAS! TERSERAH ANAK SAYA HAK DIA MAU KAMAR MANA! POKOK SAYA MAU ANAK SAYA DIKAMAR ITU!!" bentak Syila.
"SYILA!!APA APAAN KAMU? BERANI BERANINYA BENTAK ANAK SAYA! MESKI SAYA SERING BENTAK DIA, TAPI SAYA TAK SUDI JIKA ANAK SAYA DIBENTAK OLEH ORANG LAIN! MASALAH KAMAR? TINGGAL PAKAI KAMAR YANG ADA SAJA. LAGI PULA SAYA DAN ANDA BELUM MENIKAH? BAGUS DEH SAYA TIDAK JADI NIKAH DENGAN KAMU!!" geram Hardi,
"Tapi mas,"
"GAUSAH NGELAK SAYA LIHAT SEMUA, KALIAN KELUAR DARI RUMAH INI!"
"Tapi pahh, ini salah Jasmine jangan gini pah,"
"SANAA!!"
"Tua bangka sosoan, emang mamah saya mau sama anda? mamah saya mau harta anda aja. Dih lagi pula saya gasudi punya papah kaya anda!" Celetukan Tania.
"TANIA APA APAAN KAMU? KENAPA FITNAH MAMAH? MAMAH SAYANG SAMA PAPAH AYA, DIAM KAMU. GAUSAH SO TAU!"
"Tapi mah..."
"SUDAH KALIAN PERGI!" teriak Hardi, yang mendorong mereka keluar dari rumah.
Disaat mereka pergi Hardi Langsung memeluk Aya dan berkata, " maafin ayah ya, selama ini Aya salah paham sama kamu. Ayah denger semuanya," sambil memeluk tubuh Aya.
***
Ke esokan harinya, bendera kuning tertanacap dirumah duka. Kini para siswa sangat terpukul, kehilangan temannya. Mereka masih tidak menyangka itu terjadi.
Gavin triwajaya telah berpulang. Dengan berat hati mengikhlaskan kepergiannya, karena tabrakan itu yang mengakibatkan luka yang sangat serius. Gavin yang berjuang keras menahan kesakitan itu, namun disayangkan dirinya sudah tidak kuat dan pergi minggalkan semuanya.
Kini Arkan sebagai ketua geng motor, sangat terpukul dengan kehilangannya sahabatnya. Dia tidak memikirkan kalau hal ini terjadi.
Air mata yang menetes, tangisan demi tangisan terus membasahi pipinya. Seorang wanita parubaya yang tengah menangisi anaknya yang sudah tertutup kain kafan. Dirinya sangat terpukul dengan kejadian itu, padahal dirinya sudah pingsan berulang ulang kali, mungkin harapan dirinya agar anaknya kembali hidup lagi.
Setelah memakamkan jenazah Gavin, Arkan bersinggah ke tempat dimana dirinya selalu tenang ya. Itu kemarkas, dirinya sangat merasa kehilangan, Mengapa temannya? Kenapa tidak dirinya? Apa salah dia tuhan? Tanpa disadari dirinya di ikutin seseorang dari belakang.
"Udah om Arkan, ada aku!" ucap seseorang itu.
"Loh Cila kenapa disini?" tanya Arkan.
"Cila kangen om Arkan. mulai sekarang om Arkan ndak boleh sedih sedih okey?" ucap Cila, dengan tangan Cila yang mengusap air mata Arkan, lalu duduk disebelah Arkan.
"Haha anak pintar, kamu kesini sama siapa?" tanya Arkan.
"Sama mamah dan oma, om Arkan lagi ketemu temen? Tapi kenapa malah ngajak ketempat kosong gini? mana temen om?" ujar Cila yang sibuk duduk disofa.
"Oh gitu, yaudah Cila kan mau bareng om Arkan? tapi om mau ngomong sama oma dulu ya," Cila pun mengangguk berdiam diri, sambil tiduran bermain gitar milik Razka dan Arkan menuju kearah mamahnya.
"Mah ko mamah kesini si?" ujar Arkan.
"Gapapa, mamah tau dong kamu sering kesini. Mamah tau kamu sedih, tapi semua udah takdir biarikan tuhan yang berkehendak semua. Jika kita tidak mau menerima sama saja kita menolak takdir dari Tuhan. " ucap Fani, yang sambil menepuk pundak anaknya dan tersenyum berkata, "sedih boleh tapi jangan lama lama. Anak mamah masa cengeng? " bisikan Fani, yang menjaili Arkan.
"Iya mah, Arkan masih ga nyangka semua terjadi." ucap Arkan, yang memengang tangan Fani lalu memeluknya.
Mungkin kalian bertanya siapa Cila? ya Cila anaknya angkatnya orang tuanya. Cila baru beberapa hari diadopsi oleh keluarganya Arkan.
Awalannya Arkan menolak, jika orangtuanya mengadopsi anak. Namun, saat dirinya melihat anak kecil cantik ini, tiba tiba rasa kesal Arkan menghilang.
Jadi sampai sini kalian ga kepo kan sama Cila siapa? jadi Cila adik angkatnya Arkan. Kenapa Arkan dipanggil om, karna Cila sendiri yang pengen. Padahal Arkan udah bilang ke Cila jangan panggil om tapi Cila tetap kekeh ingin tetap manggil Arkan dengan om Arkan. Kalo kata cila "om Arkan tuh, udah om om!"
Setelah mamahnya Arkan pergi dirinya kembali ke Cila lalu mengajak Cila untuk pergi dari markas. Ya dirinya mengajak cila ke Mall, jam itu menunjukkan pukul 12 siang hari. Namun saat Arkan sedang bersama Cila dirinya melihat Aya sedang memakan eskrim. Tanpa ragu ragu Arkan langsung menjahili Aya.
"Cila om boleh minta tolong ga?" membisikan ketelinga Cila.
"Apa om?" dirinya melirik arkan.
"Cila duduk dideket kaka itu," perintah Arkan, yang menjuk kearah Aya. dan sedang duduk memakan eskrim.
"Okey om," balas Cila mengangguk, lalu pergi berjalan mendekati Aya.
Cila pun duduk disebelah Aya. Dan membuat Aya kaget, tiba tiba datang seorang anak kecil yang tidak tahu siapa orangtuanya. Aya pun mencoba bertanya kepada Cila.
"Hai adik kecil, kamu ngapain disini?" Aya menengok kearah Cila
Tbc.
Next ganih?? kalo next spam komen yaa babayyy gaiss...
KAMU SEDANG MEMBACA
Bunga Terakhir [TERBIT]
Teen Fiction[Cover By : Canva application] 📌Ada beberapa chapter yang belum di revisi jadi mohon maaf jika kesannya aneh, selamat membaca ʘᴗʘ ------------------------------------------------------------------------ "Aku tutup cerita kita ya. Selamat bahagia...
![Bunga Terakhir [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/337749548-64-k226914.jpg)