TOLONG BIASAKAN VOTE TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA!! ENJOI!
____________________________________________
Beberapa hari setelah kembalinya Venus mereka selalu bersama, kemana pun Venus pasti ada di sebelah Elcha kembali seperti dulu. Namun tidak jika pergi sekolah, karena Venus bukan lagi bagian dari sekolah itu lagi.
Pada saat di apartment Venus sendirian karena Elcha sedang bersekolah, dirinya memandangi langit langit kamar ada ketakutan yang kini terlintas di pikirannya.
Tangannya sedikit gemetar dan berkeringat padahal suhu ac 28°.
Jantungnya berdegup kencang, alisnya berkerut "Bagaimana kalau bunda tau aku pulang?" Katanya di dalam hati sembari melamun, kini lamunannya pecah karena ada orang yang mengetuk pintu apartmentnya.
Venus membuka pintu.
Agra masuk membawakan breakfast untuk Venus seperti biasa "Di makan jangan lupa, inget ya waktu kita di sini cuman 3 minggu kamu harus berani bilang ke elcha kalau kamu engga lama di sini" ucap lelaki itu sembari duduk di meja dengan kaki yang di angkat.
Nafasnya terasa begitu sesak.
"Gue takut gra." diam sejenak.
"Gue takut nyakitin hati dia kesekian kalinya" kata Venus dengan suaranya yang bergetar.
Agra melihat Venus yang menahan tangisannya "Aku tau ven. Mau gimana lagi? aku lebih khawatir kalau kamu ketahuan bunda karena aku pulang kesini, pikirin kedepannya ven." kata Agra.
Jarinya tak henti memainkan kaus nya, bingung, takut, dan cemas serasa semuanya tercampur di pikirannya.
•••
Pada saat jam 15.30 Elcha pulang di apartment, melihat Venus yang sedang packing sedikit demi sedikit bajunya. Heran, namun dia tidak langsung bertanya kenapa Venus menyiapkan bajunya ke dalam koper.
Venus menyadari kekasihnya sudah kembali dari sekolah "Bagaimana sekolahnya sayang?" tanya Venus.
"Kamu gamau jelasin ini semua ven?" Elcha menunjuk baju yang berantakan di mana mana. Venus terdiam. Takut salah berbicara. Takut menyakiti perasaan orang yang Ia cintai.
"Ven?"
Venus berbalik badan "Aku disini engga lama Elcha, hanya 3 minggu. Sebenarnya aku gamau secepat itu tapi aku takut El sama bunda" jelasnya.
"Apa kamu bakal kembali lagi kesini jika ada waktu?" Elcha menanyakan namun kali ini dirinya mau jawaban yang pasti.
Venus terdiam.
Dia takut jika ini adalah pertemuan terakhir mereka, karena pertunangan Agra dan Venus di majukan dengan ibundanya.
"Aku be-"
Belum sempat Venus melanjutkan kata katanya Elcha sudah memotongnya.
"Iya atau tidak. Aku cuman butuh jawaban itu." kata Elcha.
Menarik nafasnya "Ya pasti, aku bakal kembali jika ada waktu" ucapnya dengan lantang.
•••
Angin malam berhembusan cukup dingin karena mendung, Venus dan Elcha sedang duduk di salah satu taman yang cukup ramai penuh dengan remaja berpacaran.
Secangkir teh hangat yang berada di tangan cantik Elcha, dia meminumnya perlahan. Venus membawa jajan jajan yang tadi di beli oleh Elcha cukup banyak.
"Setelah ini kita beli jajan lagii" girang Elcha.
"Sayangg, liat ini aja belum habis." melihatkan 7 bungkus plastic berisi jajan berbagai macam jenisnya.
Elcha hanya menyengir.
Tangan Venus yang kosong kini menoel hiding Elcha gemas "Sudah ayo pulang, kayanya mau hujan" kata Venus.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjodohan Sejenis [GXG] Area
General Fiction⚠️ CERITA INI MENGANDUNG 21+ ⚠️ kepo sama cerita nya ? ya baca lah Author kg bisa prolog
![Perjodohan Sejenis [GXG] Area](https://img.wattpad.com/cover/330777984-64-k449836.jpg)