Ujian untuk menjadi pengawal pribadi Nona Benilli tidaklah seberat yang kukira.Tapi tak semudah yang kupikirkan juga. Aku mungkin bukan yang paling cerdas di kelas, tapi tidak akan ada yang mengalahkanku masalah otot. Itu mutlak, aku sudah mengetahui tubuhku tumbuh lebih cepat dan lebih besar daripada rekan-rekan pelautku dulu. Tapi kondisiku itu tentu, tidak akan memudahkan jalanku begitu saja. Bukan masalah ujiannya, tapi desakan mental selama ujian itu tidak main-main. Siapa yang akan menyangka bahwa Tuan Muda Meyer sendiri akan mengamati sepanjang semua tes berjalan. Kehadirannya saja sudah membuat para peserta tes merasakan dingin di punggung kami. Terlebih, aku tahu, Tuan Muda sering sekali mengikuti pergerakanku dari ujung matanya yang tajam itu.
Tidak seperti aku mengeluh. Tes ini adalah untuk menentukan standar keamanan dari aset paling berharga milik keluarga bangsawan, jadi apa yang dilakukan Tuan Muda jelaslah beralasan.
"Kau bisa bekerja mulai minggu depan, Tuan Greenwell," ucap Tuan Muda Meyer di saat akhir sesi pengumuman hasil.
"Saya bisa bekerja mulai besok jika Anda berkenan, Tuan Meyer. Atau bahkan hari ini, saat ini juga."
Tuan Muda Meyer memberiku kerutan di dahi, kemudian dia tertawa kecil. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku melihat betapa seorang pria bisa menjadi begitu tampan ketika tertawa. Tentu, pujian itu tidak keluar dari tempat yang romantis, tapi aku menjadi semakin terinspirasi oleh pria luar biasa ini.
Wajar, pria ini adalah cinta pertama Nona Benilli, bukan?
Tentu saja harus pria ini.
Jika bukan, aku tidak akan terima dengan lapang dada.
"Kau sangat menyukai Ophelia, bukan begitu?"
"Ya," jawabku cepat. Aku harus bersikap tegas, di saat seperti ini, bukan? Aku memang sangat menghormati orang ini sejak aku kecil, tapi itu tidak berarti pandanganku tentang betapa berbahayanya sosok lain di balik mata biru gelap itu, berubah. "Saya serius tentang ingin mendedikasikan hidup saya demi melindungi keluarga Benilli yang tersisa."
Tuan Muda Meyer mengangguk sekali. "Kau bisa membaca kontrak kerjanya dulu. Masa percobaannya enam bulan. Dan gajinya—"
Tuan Muda Meyer menghentikan kalimatnya tepat setelah aku menandatangani surat itu. Aku mendongak untuk melihat, kenapa dia berhenti bicara. Mata biru itu sedang menatap pen di tanganku.
"Kau ... tidak membacanya," ucap Tuan Muda pelan.
"Apa saya harus?"
Tuan Muda tidak berkata apa pun lagi. Dia hanya mengamatiku lalu memiringkan kepalanya. Dia tersenyum. Kemudian mengistirahatkan punggungnya di sandaran sofa. Tubuhnya terlihat lebih rileks meski dia sama sekali tidak mengendorkan kewaspadaannya di depanku.
"Aku bisa menulis sesuatu yang buruk di sana."
"Saya yakin Anda tidak akan melakukan hal itu kepada saya."
"Kenapa kau bisa yakin, Tuan Greenwell?"
Jawabannya sudah pasti.
"Karena Tuan Muda menyayangi Nona Benilli sejak beliau masih kecil. Tuan tidak akan bermain-main masalah keamanan Nona Benilli yang mana itu secara umum berkaitan dengan diri saya sebagai penjaganya. Dengan Tuan Muda menerima saya sebagai pengawal pribadi Nona, itu berarti, Tuan Muda telah mengakui keberadaan saya. Dan itu adalah sebuah kehormatan. Saya tidak membutuhkan hal lain lagi."
Senyum yang terlihat luar biasa tadi hilang. Pria itu malah ... entah kenapa terlihat sedih. Tapi dia masih tetap tersenyum.
Kenapa?
Kenapa orang-orang ini suka sekali tersenyum ketika mereka bahkan tidak ingin tersenyum?
Kenapa mereka, Tuan Muda dan Nona Benilli, suka sekali memaksakan diri?
KAMU SEDANG MEMBACA
Her POV (COMPLETED)
RomanceDia cantik, tubuhnya molek, rambutnya indah, matanya memukau. Dia berasal dari keluarga terpandang. Sikapnya anggun dan selalu berpakaian dengan santun. Senyumnya ramah, dan semua orang mencintainya. Tapi kemudian, kami menghancurkan dunianya yang g...
