13 - Gilbert - A Dog

82 20 0
                                        

"Tuan Muda? Saya tidak tahu Anda akan kembali ke mansion malam ini."

"Apakah Ophie sedang tidur di kamarnya, Ben?"

"Betul, Tuan."

Memangnya siapa yang akan menyangka aku akan menyerahkan waktu istirahatku yang berharga untuk jauh-jauh pulang kemari demi melihat Ophelia tidur? Aku sendiri juga tidak benar-benar memahami apa yang sedang kulakukan. Aku membiarkan sensor pengaman memindai wajahku untuk akses masuk ke ruangan Sang Putri. Dan di sana aku melihat pemandangan yang cukup ... aneh.

Ophelia tidak suka tidur sendirian. Karena madam Selene selalu menemaninya tidur dan memanjakannya. Jadi, saat dia terpaksa harus tidur sendirian, dia akan memeluk boneka-boneka setinggi tubuhnya (atau bahkan lebih tinggi) sebagai teman tidur. Tapi bonekanya kali ini sanggat mengganggu.

Rufus Greenwell ada di sana. Pria itu terbangun saat mendengarku memasuki ruangan. Dan tangannya sudah berada di dalam jasnya, bersiap mengambil senjata. Tapi aku sempat melihat dari mana dia terbangun. Dia tidur di atas lantai, dengan posisi duduk, sedangkan kepalanya tertidur di dekat telapak kaki Ophelia. Seperti seekor anjing. Anjing penjaga raksasa dengan mata abu-abu yang menyala dalam gelapnya ruangan.

"Tuan—"

Aku menunjukkan telapak tanganku padanya. Sebuah isyarat untuk memutus basa basi itu. Rufus segara menunduk, memahami maksudku untuk tidak membangunkan gadis yang tengah tertidur itu hanya karena basa-basi kami. Tidak seperti pelayan lain, dia tidak memberikan gestur hormat pada keluarga Meyer seperti diriku. Dia hanya membungkuk pada Ophelia Benilli. Sejujurnya, aku sama sekali tidak mempermasalahkan hal kecil seperti itu. Tapi kesetiaan berlebihan itu tak urung membuatku merasa risih.

"Nona baru saja tertidur."

Bisikan Rufus merambat di udara dingin di ruangan. Dia menatap majikannya lalu menatapku dengan pandangan yang sama sekali berbeda. Kauingin agar aku pergi saja dan tidak mengganggu Ophie? Bodoh sekali.

"Keluar."

Tidak ada jawaban.

Pria gila itu.

"Kau tidak mendengarkan."

"Nona meminta saya untuk tetap di sisinya hingga beliau terbangun."

"Aku yang akan menemaninya saat dia terbangun. Sekarang pergilah ke ruanganmu dan beristirahatlah."

Matanya yang abu-abu itu menatapku kemudian menatap tubuh molek Ophelia yang terbaring di atas ranjang.

Raksasa bajingan. Kaupikir setelah aku memberimu kesempatan, kau bebas mengedarkan pandangan gilamu itu ke sesuatu yang tidak pada tempatnya?

"Kau pasti sudah hilang akal, Rufus Greenwell," ucapku setelah menghalangi pandangan Rufus ke arah Ophelia.

"Saya harus berada di sisinya. Saya harus melindungi Nona bahkan dari Anda, Tuan Muda."

Rahasia kecil itu.

Dia bersikeras seperti ini karena dia tidak bisa menghilangkan bayangan aku membunuh Mario di hadapannya waktu itu.

"Jangan melupakan dari mana kau berasal, Rufus Greenwell. Ophelia sudah dalam perlindungan kami sejak dia memasuki mansion ke keluarga Meyer. Dan kau tahu, aku adalah pria yang akan melakukan apa pun untuk memastikan Ophelia aman dan bahagia bahkan jika itu berarti aku memberikan izin kepada anjing sepertimu memasuki kehidupannya."

Pria besar itu mengepalkan tangannya. Matanya yang kelabu berkilat di antara gelap malam. Kemudian ia memejamkan mata itu erat-erat sebelum akhirnya membalikkan badan, dan berjalan ke arah pintu.

Her POV (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang