BIASAKAN VOTE DULU SEBELUM MEMBACA, ENJOY!
______________________________________
"Duduk!" Kata perintah dari seorang wanita lumayan muda.
Venus duduk menunduk, wanita itu menatap kecewa anaknya yang ternyata menjalin hubungan menjijikan baginya.
BRAK!
"Otak mu di pakai dimana venus?!" Tanya wanita itu dengan suara yang keras terlihat sangat marah.
Venus belum berani menjawab hanya bisa menunduk tidak bisa menatap ibundanya— wanita itu berdiri mengusap wajah nya kasar.
"Jawab!! Kau punya mulut tidak?!" .
Pada akhirnya Venus memberanikan membuka mulutnya "M-maaf bunda.." hanya kata kata itu yang mampu keluar dari mulut Venus.
Wanita itu meluap saat mendengar anaknya hanya meminta maaf
"MAAF KATA MU?! KAU SADAR APA KESALAHAN MU?!!" dirinya sudah kehilangan kesabaran.
"Venus mencintainya bunda, ini hak venus memilih jalan..." Jawab Venus meski dirinya sedikit takut.
Tangan kekar seorang lelaki berada di pundak sang ibunda Venus "Sudah lah Asyana, kau bisa setres jika begini— istirahat lah aku yang mengurusnya untuk mu sayang" kata lelaki itu yang bernama Zerga.
DEG
Ayahnya menanganinya? oh tidak, Venus ingin melarikan diri namun entah kemana karena ruangan terkunci rapat, saat bundanya mengarah ke kamar kini Zerga menatap tajam Venus dengan tangan yang mengepal hingga uratnya terlihat .
"A-ayah, maafkan Venus..." suara nyaris patah patah karena takut.
Lelaki itu hanya diam kemarahannya terlihat sangat jelas "pilih hukuman mu" Zerga mengambil sabuk kulit tajam dan setruman.
Venus tidak menjawab hanya bisa meneteskan airnya dan bergetar ketakutan— bahkan air mata Venus tidak di hiraukan oleh Zerga.
Zerga membuang alat penyetrum kini menyiapkan sabuk itu dengan lihai, tangan kekar menggenggam erat— berdiri dengan tegas.
"Buka baju mu" pinta Zerga.
Tidak bisa melawan Venus hanya bisa patuh , satu cambukan keras terkena di tubuh Venus meninggalkan jejak merah panjang.
Tak berhenti hingga akhirnya beberapa cambukan mengeluarkan darah segar di punggung Venus, rasanya begitu perih sekali.
Setelah menurut lelaki itu puas menghukum putrinya lelaki itu meninggalkannya dengan keadaan lemah berdarah tidak berdaya.
•••
Pada saat tepat saat kelas di mulai Elcha melihat wajah Venus pucat seperti menahan sakit "Hei? Are u oke sayang?" tanya dengan nada yang sangat khawatir.
Venus membalas senyumannya hangat "Aku tidak apa sayangku, hanya tidak enak badan sedikit" tentu saja Venus tidak mau membuat kekasihnya khawatir dan tau jika dirinya di hukum oleh orang tuanya karena— dirinya.
Punggungnya terasa sakit. Venus terus berusaha menahan rasa sakit itu namun dengan raut wajah yang terlihat pucat tidak bisa membohongi Elcha.
Memegang dagu Venus memaksa untuk melihat matanya "Ada yang sakit?" tanya Elcha. Siapa yang tidak khawatir? muka Venus begitu sangat pucat tidak umumnya orang sakit biasa.
Matanya terasa berkurang kunang, badannya terasa sakit "Sakit Cha" belum sempat berbicara lebih mata Venus tertutup.
Elcha menahan badan Venus. Dirinya panik tidak pernah Venus pingsan dan badannya begitu panas, beberapa orang menolong membawa Venus ke ruang UKS— Venus di rebahkan.
Perawatan UKS memeriksa suhu tubuh Venus, memeriksa seluruh tubuh dan— Terlihat banyak luka cambukan sangat merah bahkan ada yang masih mengeluarkan kan darah segar dan sedikit sobek dalam. Perawatan dengan sigap mengambil peralatannya.
Beberapa jam berlalu mata Venus terbuka remang remang, silau karena cahaya lampu, Elcha masih setia memegang tangan Venus. Dirinya melirik kearah Elcha
“Cha..”
Panggilan itu membuat Elcha tersentak menoleh cepat “Venus... kenapa kamu ga bilang...” air matanya menggenang lalu turun membasahi pipi.
Venus tersenyum, tangannya yang masih lemas bahkan sudah berselang infus menghapus air mata kekasihnya “Shuttt...no, gaboleh nangis sayang" kata Venus.
“Kenapa bisa luka? kamu kenapa? kamu janji kalau ada apa apa cerita, kita saling cerita” Elcha sedikit kesal namun bercampur khawatir juga
“Cha, aku gak apa apa cuman kemarin—" Venus bingung harus melanjutkan jujur atau harus terpaksa bohong.
Tidak dirinya tidak boleh jujur karena Elcha akan menjauh darinya jika Venus berkata jujur “Ayah menghukum ku karena aku membuat salah dalam pelajaran” bohong Venus.
Bodohnya Elcha percaya. Karena Venus pernah bercerita jika nilainya turun orang tuanya tidak segan segan menghukum dengan cara apapun, tidak ada belas kasihan sama sekali.
•••
Malam hari di kediaman keluarga Echa Helsya. Mereka berkumpul di ruang keluarga bercanda, tertawa bersama sama— namun Helsya merasa anak perempuannya sedikit murung.
“Mau cerita?” tanya Helsya
Elcha menoleh tersenyum tipis “Mom, apakah keluarga dari Venus akan setuju? bahkan—” belum sempat menyelesaikan bicaranya Echa datang.
Echa datang dengan penampilannya yang cantik membuat bucin lama itu (Helsya) tersenyum melihat istrinya. Indah dan masih cantik bahkan lebih cantik.
“Sempurna...” gumam Helsya sambil melongo.
Elcha sebal melihat kedua orang tuanya bucin di hadapannya “Aduh! inget umur dong...Aku lagi galau nih" protes Elcha.
Membuat Echa dan Helsya tertawa
“Mau cerita apa sayang, hm?” tanya Echa sambil mengelus rambut anak semata wayangnya.
Setelah bercerita panjang Helsya dan Echa saling menatap seakan mereka sedang berinteraksi lewat telepati. Mereka berfikir ini mungkin akan lebih sulit dari kisah cinta mereka dulu.
“Oke, mom paham sekarang"
Helsya memegang bahu anaknya lalu menatap matanya “Mom gabisa ngasih saran. Tapi mungkin mom bisa ngasih kamu nasehat sedikit.” katanya
Elcha mengangguk
“Begini, karena dulu kisah cinta Mom itu tidak terlalu rumit begini mungkin nasehatnya sedikit tidak masuk akal atau bakal buat kamu kecewa” jelas Helsya lagi.
'Enak sekali ya dulu mereka berdua nikahnya karena perjodohan. Mereka hanya perlu saling percaya saja.' isi hati Elcha.
“Heh! ngelamun!” kata Helsya dengan menepuk tangannya hingga Elcha berkedip.
“Hehe..., apa tadi mom?” tanya ulang Elcha
Ya , Keluarga yang tidak normal namun... bahagia, cemara, bahkan tidak memperdulikan percakapan jelek orang di luar sana.
Nasehat itu di berikan dengan baik, Helsya tidak tau anaknya akan memahami atau tidak hari demi hari anaknya pasti paham.
Echa masih tidak menyangka bahwa dia sudah membangun keluarga yang hangat, bahkan— Helsya sudah menepati janjinya dulu.
Terharu? itu pasti, sekian banyak rintangan hubungan mereka dari badai percintaan, omongan orang yang jahat dan seakan seluruhnya tidak menerima cinta mereka. Kini membangun keluarga kecil yang indah— Ternyata kisah keluarga kecil mereka belum sampai happy ending, karena kisah cinta anaknya lebih berat dari hubungannya dengan Helsya dulu.
Semoga anaknya bisa kuat menghadapi semua rintangannya, Helsya dan Echa selalu ada untuk anak semata wayangnya yaitu Elcha.
Vote : 35 deh
Komen : 20
NANTI LANJUT CERITANYA KALAU UDAH TARGET TERSAMPAI !!
KOMEN WOI KOMEN
JANGAN LUPA VOTE!!
FOLLOW IG KU : @laellynaa
Untuk melihat informasi yang baruuu!!
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjodohan Sejenis [GXG] Area
Ficción General⚠️ CERITA INI MENGANDUNG 21+ ⚠️ kepo sama cerita nya ? ya baca lah Author kg bisa prolog
![Perjodohan Sejenis [GXG] Area](https://img.wattpad.com/cover/330777984-64-k449836.jpg)