Hi guys
Maaf lahir batin semua
"Ikutlah bekerja denganku, kebetulan majikanku sedang mencari maid lagi. Apa lagi tuanku itu orang kaya dia pemilik mall besar yang bulan lalu kita kunjungi. Gajimu bisa menghidupimu dan juga putri mu" ucap Saera meyakinkan Sohyun sang sahabat yang sedang mengeluh kesulitan ekonomi. Karena sang suami sudah lama menganggur dan hanya di rumah saja.
"Baiklah. Kapan aku bisa bekerja" tanya Sohyun.
"Besok. Ikut denganku ke sana" ucap Saera penuh semangat.
Setelah bertemu dengan sang sahabat di cafe langganan mereka, Sohyun pun pulang ke rumah sewa sederhananya.
Saat membuka pintu tercium bau alkohol yang sangat menyengat. Pemandangan biasa yang sering Sohyun lihat semenjak sang suami kena PHK.
"Eomma!!" Seru Naen putrinya yang berusia lima tahun berhambur memeluknya. Padahal Sohyun sudah memberitau sang suami untuk tidak minum minum di depan putri mereka tapi lihat Jimin melanggarnya lagi.
"Eoh. Yeobo. Kau sudah pulang? Ayo minum bersamaku di sini" ucap Jimin dengan suara khas orang mabuk. Sohyun hanya bisa menggelangkan kepalanya melihat kelakuan Jimin. Padahal baru di tinggal satu jam saja sudah seperti ini.
Tidak mau sang putri melihat lebih jauh aksi mabuk ayahnya, Sohyun membawa Naen ke luar dari rumah sewa itu ke taman yang ada di taman.
Hampir setiap sore, Sohyun sering membawa Naen ke taman. Agar putrinya tidak suntuk atau bosan di rumah.
"Eomma" seru Naen yang sedang bermain ayunan sendirian melambaikan tangan ceria. Sohyun membalas seruan sang putri dengan senyum yang di paksakan.
Sohyun sedang memikirkan siapa yang akan menjaga Naen saat dirinya bekerja. Apa Jimin bisa di andalkan? Sohyun rasa tidak. Mau tidak mau Sohyun harus menggunakan tabungannya untuk menyewa seorang pengasuh. Karena tidak mungkin menitipkan Naen di tangan Jimin yang sering mabuk mabukan dan lalai.
*
*
Ke esokan harinya, Saera sudah menunggu Sohyun di halte bus. Mereka janjian di sana.
Dengan sedikit berlari, Sohyun sampai juga di halte.
"Maaf, aku terlambat"
"Rambutmu basah. Aah, kau habis bermain semalam rupanya" ledek Saera saat melihat rambut Sohyun yang basah. Sohyun hanya bisa tersenyum canggung saat Saera menyindirnya.
Meski pun Jimin tidak bekerja, tapi kewajiban Sohyun sebagai istri harus tetap di jalaninya. Untung saja Jimin memberikan ijin pada Sohyun untuk bekerja di tempat Saera bekerja.
Bus yang mereka tunggupun tiba. Sohyun dan Saera segera naik ke dalam bus itu. Selama di perjalanan Saera terus memberikan arahan pada Sohyun soal pekerjaannya di sana. Intinya dia harus lebih hati hati karena istri majikannya saat ini sedang hamil. Dia wanita yang rewel dan cerewet untuk urusan rumah. Apa lagi saat ini sang majikan sedang hamil jadi semakin cerewet dan menyebalkan. Begitu kata Saera.
Satu jam lamanya perjalanan ke rumah megah dan mewah milik majikan Saera. Sohyun tak kuasa menahan kekagumannya akan rumah yang sering di liatnya di film film ada nyata di hadapannya. Ternyata orang kaya itu nyata, itu pikir Sohyun.
Setelah di dalam, Saera membawa Sohyun ke hadapan kepala pelayan yang bernama Hwang Nani. Setalah di wawancarai sedikit tentang riwayat kesehatan Sohyun, Nani pun menyetujuin Sohyun untuk bekerja di sana.
Hari itu sangat melelahkan, karena Sohyun harus membersihkan rumah yang luas dan luasnya tidak masuk akal bagi Sohyun. Meskipun tidak sendiri tapi tetap saja melelahkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Oneshoot
Hayran KurguKhusus kapal BTS dan Kim Sohyun yang gak suka abaikan yang penasaran boleh lah mampir 18+
