5

23.5K 444 17
                                        

hari kemudian, Echa akhirnya sadar. Posisinya berubah dari tidur jadi duduk perlahan. Matanya menatap Helsya yang tertidur di sampingnya, tangan wanita itu masih menempel lembut di pipinya.

"Sorry, El... gara-gara gw, lu jadi repot jagain gw..." kata Echa sambil menitikkan air mata.

"Ughh... udah sadar, sayang," jawab Helsya sambil memeluknya erat.

"Udah, El... emm, aku mau-" Echa terpotong.

"Mau apa? Makan? Atau bilang?" tanya Helsya sambil tersenyum lembut.

"Mau... pipis...." Echa langsung bilang polos.

"Oalaa... dari tadi nggak bilang-bilang," Helsya menahan tawa sambil perlahan membantu Echa turun dari kasur.

Empat hari berlalu, Echa sudah boleh pulang. Sesampainya di rumah, ia langsung menjatuhkan diri ke kasur.

"Wahhh... miss you, kasur!" serunya sambil guling-guling tak karuan.

"Ganti baju dulu, sayang," kata Helsya sambil tersenyum melihat tingkah Echa.

"Sayanggg..." wajah Echa terlihat seperti anak kecil.

"Kenapa?" tanya Helsya sambil menghelai rambutnya.

"Sini deh, aku bisikin," Echa mendekat ke telinga Helsya.

"Mommy, aku merindukanmu, mhppm," goda Echa sambil mengarah ke pipi Helsya.

"Kamu yang mulai duluan, sayang," jawab Helsya sambil tersenyum, menatapnya penuh kasih.

Pagi harinya, Echa membuka mata dan tersenyum lemah.

"Morning, bbe," ucap Echa sambil mencium bibir Helsya sebentar.

"Ya sayang, udah pagi ya?" suara Helsya masih berat karena baru bangun tidur.

"Aku mau ijin dulu aja, km berangkat gih," kata Echa.

"Ga mauu, mau sama kamu," jawab Helsya sambil memeluk Echa erat, seperti anak kecil yang manja.

Mereka pun sepakat untuk ijin sehari dan jalan-jalan.

"Sayang, jalan-jalan yuk," bujuk Echa.

"Ya, boleh... km siap-siap dulu sana," jawab Helsya lembut.

"Kalau ini gimana, El?" Echa menunjuk sesuatu sambil senyum nakal

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kalau ini gimana, El?" Echa menunjuk sesuatu sambil senyum nakal.

Helsya hanya bengong sebentar.
"Sayang!" teriak Echa.

"Ah iya, bagus... perfect girl," tersenyum Helsya sambil menepuk pipi Echa.

"Beneran? Wahh, oke!" Echa mencium pipi Helsya lagi, wajahnya ceria tapi hati masih deg-degan.

Sesampainya di taman, Helsya tiba-tiba merasa kebelet dan panik. Ia mencari toilet.

"Sayang, pegang aku... kebelet nih," ucap Helsya dengan panik.

"Ha? Iya," jawab Echa sambil menahan tawa.

Sepuluh menit kemudian...

"SAYANG, KAMU DI MANA?!" teriak Helsya panik.

Tiba-tiba ponsel Helsya bergetar. Layar menyala, menampilkan pesan dari nomor tak dikenal:

"Ingin cewe mu kembali? Datang ke tempat kami."
(terlampir lokasi)


Apa yang akan terjadi kepada acha ?
simak terus cerita nya yaa
maaf klo cerita nya ga nyambung
klo ada yg slh komen aja gpp bisa buat aku bljr lagii

Perjodohan Sejenis [GXG] AreaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang