S2 part 1

2.1K 26 0
                                        

UTAMAKAN VOTE TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA!
ENJOI!
______________________________________

"Venus…"

Elcha memanggil pelan. Venus menoleh dari dapur kecil apartemennya, membawa teh hangat di tangannya.

"Ya, sayang."
Ia meletakkan cangkir itu di meja, lalu mendekat. Tangannya mendarat lembut di bahu Elcha, membuat gadis itu menoleh dengan senyum kecil.

"Aku takut," ucap Elcha pelan.

Venus duduk di sampingnya. "Takut kenapa?"

"Takut mama sama momy marah kalau tahu aku pacaran sama kamu."

Venus menggenggam tangan Elcha erat. "Cha, kita gak salah. Cinta kita gak salah. Kalau mereka sayang sama kamu, mereka pasti akan nerima. Dan aku siap ketemu mereka, kalau kamu siap."

Elcha mengangguk pelan. "Aku siap. Aku gak mau sembunyi lagi."

Venus tersenyum, lalu mencium keningnya. "Aku bangga sama kamu."

•••

Malam itu di rumah, Elcha akhirnya memberanikan diri bicara.
"Ma…" panggilnya.

Echa menoleh dari sofa. "Iya sayang?"

"Aku besok mau ajak seseorang ke rumah. Aku pengen mama sama momy kenal dia."

Echa tersenyum lembut. "Tentu saja boleh. Mama senang kalau kamu mau ngenalin temen."

Helsya yang baru pulang masuk ke ruang tamu. "Temen yang mana?" tanyanya sambil melepas jas kerjanya.

Elcha menelan ludah. "Mom… dia pacar aku."

Suasana jadi hening. Echa menatap Helsya, menunggu reaksinya.

"Pacar?" tanya Helsya, suaranya datar.

Elcha mengangguk. "Namanya Venus."

Helsya tak langsung menjawab. Dia hanya duduk, menatap lantai, pikirannya melayang jauh. Terlalu jauh — sampai ke masa mudanya bersama Echa, saat mereka berdua jatuh cinta, saling menyembunyikan hubungan, lalu harus menghadapi cemooh orang lain. Helsya masih ingat rasa sakit itu.

Echa mendekat, menyentuh bahu pasangannya. "Sayang?" bisiknya.

Helsya menghela napas berat. "Cha, momy izinkan kamu bawa dia besok. Tapi kamu harus janji… kamu siap kalau suatu hari hubungan ini bikin kamu sakit?"

Elcha mengangguk pelan. "Aku siap, Mom."

Helsya hanya tersenyum tipis, tapi hatinya bergejolak. Ia takut. Takut anaknya merasakan luka yang sama seperti yang ia rasakan dulu — ketika ia dan Echa hampir hancur karena dunia tak menerima mereka.

•••

Keesokan harinya, Elcha membawa Venus ke rumah.
Venus mengenakan kemeja putih sederhana, rambutnya disisir rapi. Echa menyambut dengan ramah, mengajaknya duduk.

Helsya hanya mengamati dengan tatapan tajam tapi tidak marah.
"Jadi kamu pacarnya Elcha?" tanyanya.

"Iya, Tante," jawab Venus mantap. "Saya sayang sama Elcha. Saya janji akan jaga dia."

Ada keheningan sejenak sebelum Helsya mengangguk.
"Baik. Momy akan percaya sama kalian. Tapi ingat, kalian harus tanggung jawab. Sekolah tetap nomor satu."

Elcha tersenyum lega, memeluk mamanya, lalu memeluk Helsya yang akhirnya mengelus kepala anaknya.
Tapi di balik senyumnya, Helsya masih menyimpan rasa takut — takut sejarah terulang, takut Elcha merasakan perih yang sama.

Perjodohan Sejenis [GXG] AreaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang