Lebih baik mengalah, dari pada harus mengorbankan hal yang bodoh!
Ketua Black moon
13-07-22.
✿Happy reading..✿
-
-
"Aya!" Panggil Arkan.
Kini Aya, yang sedang duduk bersama Bian. Aya yang sedang menulis, ya hobi Aya yaitu menulis apapun yang hal terjadi.
Aya yang mendekati Arkan, "Kenapa Ar?" tanya Aya.
"Oh ga jajdi deh, lo lagi asik kan? yaudah gua pergi dulu." tanpa penjelasan Arkan langsung pergi begitu saja.
Membuat Aya bingung, ada apa dengan Arkan? mana mungkin Arkan cemburu? tapi kenyataannya benar.
***
Dipagi hari yang cerah, Aya tergesah gesah menuju kesekolah dirinya sudah terlambat pergi ke sekolah.
Saat dirinya akan pergi ke sekolah Aya melihat satu foto, foto itu terlihat seorang anak kecil cewe dengan 2 cowo. Namun, terdapat sobekan dipoto itu.
Saat Aya memperhatikan foto itu, dirinya hampir saja lupa jika tidak melihat jam. Mungkin saja dirinya akan dihukum dilapangan, bisa bisa dimarahi ayah.
Aya buru buru, dan langsung memasukan foto itu kedalam tas miliknya. Lalu pergi diantar mang didi.
Diperjalanan Aya memikirkan siapa seseorang itu? Apa teman masa kecilnya? lalu mengapa robek? mengapa dirinya lupa. Namun Aya tidak terlalu memikirkannya, karna dirinya mencoba melupakan sejenak masalah foto itu. Karna sekarang dirinya lupa bawah ada ujian kimia hampir saja lupa.
"Tringggg....", bunyi handphone milik Aya.
"Hallo?iya biii."
"....."
"Oh iya, maaf ya biii aku buru buru sampe lupa kalo kamu mau jemput."
"......"
"Iya sampe ketemu dikelas, sekali lagi maaf ya bii."
"....."
"Okee siap bii."
Akhirnya sampai disekolah, dirinya buru buru pergi kekelas karna tidak ingin dihukum keliling lapang atau membersihkan gudang.
"Huhh cape banget lari," gumannya dirinya.
Tidak ada angin Tidak ada hujan, tiba tiba Langit menjwer telinga Aya tanpa alasan. Sontak Aya kaget dan meringis kesakitan.
"Aish, apan sihh gajelas tiba tiba jewer aku!" ketus Aya.
"Kamu ga liat lantai basah? liat Nina tuh!" Langit menunjukkan kearah Nina yang sedang mengepel lantai kelas.
Dengan tanpa dosanya Aya tersenyum lalu naik keatas kursi berkata, "hehehe sorry gais," memberikan tangan tanda maaf.
"Makannya liat dulu peaa!" ledek Langit, yang kesal. Siapa yang tidak kesal? karna dirinya jadwal piket kelas hari itu.
"Ya maaf dong! Yudah sini aku pel bagian yang aku injek," ucap Aya, mendekati Nina sambil meminta lap pelnya. Namun Nina geleng geleng.
"Gausah Aya biarin aja, si langit yang dimarahin pa damar!" ujar Putra.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bunga Terakhir [TERBIT]
Подростковая литература[Cover By : Canva application] 📌Ada beberapa chapter yang belum di revisi jadi mohon maaf jika kesannya aneh, selamat membaca ʘᴗʘ ------------------------------------------------------------------------ "Aku tutup cerita kita ya. Selamat bahagia...
![Bunga Terakhir [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/337749548-64-k226914.jpg)