Maid, Mine 5

185 30 15
                                        

Hi guys

Jangan lupa vote dan komennya











Sudah satu minggu berlalu tanpa Jungkook dan Yuri di rumah ini. Sohyun menjalani hari harinya seperti biasa, seolah tidak terjadi apa apa padanya. Jika boleh Jujur Sohyun merasa hampa, saat Jungkook tak lagi ada di pandangannya. Sohyun sadar apa yang di lakukannya salah, tapi hatinya tidak bisa di bohongi. Dia mulai memiliki rasa pada tuannya.

Apa lagi dua hari yang lalu, Jimin melayangkan gugatan cerai pada Sohyun melalui email. Hatinya semakin hancur tak terkira. Ternyata selama ini Jimin bermain di belakangnya. Di saat Sohyun memilih untuk bekerja membantu perekonomian keluarganya. Tapi lihat segala usaha dan niat baiknya tidak terbalas.

Naen juga sering menanyakan Yuri, yang masih tinggal di rumah kakek neneknya. Sohyun juga mendengar jika bayi yang di kandung Hyunji tidak tertolong. Dan keadaan Hyunji juga sangat parah saat itu. Sohyun tidak tau bagaimana keadaan istri majikannya itu saat ini. Hwang Nani pun tidak tau menau.

Setelah selesai membereskan semua pekerjaannya, Saera dan Sohyun duduk di teras belakang rumah. Hwang Nani tidak pernah marah jika pekerjaan sudah selesai para maid boleh beristirahat atau apa pun.

"Bagaimana hatimu? Kau sudah siap menghadiri persidanganmu?" Tanya Saera.

"Apa aku masih bisa memilih di saat semua jawabannya hanya satu. Siap tidak siap aku harus siap" Sohyun menunduk memainkan jari jarinya.

"Lalu Jungkook? Apa kalian -"

"Jangan membahasnya, aku merasa jadi wanita paling jahat jika harus membahasnya" Saera diam. Dia mengerti perasaan sahabatnya itu.

"Malam ini ikutlah denganku. Teman sekolahku dulu mengadakan pesta. Kau harus ikut siapa tau hatimu bisa terhibur"

Percuma menolak ajakan Saera karena dia akan tetap memaksa. Sohyun pasraj lengannya di tarik masuk ke dalam sebuah ruangan di sebuah club yang sudah di sewa teman Saera. Sohyun menunduk sopan saat Saera memperkenalkannya. Sohyun merasa seperti ibu yang tidak tau diri, karena ikut dalam pesta anak muda. Tidak muda juga tapi mereka rata rata masih single. Sama seperti Saera yang memutuskan untuk tidak menikah dan tidak kenal cinta. Sohyun tidak tau pasti apa alasan Saera memilih untuk tetap sendiri, tapi apa pun itu Sohyun hanya bisa mendukungnya.

Seperti pesta pada umunya, mereka mabuk mabukan dan bersenang senang, termasuk Sohyun. Bedanya Sohyun duduk menjauh dari teman teman Saera. Meminum Soju yang terasa nikmat di tenggorokannya di pojokan. Tapi Sohyun masih tau batas, karena dirinya tidak boleh mabuk. Kasian Saera.

Tempat di pukul 00.00, semua sudah terkapar tak sadarkan diri. Termasuk Saera. Sohyun mencoba membangunkan Saera tapi wanita itu tidak bergeming. Cukup lama Sohyun mencoba membawa Saera tapi tidak bisa. Akhirnya Sohyun memutuskan pulang sendiri. Dia tidak mungkin ikut saera bermalam disana kasihan Naen.

Sohyun berjalan gontai mencari taxi atau apapun yang bisa membawanya pulang kerumah. Suasa di jalan jalan yang di lewati Sohyun cukup sepi, mungkin karena bukan di kota jadi sebagian toko toko juga tutup kecuali bar dan club.

Sohyun membawa kedua tangannya masuk ke dalam jaket hangatnya. Cuaca malam ini sangat dingin. Jenjangnya berhenti saat di depan sana tepatnya di terotoar yang agak gelap dan sepi ada sekelompok pria pria mabuk yang ada di sana. Sohyun menoleh ke segela arah untuk mencari jalan lain. Sohyun tidak mau berurusan dengan orang orang mabuk, karena hanya akan membuang waktunya. Tapi sayangnya tidak ada jalan lain selain jalan itu.

OneshootTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang