"SAYANG, KAMU DI MANA?!" teriak Helsya panik.
Tiba-tiba ponselnya bergetar. Layar menyala, menampilkan pesan dari nomor tak dikenal:
"Ingin cewe mu kembali? Datang ke tempat kami."
(terlampir lokasi)
°°°
Helsya menatap Echa, jantung mereka berdua berdegup kencang. Tanpa ragu, Helsya langsung mengambil kunci mobil.
Tak lama, mereka tiba di apart "Japanizu Gogereh".
Helsya berlari masuk, mencari nomor kamar 57. Saat pintu terbuka, pemandangan itu membuat jantungnya hampir berhenti: Echa terikat di kasur, terlihat ketakutan.
Dengan sigap, Helsya melepaskan tali itu dan menutupi tubuh Echa dengan hoodie dan celana panjang yang dibawanya.
Untungnya, dia membawa rangkap pakaian.
Echa spontan memeluk Helsya erat. Pelukan itu balas-membalas, karena keduanya tahu betapa ketakutannya Echa.
"Hikss... aku takut, El," tangis Echa pecah.
"Shhh... ga usah takut, sayang... aku di sini," kata Helsya menenangkan, menepuk punggung Echa perlahan.
"Ada... ada dua laki-laki yang sudah merusak aku..." suara Echa bergetar, tangisnya makin deras.
"Tapi mereka gak macam-macam lagi kan?" tanya Helsya, khawatir.
"D-dia... berusaha, tapi aku gak mau... akhirnya mereka pergi," jawab Echa sambil menahan air mata.
"Siapa pria itu? Kamu kenal mereka?" tanya Helsya.
Echa hanya menggeleng. Tiba-tiba terdengar langkah kaki. Di pintu muncul dua pria dan seorang wanita-Zalia dan anak buahnya.
"Aduhh... sosweet banget," ujar Zalia sambil melangkah ke arah mereka, penuh nada provokatif.
"Mau lo apa?! Kalo lo ada masalah sama gue, yauda jangan ngelibatin cewe gue!" Helsya mulai memanas, amarahnya meledak.
"Udah, El... aku gapapa," kata Echa, mencoba menenangkan.
"Ga bisa, Cha... dia udah bikin kamu gini, dia harus tau akibatnya!" Amarah Helsya sudah di ubun-ubun.
Tiba-tiba...
1...
2...
3...
"Angkat tangan kalian bertiga! Tertangkap polisi akibat penculikan dan percobaan pemerkosaan!"
Wiu... wiu... wiu... suara sirene polisi terdengar.
Echa POV ~
Sudah 4 bulan hubungan aku sama El berjalan baik-baik saja. Akhirnya, pengumuman kelulusan datang, dan aku dan El ada rencana menikah secepatnya. Namun, ada sedikit masalah:
aku jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit selama 4 minggu.
"Sayang... cepet sembuh yaa," wajah memelas Helsya hampir menangis di sampingku.
"Iya sayang... pasti," jawabku sambil menepuk tangannya agar lebih tenang.
"Duhh, romantis banget kalian... bunda jadi iri," cletuk bunda Echa.
"Apasih, Ma... udah tua," jawabku setengah cemberut.
"Eh... gini-gini dulu, cewe-cowo banyak yang ngantri lho," goda bunda.
"Pantesan ya, Bun... anaknya cantik, sexy lagi," goda Helsya sambil melihatku.
Aku memerah, langsung memukul pipi Helsya.
"Ihhh... apaan, buaya ih!" kataku setengah malu.
"HAHAHAHA, LUCU BANGET SI KAMU!" semua yang ada di ruangan ikut tertawa.
Akhirnya, aku sudah boleh pulang. Kami sibuk merancang pernikahan, dan minggu depan sudah ada rencana menikah.
Tiba-tiba, pintu diketuk. Siapa lagi kalau bukan teman SD-ku, Meara Queenlia, model terkenal.
"Ya siap-" omonganku terhenti karena terkejut melihat yang memelukku adalah dia.
"YA AMPUN RAAA, GUE KANGEN BANGET!" teriakku gembira.
"Utututu... gue juga kangennn... udah mau nikah aja lo," goda Ara sambil menggoyangkan badan.
"Aww... bisa aja lu... setelah gue, lu nusul ya," ucapku sambil tertawa.
"Okeyy... sipp!" jawab Ara.
•••
Seminggu kemudian, Helsya dan aku menikah. Kami sedang merencanakan honeymoon.
"Gimana kalau ke Amerika?" usulku.
"Humm... boleh deh, setuju," jawab Helsya sambil tersenyum manis.
Maaf ya baru upp lagi masih ujian
ayo dong 5 orang aja komen di cerita ku
aku tu semangat bnget kalian vote cerita aku, aku pingin kalian komen 5 orang aja
klo ga mau gapapa ga maksa
jangan lupa vote yaa 💕
Selamat membaca
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjodohan Sejenis [GXG] Area
General Fiction⚠️ CERITA INI MENGANDUNG 21+ ⚠️ kepo sama cerita nya ? ya baca lah Author kg bisa prolog
![Perjodohan Sejenis [GXG] Area](https://img.wattpad.com/cover/330777984-64-k449836.jpg)