hari kemudian, Echa akhirnya sadar. Posisinya berubah dari tidur jadi duduk perlahan. Matanya menatap Helsya yang tertidur di sampingnya, tangan wanita itu masih menempel lembut di pipinya.
"Sorry, El... gara-gara gw, lu jadi repot jagain gw..." kata Echa sambil menitikkan air mata.
"Ughh... udah sadar, sayang," jawab Helsya sambil memeluknya erat.
"Udah, El... emm, aku mau-" Echa terpotong.
"Mau apa? Makan? Atau bilang?" tanya Helsya sambil tersenyum lembut.
"Mau... pipis...." Echa langsung bilang polos.
"Oalaa... dari tadi nggak bilang-bilang," Helsya menahan tawa sambil perlahan membantu Echa turun dari kasur.
Empat hari berlalu, Echa sudah boleh pulang. Sesampainya di rumah, ia langsung menjatuhkan diri ke kasur.
"Wahhh... miss you, kasur!" serunya sambil guling-guling tak karuan.
"Ganti baju dulu, sayang," kata Helsya sambil tersenyum melihat tingkah Echa.
"Sayanggg..." wajah Echa terlihat seperti anak kecil.