4 KALI UPDATE DALAM SEHARI NIH!
BILANG APA SAMA AKU??? 😣😣😣
💰
"Ini masih kurang. Lagi pula, kenapa kamu datangnya telat? Bukannya waktu tenggatnya sampai bulan kemarin, ya?"
Bocah itu tersentak kaget ketika pria yang ada di hadapannya malah berkata seperti itu.
"M-maaf, Om. Soalnya aku baru punya uangnya sekarang.."
"Kamu pikir dengan kami tidak menagih di bulan kemarin kami akan diam aja?"
"Utang tetap utang, nak. Kamu harus membayar semuanya sekarang."
Kedua bola mata bulat cerah itu membelalak kaget ketika mendengar pertanyataan itu.
"S-sekarang? T-tapi aku udah ngga punya uang lagi, Om.. Itu aja udah semuanya aku ambil dari tabunganku."
"Kamu pikir kami peduli dengan itu? Pokoknya, saya tidak mau tau. Kamu harus membayar sisanya sekarang juga."
"Om t-tapi.."
Di loket sebelah, ada satu pria tubuh tinggi yang tiba-tiba datang menghampiri seseorang.
"Gimana? Udah belum?"
"Udah, Pak. M-makasih, Pak."
"Sama-sama, lain kali jangan kayak gini lagi, ya? Kalau mau pinjam uang, langsung ke Bank Negara yang sah. Paham?"
"P-paham, Pak. Sekali lagi, saya minta maaf karena sudah merepotkan Bapak."
"It's okey."
"Tidak ada tapi-tapi."
"Kalau kamu tidak bisa membayar semuanya, sesuai konsekuensi. rumah kalian akan segera kami sita."
"O-OM?! JANGAN OM! Nanti aku sama Papa mau tinggal dimana kalau rumahnya di sita? OM!"
Pria bertubuh tinggi itu menoleh karena teriakan yang ada di loket sebelah. Lalu mengeryit saat melihat ada seseorang yang sedang memohon pada pria penjaga loket itu.
Ia seperti hafal pada sweater yang di pakai olehnya.
Juga dengan suaranya, yang sangat familiar di pendengarannya.
"Kamu boleh pulang sekarang."
"B-baik. Makasih banyak Pak!"
Pria itu mengangguk, lalu berjalan perlahan ke area loket sebelah.
"Om.. Aku mohon.."
"Jangan sita rumah kami—"
"Tidak bisa, nak. Ketentuannya sudah seperti itu."
"OM! AKU MOHON.."
Suara jeritannya semakin membuat pria itu panik. Ia semakin mempercepat langkahnya untuk menemui orang itu dan membalikan tubuhnya dengan cepat.
"OM—"
Pria itu membelakakan matanya saat sudah bisa melihat wajah orang itu.
Dan ternyata benar firasatnya,
"K-kamu?"
"D-DADDY?!"
Ya, pria itu adalah Kim Taehyung, yang saat ini tidak sengaja bertemu dengan Jeongguk di salah satu kantor rentenir yang terletak di sudut kota.
"God.. K-kamu kenapa bisa ada disini, sayang?"
Bocah itu tidak menjawab, kini ia malah memperlihatkan bibirnya yang bergetar seperti menahan tangis.
Karena ia tak menjawab, maka Taehyung lebih memilih untuk mendekat pada loket itu dan meminta secarik surat yang sedang di pegang oleh si penjaga.
Bocah itu menunduk saat Sugar Daddy-nya kini sedang membaca rentetan kalimat yang tertera di kertas tersebut.
Pria itu kembali mendongak menatap bocah itu, tangan besarnya di gunakan untuk mengangkat dagu si bocah dengan perlahan.
"Kenapa tidak cerita? Heum?"
Bocah yang kini sudah menangis dalam diam pun hanya menatap pria itu dengan mata yang sudah basah, tak mau menjawab.
Taehyung menghembuskan nafasnya kasar.
Bagaimana bisa? Bocah seumurannya sudah berani datang ke tempat seperti ini?
Dan ternyata, tujuannya hanya untuk membayar semua utang sang Papa?
Pria itu sedang mencerna semua yang terjadi. Ia memijat pelipisnya sejenak.
"Lihat saya."
"G-gamau.."
"Lihat Daddy, sayang."
Akhirnya, bocah itu menurut dan mulai mendongakan kepalanya untuk menatap manik kembar pria di hadapannya.
"Apa uang yang selama ini Daddy kasih, kamu bayarkan untuk ini?"
Jeongguk tak bergeming, ia belum berani menjawab.
"Ratusan juta, dalam waktu dua bulan. hasil dari kerja kamu dengan saya. Iya?"
"Daddy.." elak Jeongguk pelan.
"Jawab Daddy."
Lalu, pemuda yang tingginya lebih rendah dari pria itu akhirnya mengangguk menyetujui.
Taehyung memalingkan wajahnya lalu menghembuskan nafasnya, sedikit kecewa.
"Oh God.."
"M-maaf.. A-aku minta maaf Daddy."
"Abisnya, kalau aku ngga bayar utangnya, nanti rumah kita akan di sita.. D-dan aku gamau hal itu terjadi.."
"Nanti aku sama Papa mau tinggal dimana kalau rumahnya di sita.."
Bocah itu mencoba menjelaskan, dan Taehyung hanya terdiam penuh kecemasan.
Sempat ada jeda beberapa waktu, mereka berdua hanya saling diam, sampai akhirnya, pria itu meninggalkan Jeongguk dan berjalan ke arah loket.
Bocah itu hanya memperhatikannya dari jauh dengan ekspresi yang ketakutan.
"Saya urus ini semua sampai selesai." tutur pria itu dengan santai pada si penjaga loket.
"Baik, Pak."
Taehyung datang, untuk membantu salah satu karyawannya yang terlilit hutang rentenir.
Tapi ternyata, tidak hanya itu.
Ia datang, untuk membantu Sugar Baby nya juga.
💰
Jeongguk pasti bakal segan sama Taehyung, soalnya sugar daddy nya udah kelewat baik banget.
Terus? Kedepannya harus gimana nih guys?
Ada request? 😋😂
btw, Ramein dulu kolom komentarnya dong guys :(
Masa yang baca banyak tapi komennya sepi sih 😞
Biar akunya MAKIN SEMANGAT juga update chapter selanjutnya.
Bisa kan?
KAMU SEDANG MEMBACA
Sugar Daddy - taekook ☑
FanfictionJeongguk itu terlalu polos. tapi dia berhasil mendapatkan Sugar Daddy-nya.
