Maid, Mine 9

201 26 20
                                        

Hi guys

Hari ini hari spesialnya aku, please kasih ucapan terbaik kalian buat aku.

Its my birthday

21 april 2025

Jangan lupa ⭐️ nya










Sohyun tiba di salah satu hotel milik Yoongi. Saat mendapatkan telpon dari Yoongi bahwa dirinya sakit dan tidak bisa pulang, Sohyun khawatir dan menawarkan diri untuk ke hotel menyusul Yoongi dan merawatnya. Sohyun tau tugasnya apa, dia tidak ingin membuat Yoongi yang sudah baik padanya dan Naen merasakan sakit sendirian.

Dua kali Sohyun menekan bel tapi masih belum di buka juga pintunya, sampai Sohyun mengetuknya agak keras barulah Yoongi datang, keadaannya pucat yang terlihat sangat lemah. Sohyun merasa bersalah, pasti Yoongi susah payah untuk bisa membukakan pintu.

"Tuan" Sohyun menyanggah tubuh Yoongi yang limbung.

Sekuat tenaga Sohyun membawa tubuh Yoongi yang tidak baik baik saja, tidak ada wajah dingin dan tatapan tajamnya, Yoongi benar benar sakit, suhu tubuhnya meningkat.

Sohyun berhasil membawa tubuh Yoongi ke atas ranjang dan menyelimutinya. Membuka kemeja kerja dan sepatu yang masih di kenakannya. Sohyun sudah biasa melihat tubuh atas Yoongi jadi tidak kaget lagi.

Setelah mengganti pakaian Yoongi dengan kaos yang lebih tipis dan nyaman, Sohyun memeras handuk yang sudah di rendam air dingin ke dahi Yoongi.

Setiap saat Sohyun akan mengganti haduk kecil itu dan merendamnya lagi begitu terus berulang sampai suhu tubuh Yoongi turun. Sohyun ketiduran di sisi ranjang saat Yoongi membuka matanya, merasa lebih baik dari sebelumnya.

Di lihatnya Sohyun yang tertidur pulas di sisi ranjang dalam keadaan duduk, Yoongi terbangun di jam tiga pagi. Karena tidak tega Yoongi turun dari ranjang dan memindahkan Sohyun ke atas ranjang.

Yoongi juga ikut tidur disamping Sohyun, memandangi wajah Sohyun yang cantik dan membuat siapa saja yang melihatnya merasa damai.

"Kenapa dia tega sekali meninggalkanmu demi wanita yang tidak ada seujung kuku pun jika di bandingkan denganmu. Mantan suamimu benar benar menolak berkat Tuhan dan memilih iblis. Tapi itu setimpal, karena dia tidak pantas untukmu Min Sohyun, karena kau akan menjadi milikku"

Sohyun membuka matanya saat merasakan elusan di wajahnya dan hembusan nafas yang panas menerpa wajahnya.

"Tu-tuan" Sohyun terkejut saat melihat Yoongi sudah ada di atasnya, dengan tatapan lapar.

"Aku menginginkanmu Kim Sohyun"

Sohyun tidak bisa melanjutkan keterkejutannya lagi, saat bibir Yoongi sudah memborbardir bibir Sohyun dengan ciuman panasnya, lidah Yoongi berkali kali membelit lidah Sohyun tanpa ampun, deretan gigi Sohyun berhasil di jelajahi Yoongi. Sampai ciuman itu turun dari dagu, lalu ke leher jejang Sohyun, menghiapnya dan menggigitnya, membuat tanda di sana. Sohyun hanya bisa menengadah memberikan kemudahan untuk Yoongi menjelajah area leher hingga tulang selangkanya.

Di sela sela ciumannya, Yoongi berhasil membuka kancing baju tidur Sohyun dan hanya menyisakan bra saja, Yoongi masih memberikan ciuman yang memabukan, sambil membuka pengait bra dengan satu tangannya, lalu melemparnya asal.

Kini payudara Sohyun tak terhalang lagi, Yoogi jadi lebih leluasa untuk meremasnya, Sohyun melengu di tengah ciumannya saat Yoongi memainkan nipelnya.

"Aaaahh" suara desahan Sohyun mengalun lembut, saat Yoongi menghisap nipel dan memainkannya dengan lidah.

Sohyun juga meremas rambut Yoongi, saat Sohyun merasakan ada yang menyelinap masuk ke dalam vaginanya.

"Euuhhmmm" Sohyun menekan kepala Yoongi untuk lebih dalam mengulum nipelnya. Kaki Sohyun menegang saat Yoongi mulai memasukan jari jarinya ke dalam lubang senggamanya.

OneshootTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang