Hi best
Jangan lupa vote dan komennya
Kasih tau akau kalau ada typo
Malam terasa sunyi senyap, hanya ada suara serangga malam yang menemani malam Jungkook di balkon kamarnya bersama satu gelas wine yang ada di tangan. Memutar gelas berkaki hingga cairan berwarna merah pekat ikut memutar. Lalu di hirupnya aroma yang keluar dari wine tersebut dan meminumnya.
Malam ini seperti biasa Jungkook kesulitan tidur, entah sudah malam ke berapa yang jelas selama di rumah mertunya Jungkook tidak bisa tidur, belum lagi Hyunji yang sering merengek seperti anak kecil ingin ini dan itu yang harus Jungkook turuti.
Bayangan wajah Sohyun terus melintas di dalam pikiran Jungkook. Bagaimana senyuman itu, tawa itu dan wajah cantik berseri Sohyun memenuhi pikirannya.
Apa lagi bayangan saat Sohyun ada di bawah kendalinya. Jungkook sangat ingin bertemu. Tapi sayangnya itu hanyalah ilusi dari rasa rindu yang menciptakan bayangan Sohyun.
"Sayang, sayang. Kau di mana?" Panggil Hyunji memecah lamunan Jungkook.
"Aku di sini. Di balkon sedang minum"
"Kenapa meninggalkanku. Aku mimpi buruk sayang" ucap manja Hyunji.
Jungkook pun beranjak dan menghampiri Hyunji.
"Maaf, aku tidak bisa tidur"
"Apa kau bosan karena keadaanku yang cacat ini, iyakan Jung katakan. Kau bosankan" Hyunji mulai merajuk dna menguji kesabaran Jungkook lagi.
"Sudahlah. Ini sudah malam. Ayo tidur lagi"
"Tidak mau. Bawa aku ke kamar ibuku"
"Hyunji, tidak bisakah kau lebih dewasa sedikit saja. Jangan setiap ada masalah kau hanya akan berlari pada ibumu, tidak bisakah kita selesaikan berdua saja. Ini sudah malam, ibumu juga sudah tidur dan itu mengganggunya"
"Itu urusanku dengan ibuku. Tugasmu hanya mengantarku padanya. Karena hanya ibuku yang perduli padaku"
"Lalu, kau anggap aku apa? Satu minggu aku tidak ke kantor berusahan untuk menenagkanmu dan berada di sisimu tapi kau bilang apa? Hanya ibumu yang perduli. Apa semua yang ku lakukan itu hanya omong kosong begitu"
"Yah, kau begitu karena di rumah ibuku. Jika aku ada di rumahmu kau tidak akan melakukannya. Kau selalu sibuk dengan pekerjaan sialanmu itu!!" Hyunji mulai berteriak.
Karena kamar ibu Hyunji juga tidak jauh dari kamar putrinya, Min Daen bisa mendengar pertengkarang suami istri dari kamarnya. Daen langsung menghampiri putrinya yang sedang meneriaki suaminya.
"Ada apa ini malam malam begini. Hyunji kau kenapa nak?" Daen menghampiri Hyunji yang langsung menangis dan memeluk sang ibu.
"Ibu, bawa aku ke kamarmu. Aku ingin tidur dengan ibu saja"
"Ya sudah. Ayo ibu bantu ke kursi roda. Jung, ibu mau bicara"
Jungkook menyugar rambutnya yang sudah kusut. Rahangnya mengeras kedua matanya memerah menahan marah.
Jungkook duduk di sisi ranjang. Menunggu Min Daen yang ingin berbicara padanya.
"Jung" suara lembut ibu mertunya mengalihkan pandangan Jungkook.
Mereka berdua duduk di sisi ranjang, diam beberapa saat sampai Daenlah yang membuka obrolan.
"Maafkan Hyunji, eomma harap kau bisa memaklumi keadaan Hyunji yang masih terguncang karena harus kehilangan bayi dalam kandungannya juga kakinya. Eomma tidak bisa berbuat apa apa selain memintamu untuk lebih sabar lagi. Lebih baik kau pulanglah dulu ke rumahmu dan biarkan Hyunji di sini dulu. Nanti biar eomma bujuk dan nasehati dia. Bawa juga Yuri bersamamu, kasihan dia merasa bosan karena tidak masuk sekolah. Istirahatlah. Eomma ke kamar dulu" Daen menepuk pundak Jungkook yang tertunduk lesu. Untung saja Daen mertunya sangat mengerti keadaan Jungkook yang juga sama sedihnya seperti Hyunji.
KAMU SEDANG MEMBACA
Oneshoot
FanficKhusus kapal BTS dan Kim Sohyun yang gak suka abaikan yang penasaran boleh lah mampir 18+
