Pada suatu hari, di mana harusnya aku menghabiskan waktu tenggelam dalam pekerjaanku, kedamaianku, seperti biasa.
"Apa yang membawamu kemari, El?"
"Apakah kau tahu lagu berjudul Scarborough Fair, Gill?"
Dia, senyum ramah itu, dan segala misteri dalam kalimat yang keluar dari mulutnya.
"Seperti yang sedang kaulihat, aku sibuk. Tidak ada waktu untuk meladeni teka-teki kecilmu."
"Aku mendengar satu yang dibuat kembali oleh musisi perempuan dari Jepang puluhan tahun lalu. POV-nya menjadi dari sisi sang wanita. Kau tahu, liriknya berbunyi,
Tell him to make me a cambric shirt,
Parsley, sage, rosemary, and thyme,
Without no seams nor needle work,
Then he'll be a true love of mine.
Ketika lagu itu nyanyikan oleh Simon dan Garfunkel, aku mendengarnya dengan kesal sekali. Tapi ketika itu dinyanyikan oleh penyanyi wanita, musisi perempuan dari Jepang yang tadi kubilang, rasanya mengingatkanku padamu."
Ah, jadi ini maksud kedatangannya.
Aku menutup laptop, kemudian mengesampingkan benda itu, beserta beberapa tumpuk dokumen, pulpen dan apa pun yang mengganggu kakiku untuk terangkat ke atas meja. Elliot masih tersenyum lebar saat melihatku akhirnya memberikan seluruh perhatianku padanya, sambil bersandar di kursi kerjaku dan menyilangkan kaki di atas meja.
"Kau, bocah tengil, tahu apa memangnya? Kau ingin meminjam uang atau apa?"
Elliot tertawa terbahak-bahak di tempatnya duduk bermalas-malasan di sofa tempatku menerima tamu.
"Aku tahu kau melakukan semua pekerjaan gila, Gilbert. Baik di militer—aku mendengarnya dari ayahku dan anak-anak buahnya. Tenang, aku tahu itu rahasia—dan pekerjaan di kantor seperti ini, yang umumnya tidak akan bisa dilakukan oleh manusia normal tanpa menjadi gila atau masuk rumah sakit karena kelelahan. Semua itu demi menjadi kekasih sejati seorang wanita—"
"Aku tidak ada waktu untuk mendengarkan omong kosong—"
"Ophelia hamil. Apa kau tahu itu?"
Lidahku mendorong gigiku sendiri, dan begitu aku sadar, kakiku sudah kembali di atas lantai. Salah satunya menghentak-hentak dengan kecepatan yang mengkhawatirkan, membuat suara berulang-ulang yang mengganggu. Sedangkan satu jariku mengetuk-ketuk di atas meja, tak kalah meresahkannya.
Aku berdiri dan menghentikan tingkah bodohku itu.
"Dari mana kau tahu nama itu?"
"Aku mengenalmu. Sejak kematian Meredith, hanya akulah sahabatmu yang tersisa, kau tahu. Lagi pula kita memiliki banyak kesamaan, mudah bagiku untuk membacamu, Sobat. Tentu saja, aku dan Meredith pun tahu gadis yang berusaha kaulupakan karena tidak ingin dicap sebagai pedofil, sampai-sampai kau mengencani sahabatmu sendiri meski kau tidak pernah memiliki perasaan lebih kepada Meredith-ku yang malang." Matanya yang biru terang itu menilikku, seakan dia bisa melihat sesuatu yang aku sendiri tak mengetahuinya. "Jadi kau tidak tahu?"
"Aku tahu."
Aku tidak boleh membiarkan bocah sialan ini melihat lebih banyak. Pemandangan di luar, ya, sebaiknya aku berjalan ke pinggiran ruangan, dan berdiri di sana, melihat apa pun yang bisa dilihat dari atas sini.
"Apakah kau masih patah hati, Gill?"
"Kau masih terlalu muda untuk memahami apa itu patah hati, El."
Hening sejenak, kemudian Elliot terkekeh kecil. Aku masih tidak berniat untuk menoleh dan memandangnya.
"Mungkin tidak seperti yang kaurasakan, tapi untuk titik tertentu, mungkin aku bisa memahaminya."
Ah, rasa bersalah tiba-tiba menggelitik punggungku. Elliot kehilangan ibu yang sangat dia sayangi dengan cara yang paling mengenaskan. Orang bilang, seorang ibu adalah cinta pertama seorang anak laki-laki. Aku jelas bukan salah satu bukti nyata dari pernyataan itu. Bahkan terdengar seperti lawakan tidak lucu bagiku. Tapi cerita Elliot sangat berbeda. Ibunya adalah wanita kulit hitam yang sangat cantik, berhati mulia, berwibawa dan berkharisma. Wanita itu adalah wanita sejati yang menyayangi orang-orangnya dan melindungi mereka seperti induk ayam melindungi anak-anak ayamnya. Dari apa yang kudengar sebelum kasus mendunia itu, semua orang akan merasa hangat ketika berada di sekitar wanita itu. Dan kehilangan sang ibu yang luar biasa seperti itu membuat Elliot menjadi sosok yang paling patah hati seumur hidupnya. Wanita yang sama dikabarkan melarikan diri dari suaminya, membawa harta kekayaan kerajaan dan hilang kabar. Wanita yang pada dasarnya adalah seorang milyarder sendiri bahkan sebelum menikah dengan Si Pangeran?
KAMU SEDANG MEMBACA
Her POV (COMPLETED)
RomanceDia cantik, tubuhnya molek, rambutnya indah, matanya memukau. Dia berasal dari keluarga terpandang. Sikapnya anggun dan selalu berpakaian dengan santun. Senyumnya ramah, dan semua orang mencintainya. Tapi kemudian, kami menghancurkan dunianya yang g...
