S2 part 15

401 22 4
                                        

TOLONG BIASAKAN VOTE TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA!! ENJOI!
______________________________________

Udara di London kini bersalju lebat cuacanya yang dingin hingga menusuk tulang, jacket berbulu khusus musim dingin tetap menembus. Venus duduk di kursi umum menatap salju yang terus menerus turun matanya terlihat kosong tidak ada harapan didalam dirinya.

Tangan besar itu menyentuh bahu Venus "Masih ada Elcha di hati mu?" tanya Agra. Venus tentu mengangguk namun tipis, air matanya perlahan turun membasahi pipi lembutnya.

Mulutnya mulai terbuka seperti ingin mengajak sesuatu yang begitu berat ingin di ucapkan "Gue kangen. tolong..." ucapnya terpatah patah dan suara itu hampir tidak terdengar.

"Gue cuman mau bahagia gra, gue juga udah patuh sama kedua orang tua gue selama ini. Gue kurang apa buat mereka gra?" katanya dengan badannya bergetar, Agra terdiam mendengarkan perkataan yang selalu di ucapkan Venus terus menerus.

Keduanya sunyi hanya memandang salju yang turun semakin lebat, air mata Venus terus turun. Orang orang berlalu lalang melewati mereka berdua, Venus memandang jejak tapak sepatu yang ada di salju.

"Ayo" ucap lelaki itu. Venus terdiam menoleh ke arahnya, alisnya berkerut bingung.

Agra membenarkan rambut Venus yang kini berantakan akibat angin yang kencang "kamu merindukannya bukan? ayo" katanya meyakinkan. Sudut bibir Venus tersenyum ada harapan untuk kembali dengan kekasihnya.

Wanita itu mengangguk yakin "kapan kita berangkat?" tanya Venus, lelaki itu terdiam berfikir sekejap "gimana kalau Kamis?" jawab Agra.

Venus mengangguk semangat "Kamis ini bukan?" Agra mengangguk mengiyakan yang di tanyakan Venus.

•••

Diruang tamu yang sepi Elcha duduk memainkan ponselnya membaca pesan pesan lamanya bersama Venus, air mata- Nya jatuh rindunya tak bisa di tahan lagi, Naren mengelus punggung perempuan itu dengan halus.

"Udah cha jangan nangis mulu, liat mata lo sembab gitu gilak" kata Naren. Elcha menutup ponselnya lalu meletakkannya di meja "gue cuman kangen Venus ren" ucapnya lirih.

Laki laki itu menghembuskan nafasnya "iya gue tau cha tapi jangan terlalu larut, lu nangis doang engga ada gunanya coba lu pikir deh lu nangis disini dia nangisin lu engga di sana?" tanya Naren membuat perempuan itu berfikir.

"Gue yakin dia juga nangisin gue disana." ucapnya yakin, Naren hanya memutar bola matanya. Ponsel Naren bergetar ia langsung melihat siapa yang menelfonnya, 'my princess' ya betul kekasih Naren.

Naren berdiri lalu berdehem "sebentar ya cha, cewe gue nelfon" katanya lalu berdiri menjauh dari Elcha.

Wajah julit dan bibir memicir mengikuti kata Naren "bacot, bodo ah gue mau mandi aja" dia berdiri, berjalan menuju kamar nya untuk mengambil handuk dan peralatan mandi- Nya.

Naren sudah cukup lama berbicara di telfon bersama kekasihnya kini kembali ke ruang tamu, matanya mencari keberadaan Elcha yang tak ada di ruang tamu.

"LU DIMANA MONYET?!" teriak Naren bergema di ruang tamu berdengung hingga kamar mandi, Elcha yang mendengar itu menarik nafas panjang.

Elcha melanjutkan mandi nya namun Naren tak berhenti memanggil "MANDI GUE COK" jawab nya dari kamar mandi, Naren mendengar itu langsung terdiam kembali keruang tamu lalu merebahkan dirinya di sofa.

Malam itu hujan turun deras membasahi kota kecil tempat Elcha tinggal. Langit tampak gelap, sesekali suara petir terdengar samar dari kejauhan. Udara dingin masuk lewat celah jendela ruang tamu yang sedikit terbuka.

Perjodohan Sejenis [GXG] AreaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang