20. PULANG

63 4 0
                                        

Happy Reading!

°•°•°🦋°•°•°

Mereka semua pergi dari tempat itu, Calza membonceng Avenna dengan motor Axel.

Sedangkan Axel? Ia menjadi harus berboncengan dengan Dallen, walaupun cowok itu sungguh tak mau dikarenakan Dallen saat mengendarai motornya menggunakan kecepatan sangat tinggi jika cowok itu ingin. Axel tidak mau mati muda.

Sebaliknya kalau sang ketua HEAVEN itu ingin memelankan laju motornya, maka akan dia buat sangat pelan, mungkin cicak lebih cepat berjalan dari laju motor Dallen.

Kenapa tidak dengan yang lainnya? Atau Galant? Itu karena mereka pergi mendahuluinya. Sialan emang!

"Xel, lo mau cepet sampai?"

"Terserah!"

"Oke. Gue mau ngebut, jaga-jaga!" Peringat Dallen.

Belum sempat Axel menyahut, Dallen sudah melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Astaga, Tuhan tolong lindungi Axel.
Axel saat itu juga mengumpati Dallen dalam batinnya.

Calza dan Avenna kini sudah sampai didepan rumah Avenna. Mereka bingung kenapa gerbang rumah Avenna terbuka. Saat mereka berdua masuk, Calza terkejut melihat mobil ayahnya juga berada disana. Matilah dia.

"Mobil Papa kamu?"

"Hm."

"Ayo, masuk," ajak Avenna diikuti Calza.

Sesampainya didalam, mereka berdua sudah dihadiahi tatapan khawatir dari para ibu dan tatapan datar dari para ayah dan Kendra.

"Duduk dulu, Nak," ucap Hira. Avenna dan Calza pun duduk di salah satu sofa yang kosong.

Calza masih dengan wajah datarnya tidak dengan Avenna yang menunduk takut akan tatapan kakaknya.

"Kemana kalian kemarin sampai sekarang baru pulang?" Tanya Kendra dengan nada tegas.

"Ken, jangan gitu nanyanya!" Peringat Hira pada putranya itu.

Giliran Aldinatha yang berbicara, "Calz, Papa tanya sama kamu kemarin kamu bawa putrinya Nyonya Hira kemana?"

"Ke tepi jalan." Sahut Calza.

"Serius, Nak! Kamu dalam keaadaan kayak gini jangan main-main!" Tukas Regina.

"Aku serius, Ma. Kemarin ban mobil aku bocor jadi kami diem di mobil semaleman."

"Bener begitu? Terus kenapa nggak nelfon?" Tanya Aldinatha lagi.

"Hm. Disana nggak ada sinyal," jawab Calza.

"Semua udah jelas, jadi jangan tegang gitu dong mukanya," ujar Regina pada Avenna.

"Belum, Tan. Ada satu hal lagi yang belum jelas." Celetuk Kendra. "Kenapa ban mobil Calza tiba-tiba bocor?"

"Ya, mungkin ketusuk paku," sahut Hira.

"Iya, tuh. Jangan perpanjang lagi, Nak." Timpal Regina.

"Tapi—"

"Cukup, Ken. Yang penting adik kamu udah pulang dengan selamat sama Calza juga." Veno yang sedari tadi diam akhirnya membuka suara.

"Baik, Pa." Sahut Kendra tapi dalam benaknya dia akan menyelidiki penyebab ban mobil Calza bocor.

Aldinatha terlihat memeriksa jam tangannya, "udah waktunya ke kantor. Kita pamit dulu, Veno, Nyonya Hira."

"Baik, Nath. Mari gue anter," ucap Veno ikut beranjak dari duduknya.

"Calz, mau ikut Papa sama Mama?" Tanya Aldinatha.

CALZA Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang