19 - Gilbert - Fictional Men

78 16 0
                                        

"Constantine mengirim undangan?" ulangku tidak percaya mendengar ucapan Ibunda.

Tidak masuk akal.

"Pria itu? Indulf Constantine?"

Bahkan Ayahanda pun tidak membayangkan itu terjadi.

"Bukankah Indulf Constantine adalah saudara jauh dari pihak ibuku? Undangan ini pasti datang karena dia tahu aku tinggal di sini bersama kalian!"

Ophie, tolong jangan memperkeruh suasana dengan suara riangmu yang seakan tak mengerti jahatnya dunia. Tapi memang, gadis ini tidak pernah keluar dari perlindungan dua keluarga Bangsawan besar. Tentu saja dia tidak tahu betapa keras hidup di luar sana.

"Undangan itu datang pagi ini. Aku belum menulis balasan," ucap Ibunda, dengan tenang menjawab, mencoba untuk membalas nada riang Ophelia. Tapi baik aku dan Ayahanda tahu, jika tidak ada kehadiran Ophelia di tempat ini, cangkir teh yang sedang dibawa Ibunda pasti sudah hancur terbanting di dinding atau ke lantai.

Mata Ibunda yang biru kelam, hampir terlihat hitam selegam rambutnya, melirik padaku dan Ayah, seakan meminta kami untuk menata kembali sikap kami yang mulai terlihat seperti anjing tersesat yang kebingungan, hilang arah. Tapi, Ibundaku yang mulia, aku memanglah sedang tersesat saat ini.

Sejak beberapa hari lalu setelah aku membaca pesan yang ada di buku milik Ibunda beberapa waktu lalu, isi kepalaku berputar-putar mencari cara bagaimana aku bisa diam-diam memasuki kediaman bangsawan tua gila itu dan menghabisinya tanpa sisa. Entah dewi keberuntungan sedang berada di pihakku atau bagaimana, orang gila itu; Constantine, malah mengundang kami ke pesta ulang tahunnya yang akan diadakan dua minggu lagi. Lebih tepatnya, mengundang keluarga Duchess Oldenburg, nama keluarga Ibunda sebelum mendapatkan marga Meyer dari Ayahanda.

"Constantine dan Oldenburg tidak pernah berada dalam hubungan dekat atau menjalin kerja sama sebelumnya. Meski begitu, kami tidak pernah berada dalam perselisihan apa pun. Mengingat saudara jauh keluarga Constantine berada dalam perlindungan keluarga Meyer yang tak lain adalah bagian dari keluarga Oldenburg, seperti kata Ophelia tadi, maka ini adalah tindakan wajar untuknya mengundang kita sekarang setelah sekian lama," lanjut Ibunda saat tangannya memotong makanan di atas piring.

"Semua orang tahu apa yang diinginkan pria itu, Istriku. Ah, ada-ada saja hal yang benar-benar membuatku stres belakangan ini. Sayang, sebaiknya kita pergi berlibur untuk menenangkan pikiran," ujar Ayah melepaskan jurusnya.

"Not you turn everything to be some reasons to take me to date, Husband. Terlebih di saat seperti ini," balas Ibunda dengan tenang menangkis jurus Ayahanda dengan sangat elegan. Hebat seperti biasa.

"Aku ingin bertemu dengan pamanku. Apakah boleh aku ikut pesta itu, Mikaela?"

"Tidak," jawab kami serempak tanpa perlu perjanjian sebelumnya.

Mata bulat Ophelia yang lentik melihat kami bergantian dengan terheran-heran. Pundaknya yang tadi naik penuh antusias, kini melorot dan kepala kecilnya menunduk di atas piring. Aku, Ibunda dan Ayahanda ganti bertukar pandang selama semenit untuk menyalahkan satu sama lain, sebelum akhirnya Ibunda memenangkan perdebatan sedetik kami dan mulai mengeluarkan jurus-jurusnya ke arah Ophelia.

"Virus mematikan itu masih di luar sana, My Dearest Fawn," bujuk Ibunda.

Ayahanda mengangguk beberapa kali setelah berpura-puta tenang dan memasukkan sepotong daging ke dalam mulutnya. "Kami tidak akan berangkat karena itu. Kau tahu, lockdown."

"Terlalu berbahaya untukmu keluar ke khalayak umum seperti itu, Ophie," tambahku.

"Tapi Gill," kerutan kecil-kecil samar di kening Ophelia menarik perhatian mataku ke arahnya. "Kalian selalu keluar rumah sepanjang waktu. Apakah aku tidak boleh pergi ke kediaman keluargaku sebentar saja untuk merayakan hari-hari bahagia mereka? Lagi pula, kau selalu akan menemaniku di sana, bukan? Rufus juga ada di sisiku jika Gill harus pergi untuk menemui seseorang yang mungkin kaukenal di sana. Jadi, bukankah semuanya akan baik-baik saja? Alu berjanji akan selalu memakai masker."

Her POV (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang