Maid, Mine 3

205 33 14
                                        

Hi guys

Jangan lupa vote dan komen

Terima kasih












Setelah kejadian di dalam kamar mandi itu, Sohyun mencoba menjaga jarak dengan Jungkook, apa lagi pagi ini rumah sedang kerepotan oleh berita nyonya besar akan menginap di rumah kedua orang tuanya yang ada di luar kota entah sampai kapan. Sohyun ikut membereskan barang barang yang akan di bawa Hyunji bersama maid lainnya.

Karena kehamilan yang kedua ini Hyunji agak manja dan ingin lebih banyak di perhatikan, apa lagi Hyunji juga merasa bosan di rumah sendirian karena Jungkook selalu sibuk bekerja.

Karena masih sekolah, Yuri tidak ikut dengan ibunya keluar kota kerumah neneknya. Yuri tetep di rumah jungkook bersama maid yang lain terkhusus Sohyun. Yuri jadi lebih banyak menghabiskan waktu dengan Sohyun. Dari mulai bermain, belajar, hingga tidur bersama. Tapi kali ini Sohyun tidak akan ketiduran seperti kemarin. Sohyun tidak mau kejadian seperti dulu terulang lagi.

Saat Yuri sudah tidur, Sohyun buru buru pulang. Sebisa mungkin dia tidak ingin kembali bertemu dengan Jungkook.

*

"Hyun-ah, besok aku akan pergi bersama Hoseok Hyung keluar kota. Mungkin satu minggu"

"Memangnya ada perlu apa jika aku boleh tau"

"Hoesok Hyung akan mengajakku berbisnis. Kau tau bukan dia sekarang jadi kaya raya. Jadi aku ingin mengikuti jejaknya"

"Lalu bagaimana dengan Naen? Siapa yang akan menjaganya hingga aku pulang?"

"Kau tinggal minta bibi Choi menambah jam untuk mengasuh Naen. Bereskan. Sudahlah aku tidak mau berdebat denganmu yang jelas aku besok berangkat pagi" Jimin meninggalakan meja makan dan melewati makan malamnya.

Sohyun hanya tidak mau sang suami terjerumus dalam hal hal negatif, apa lagi bisnis yang tidak jelas asal usulnya.

Tapi balik lagi, Sohyun hanya bisa diam dan mendukung sang suami. Sohyun tidak mau di cap sebagai istri yang tidak mendukung. Apa lagi Jimin sudah mau bangkit lagi dan mencari pekerjaan. Sohyun hanya bisa berdoa yang terbaik untuk Jimin.

*
*

Sudah tiga hari berlalu sejak kejadian di dalam bathtub. Apa lagi sang nyonya juga sedang tidak ada dirumah. Selesai melakukan pekerjaannya Sohyun akan menghabiskan waktunya bersana Yuri. Hingga malam dan begitu seterusnya.

Tapi malam itu, saat Sohyun berhasil keluar dari kamar Yuri sebuah tangan membekap mulutnya dan membawanya masuk kedalam sebuh ruangan. Sohyun hampir kehilangan nyawanya karena terkejut, Sohyun takut.

Tapi ketakutannya itu menguap begitu saja saat Sohyun baru tersadar dengan harum parfum yang tercium. Tidak salah lagi, ini harum tubuh Jungkook.

"Tu-tuan. A-apa yang tuan lakukan? Kenapa membawaku ke sini?" Cerca Sohyun yang masih tidak mengerti kenapa Jungkook membawanya masuk ke dalam ruang kerjanya.

"Kenapa kau menghindariku?" Jungkook menghimpit Sohyun ke dinding.

"I-itu, karena — apa yang tuan lakukan sudah melewati batas. A-aku tidak mau kejadian malam itu membuatku kehilangan pekerjaan dan bahkan hinaan, aku hanya —"

Tidak siap dengan serangan yang tiba tiba di lakukan Jungkook membuat nafas Sohyun tercekat. Jungkook mencium bibir Sohyun yang masih mencoba menjelaskan.

"Tuan!!" Sohyun mendorong paksa dada bidang Jungkook akan melepas ciuman sepihaknya.

"Aku menginginkanmu Kim Sohyun" Sohyun melotot saat kata kata itu keluar dari dalam mulut Jungkook yang berbau alkohol. Sohyun yakin ucapan baruan hanyalah ucapan melantur karena mabuk.

OneshootTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang