Happy Reading!
°•°•°🦋°•°•°
Dari kejauhan lima cowok yang memakai jaket sama-sama berwarna hitam tengah memantau sebuah bangunan cukup luas didekat perumahan kosong.
Kelima cowok itu Dallen, Galant, Calza, Chiro dan Gredy. Mereka bersembunyi diantara semak.
"Buat markas di tempat kayak gini, mau jadi pemburu setan kali nih orang!" Celetuk Chiro pelan melihat keadaan sekeliling yang tampak sedikit menyeramkan.
"Mungkin, biar dia bisa nakut-nakutin geng kita kalau setannya udah kekumpul." Sahut Gredy.
"Gue sih nggak takut ya, Gred. Lo mungkin?" Chiro menaik turunkann alisnya mengejek.
"Halah! Lo mandi pun minta dianterin sama gue waktu di markas lama!"
"Y--Ya, itu beda, njing! Markas lama kan serem! Ada hantu orang yang di bun--" Ucapan Chiro terhenti karena Galant membekap mulutnya.
"Jangan bahas soal itu lagi! Nggak ada hantu-hantuan!" Peringatnya kemudian melepas bekapannya pada Chiro.
"Oke, Bang! Gue lupa tadi." Chiro nyengir bak monyet.
"Eh, eh! Dia keluar tuh!" Seru Gredy.
Kelima cowok itu mengarahkan pandangannya kembali ke bangunan itu. Terlihat Leron dengan setelan rumahannya keluar membawa secangkir kopi. Cowok seusia Dallen dan Galant itu duduk di salah satu kursi, menyeruput kopinya.
"Santai dulu nggak sih!" Chiro menguatkan sedikit suaranya saat melihat Leron meminum kopi sembari bersandar.
"Sttss! Diem, bangsat!" Sentak Gredy pelan pada Chiro karena melihat beberapa orang yang baru saja keluar, sepertinya itu anak buahnya.
"Tuan, apa anda akan pergi ke makam hari ini?" Tanya salah satu dari orang itu.
"Besok, sekarang gue mau pergi ke tempat gue ngejebak bocah tengil Heaven itu!"
"M--Maaf, Tuan. Saya juga ingin menyampaikan tentang hal itu juga." Celetuk orang itu lagi.
"Ada apa?!" Bentak Leron meletakkan kopinya dengan kasar diatas meja.
"I--Itu, Calza dan kekasihnya berhasil ditemukan oleh orang-orang Heaven, Tuan."
"Bangsat! Kenapa kalian biarin, hah?! Dasar nggak becus!" Leron berdiri dari duduknya.
"Jumlah mereka lebih banyak dari kami, kami hanya berlima disana."
"Kalau lo cuma berlima kenapa?! Badan aja yang berotot kalah jumlah aja nyerah lo!!" Setelah memarahi anak buahnya Leron kembali masuk kedalam rumah dengan murka.
Galant terkekeh pelan, "yang dibilang tuh orang ada benernya juga."
"Iya tuh, Bang. Badan doang gede!" Sambung Gredy.
"Kita cabut sekarang!" Titah Dallen tiba-tiba. "Mereka bakal ngeliat kita kalau kita masih disini. Liat, mereka udah siap-siap mau keluar." Imbuhnya.
Tanpa menjawab Dallen, mereka langsung bergegas pergi dari sana. Mobil mereka sudah melaju sebelum anak buah Leron keluar.
"Oh ya, tadi Leron bilang dia mau ke makam. Makam siapa ya kira-kira?" Chiro mengusap-usap hidungnya berpikir.
"Orang tuanya!" Sahut Dallen, Galant dan Calza bersamaan.
"Lah? Cuma kita berdua yang nggak tau nih, Chi!"
"Iya, nih! Kenapa kalian nggak pernah ngomong soal ini?"
KAMU SEDANG MEMBACA
CALZA
Teen Fiction[On Going] Ini adalah kisah yang akan membuat kalian hanyut ke dalamnya. Ketika laki-laki yang sulit ditaklukan bisa memperlakukan gadisnya seperti seorang ratu. Kisah cinta kedua insan yang bernama Calza Dravendrya Gavriel dengan Avenna Floretta...
