UTAMAKAN VOTE TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA!
ENJOI!
______________________________________
Pagi itu kelas sudah penuh ketika Elcha dan Venus masuk. Suara bisik-bisik langsung naik begitu mereka melangkah ke dalam. Semua mata otomatis mengikuti mereka.
“Gila, liat deh. Venus jalan sama Elcha.”
“Lo yakin? Mereka beneran pacaran?”
“Kasian banget Ven, cantik-cantik belok gara-gara Elcha.”
Elcha bisa ngerasa pipinya panas. Dia narik napas, pura-pura gak denger, lalu duduk di kursinya. Venus narik kursi sebelah Elcha dengan santai, duduk tanpa banyak omong. Sikapnya dingin tapi jelas, kayak sengaja nunjukin kalau dia gak malu.
Bisik-bisik gak berhenti. Ada yang ketawa kecil, ada yang sengaja nyeletuk kenceng biar kedengeran.
“Eh, liat deh. Pantesan Elcha jarang deket cowok. Ternyata ini alesannya.”
“Halah, gue yakin Elcha yang godain Venus.”
Elcha menggigit bibir, tangannya gemetar di bawah meja. Matanya mulai berkaca-kaca tapi dia tahan.
Venus liat itu. Dia berdiri, langkahnya pelan tapi bikin kelas langsung hening. Tangannya bertumpu di meja, tubuhnya condong ke depan.
“Gue denger semuanya,” suaranya rendah tapi jelas. “Lo semua pikir Elcha yang bikin gue begini?”
Kelas mendadak senyap. Beberapa anak saling pandang.
Venus menggeleng pelan, senyum tipis tapi tajam. “Lo salah. Gue yang nembak dia. Gue yang milih dia. Jadi kalo lo semua mau nyalahin, nyalahin gue. Jangan bikin dia ngerasa kotor cuma karena dia jujur soal siapa yang dia sayang.”
Ada yang nyeletuk dari belakang, setengah ketakutan. “Tapi… lo kan bisa aja balik normal lagi.”
Venus langsung nengok ke belakang. “Gue gak pernah salah sama siapa gue jatuh cinta. Lo pikir gue cuma main-main? Enggak. Gue serius sama dia.”
Elcha gak tahan lagi, akhirnya nyeka matanya cepat-cepat. Venus langsung duduk lagi, narik kursi lebih deket ke Elcha. Tangannya nyentuh punggung Elcha, lembut banget. “Lo gak sendirian, Cha. Gue di sini.”
Kelas jadi canggung. Guru masuk beberapa menit kemudian, dan semua buru-buru pura-pura sibuk buka buku. Tapi suasana tegang itu gak hilang.
Naren dari bangku belakang cuma senyum tipis, matanya sempet ketemu mata Venus. Ada kode yang gak diucap kayak bilang good job sebelum dia balik fokus ke bukunya.
•••
Jam istirahat kedua, kantin mulai sepi. Elcha pamit sebentar ke kamar mandi, sementara Venus dan Naren masih duduk di meja kantin ngobrol santai.
Di kamar mandi, Elcha berdiri di depan cermin. Air dingin mengalir di tangannya, dia membasuh wajah pelan. Baru saja ingin menarik napas lega, suara tawa kecil dari bilik sebelah bikin tubuhnya kaku.
“Lo liat gak tadi Venus? Gila sih, cakep banget.”
“Iya, tapi sayang banget ya, udah kebawa-bawa sama Elcha.”
Suara mereka pelan tapi jelas.
“Pantes aja Elcha jarang deket sama cowok. Ternyata dia suka cewek juga. Jijik gak sih?”
“Gue jijik banget sumpah. Harusnya Venus sama cowok keren, bukan sama dia. Venus kan anak orang kaya, normal lagi.”
“Gue denger katanya Elcha yang nembak duluan. Gila maksa banget ya. Kalo gue jadi Venus sih udah muntah.”
Tawa keduanya pecah lagi, lebih keras.
Elcha menunduk, air di tangannya menetes ke wastafel. Giginya menggertak, dadanya sesak.
Bunyi pintu bilik terbuka. Dua cewek itu keluar dan berdiri di depan cermin, belum sadar kalau Elcha ada di ujung wastafel.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjodohan Sejenis [GXG] Area
General Fiction⚠️ CERITA INI MENGANDUNG 21+ ⚠️ kepo sama cerita nya ? ya baca lah Author kg bisa prolog
![Perjodohan Sejenis [GXG] Area](https://img.wattpad.com/cover/330777984-64-k449836.jpg)