Chapter 26 : Marriage, Relationship, And Kiss, Be Happy Ever After
Hari pertama di tahun baru, berdiri di dermaga sambil memeluk jubahnya. Langit terlihat biru, matahari bersinar, tapi angin dingin bertiup dari sungai membuatnya mengigil sampai ke luar.
Dia sekarang berada di jalan hidupnya, apa pun yang terjadi. Dan, berdua mereka menikmati hembusan angin.
- Ever My Love
Gretchen Craig
2 MINGGU KEMUDIAN
Aku melihat Winter yang gugup.
Dia akan menikah sekarang. Di Alaska.
"Hey... Ada yang gugup disini."ucap Lily menggoda Winter.
"Lill, Jangan godain dia, kasian..." Gwen yang sedang memakai lipgloss melihat Lily kesal.
"Iya... Jangan..." aku mendekati Winter dan merapikan rambutnya.
"Kau ini seperti kakakmu."ucap Mundane yang mengatur rambut Bree.
"Ya. Persis seperti kakakmu." Bree membenarkan.
"Aku terlalu gugup, kak."ucap Winter padaku.
"Aku juga pernah begitu."jawabku menenangkan. "Tapi ini hari kau bebas. Kau harus senang."
"Tapi bagaimana ini?"tanya Winter. "Gaunku terlalu panjang, sepatuku terlalu tinggi... Aku susah bergerak..."
"Ini belum seberapa. Nanti kalau kau sudah menikah dengan Henry. Kau akan lebih susah bergerak." Aku dengan jahil membisiki Winter.
Dapat kudengar suara Lily tertawa. "Apa?"tanya Winter jengkel pada bocah perempuan kecil itu.
"Tidak."jawab Lily santai.
"Kakakmu benar, Wint."ucap Elsa.
"Nanti akan lebih susah, karena kalian tidak pernah latihan."lanjut Anna.
"Maksudnya apa?"tanya Winter bingung padaku.
"Nanti saja. Kau akan tau nanti."jawabku ingin membuatnya penasaran.
"Apa sudah selesai?"tanya Alizzi yang ada dipintu depan.
"Sudah waktunya?"tanya Winter gugup.
Alba, Alma, Gwen, dan Lily melihatku dengan pandangan meledek. "Dengar, Wint. Tidak ada yang perlu kau takutkan. Henry tidak akan memakanmu."ucap Alma.
"Tidak. Sampai malam pertama."lanjut Lily yang di balas pandangan marah dariku. Lily segera terdiam dan berpura pura membenarkan gaunnya.
Aku membantu Winter berdiri. "Kau akan baik baik saja. Aku tau kau mau bebas dari semua laranganku. Jadi, nikmati saja pernikahanmu." Aku menenangkan Winter.
"Okay."jawab Winter.
"Tapi jangan sampai hamil sebelum umurmu 20 tahun."bisikku sambil mengantar Winter keluar ruangan ini ke tempat pernikahan.
Aku, Bree, Gwen, Lily, Anna, Elsa, Alma, Alba memakai gaun yang sama tapi berbeda ukuran. Mereka berbaris sejajar.
Aku duduk disebelah Dennis. "Adikmu benar benar gugup."ucap Dennis. Aku hanya tertawa pelan.
Aku melihat Henry berbisik pada Winter.
Acara selanjutnya hanya pertanyaan bersedia atau tidak. Dan yang pasti Winter dan yang lain menjawab bersedia. Lalu berciuman seperti biasanya. Tapi aku tau Winter terlalu malu untuk berciuman di depan banyak orang.
Acara selanjutnya resepsi. Winter dan Henry menemui Clence Aderia, pengasuhnya dulu di panti asuhan dan teman temannya - yang rata rata anak anak umur sd, pastinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Wine Part 2 (SOHL #3)
RomanceHAPPILY EVER AFTER Hal yang kuinginkan selama ini.
