SELAMAT MEMBACA !!
Biasakan vote dulu baru membaca, thanks semoga suka
______________________________________
Tumbuhlah gadis cantik bernama elcha, kalian pasti sudah tau dari cerita sebelumnya bukan? Naren tumbuh sebagai anak lelaki yang tampan dan gagah. Suatu hari Elcha sedang duduk di kantin sendirian, dari belakang Naren menepuk pundak Elcha
Elcha yang sedang melamun terkejut saat pundaknya di tepuk "astaga Naren...lo bisa enggak gausah ngagetin!!" protes Elcha dengan wajah lucunya.
"ya lagian lo, udah bel masuk denger ga lo tadi?" jawab Naren
"KAMBING AH LO, IYA GUE MASUK" dengan kesal Elcha bangun lalu berjalan cepat ke kelasnya
"ye... lagian masih untung gue ingetin masuk, dari pada gue hukum" katanya menjelaskan sambil menyamakan langkahnya dengan Elcha
Jadi Elcha dan Naren sudah SMA kelas 11 mereka di kelas yang sama, kebetulan mereka juga menetap di jurusan yang sama. Naren di sekolahnya adalah ketua osis yang biasanya di sukai para wanita wanita centil, sedangkan Elcha banyak lelaki yang menyukainya namun entah kenapa dirinya tidak berminat dengan lelaki, padahal lelaki yang menyukai dirinya bisa di bilang nggak jelek.
Satu sekolah pernah mengira jika Naren dan Elcha pacaran, mereka hanya tertawa mendengar rumor lucu itu, karena menurut Naren dan Elcha mereka tidak akan bisa pacaran juga. Karena daya tarik Elcha tidak senormal cewe biasanya sedangkan Naren dia lebih menyukai cewe yang pendiam tidak banyak tingkah.
Elcha Azellia Aroha putri semata wayang Echa dan Helsya (17)
Naren Bramasta anak angkat Meara Bramasta dan Isabella (17)
Arabella Bramasta anak kandung Meara dan Isabella (9 th)
(maaf klo banyak yang salah namanya lupa)
Apakah Elcha akan seperti kedua orang tuanya? seperti iya, author nya juga kurang paham mau bikin alur cerita nya gimana. kemungkinan ada bagian yang belok dan lurus juga author bikin S2 biar ga pada ngerengek minta terus
°°°
Suatu hari di hari Sabtu mereka libur, Elcha yang di rumah sedang bersantai bersama Echa dan Helsya seperti keluarga yang biasa namun sedikit berbeda sajaa karena tidak ada lelaki di keluarga mereka
Elcha duduk di ruang tamu sedang menonton film di Netflix sedangkan Echa seperti biasa sebagai ibu rumah tangga dirinya membersihkan rumah, jika Helsya? tidak usah di tanya lagi dirinya bekerja untuk keluarganya
yang baca: bukan bersantai sama keluarga dong kak kalau Helsya nya kerja
aku : ya suka suka aku lah yang pentingkan ada Echa nya 😇
Setelah film habis Elcha menghampiri Echa
"ma" panggil Elcha , Echa pun memutar badannya. Sungguh Echa yang dulu selalu on point tentang penampilan kini sekarang hanya nyaman menggunakan daster dan rambutnya di ikat sembarang
"kenapa sayang?" sahut Echa dengan senyum nya, Elcha mendekati "mama masalah gak? kalau aku...suka sama kaya mama?" Echa sedikit bingung apa yang anak nya bicarakan
"maaf sayang? gimana? mama kurang paham" tanya Echa lagi untuk memastikan
"aku suka perempuan ma..." jelas Elcha, bukan marah namun Echa tersenyum memegang erat tangan anak perempuan nya
Mengelus elus tangan lembut anaknya "Elcha..kamu udah besar, kamu pasti tau mana yang baik mana yang buruk dan satu lagi...mama ga masalah in kamu sama siapa aja, asalkan kalian saling mencintai. Mama dukung apapun yang Elcha lakuin" mereka berdua tersenyum lalu saling memeluk, Elcha kira dirinya akan di marahi oleh mamanya
suara ketukan pintu dari ruang tamu Elcha membukakan pintunya ternyata Helsya sudah pulang "loh,mom? kok dah pulang?" tanya Elcha dengan suara lirihnya
"shut...hari ini ulang tahun mama, sekarang momy lagi siapin hadiah kamu bantuin momy ya?" kata Helsya
Elcha mengangguk paham "siapa sayang?" tanya Echa dari dapur, namun Elcha tidak menjawab saat Echa ke ruang tamu kenapa menjadi gelap padahal barusan saja dirinya menyalahkan lampu karena sudah menjelang sore
Echa menyalakan lampu lalu memutar badannya melihat Helsya memegang sebuah bucket bunga dengan uang sekita 5 juta di selipkan di bunga bunga tersebut, cake strawberry kesukaan Echa
air matanya lolos turun "el? kamu..." Echa tidak bisa berkata kata ternyata Helsya masih mengingat hari ulangtahun nya karena tahun kemarin Helsya sibuk di luar negeri hingga lupa mengucapkan padahal dirinya sudah menyiapkan segalanya
Helsya maju memasangkan kalung mas berlapis berlian ke leher Echa "selamat ulangtahun sayang, kamu masih tetap cantik seperti dulu" mencium pipi Echa dengan tangan Helsya yang melingkari pinggang Echa
"MAMA HAPPY BIRTHDAY" tidak mau kalah padahal tadi Elcha lupa untung saja di ingatkan Helsya, 5 hari sebelum ulangtahun mama nya Elcha sudah membelikan gaun cantik bewarna biru muda yang seperti cocok di gunakan Mama nya yaitu Echa
"ini hadiah dari anak mama tersayang" memberikan kotak hadiah tersebut ke Echa
Echa menerima hadiah tersebut dengan senyumnya yang indah, saat di buka benar saja Echa terharu sudah lama dirinya tidak memakai gaun , dress, ataupun baju yang terbuka semenjak anaknya mulai sekolah SD hingga sekarang
"terimakasih buat kalian berdua, i love you so much" Echa menangis bahagia dengan pelukan Helsya dan Elcha
•••
Di kediaman rumah Isabella dan Ara
mereka sedang berkumpul bersama di suatu ruangan keluarga, Naren membantu Isabella untuk melipat baju sedangkan Bella dan Ara sedangkan bermain bersama
"mami, kenapa aku ga ada ayah?" pertanyaan Bella membuat Ara , Isabella, Naren terkejut
"kamu kenapa nanya gitu?" tanya Naren
"karena aku selalu di bully keluarga bella ga normal" bella mengucapkan dengan mata yang berkaca kaca
Ara memeluk anak bungsunya dengan penuh kasih sayang "hey hey, cantik lihat mami" anak itu melihat Ara dengan air matanya yang masih menetes deras
"sini mami jelaskan, semua keluarga itu normal sayang cuman ada yang sedikit istimewa seperti keluarga kita"
"jadi bella jangan nangis kaya gini, disini ada kak Naren, ada bunda Isabella bundanya bella, juga disini ada mami. Mami di keluarga ini bisa anggap ayah atau kepala keluarga sayang" jelas Helsya dengan sabar
Anak bungsunya masih belum paham "tidak apa kalau bella belum paham, seiring waktu bakal paham kok mami yakin dan sekarang bella jangan dengerin orang yang bilangin kaya gitu okey?" anak bungsunya mengangguk paham
"sini sama kakak main nya kayanya bunda sama mami mau bicara berdua" kata Naren , bella mengangguk berjalan ke arah kakanya
Saat tinggal mereka berdua di dalam ruangan tersebut mereka mendekat "harusnya kamu ga jawab yang tadi Bella tanya"
"kenapa? cepat atau lambat dia pasti tau" kata Ara
"aku gamau aja Ra kalau anak kita sama kaya kita nanti, tapi itu juga tergantung Bella nanti dia bagaimana" ucap Isabella
Ara memeluk Isabella dengan kuat "udah gausa di pikirin mending kita....."
HAYOOO, KENAPA AKSKSKDJJD
SENENG GA SENENG GA??? KAYANYA EXTRA PART AJA SI
jangan lupa vote nya sama komen banyak banyakk!!
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjodohan Sejenis [GXG] Area
General Fiction⚠️ CERITA INI MENGANDUNG 21+ ⚠️ kepo sama cerita nya ? ya baca lah Author kg bisa prolog
![Perjodohan Sejenis [GXG] Area](https://img.wattpad.com/cover/330777984-64-k449836.jpg)