Chapter Three : Dream That I'm A Killer

72 7 0
                                        

Chapter Three : Dream That I'm A Killer

Aku entah berada dimana sekarang ini. Tapi kurasa aku sedang bermimpi dan tidak bisa kembali.
Karena aku melihat diriku sendiri.

Dor dor dor!!!

Suara itu adalah akhir hidupku.

Aku membuka mata. Tidak ada seorangpun yang kulihat, hanya ada bau darah. Pasti ini karena aku sudah mati. Memang mudah rasanya jadi orang mati. Karena tidak ada lagi kesusahan, ketakutan, kehilangan dan lainnya.

Aku melihat sekeliling. Ada banyak darah di lantai. Ini tempat dimana aku bangun.

Ada banyak mayat. Dan salah satunya Lark.

Lalu ada seorang pria muda berambut pirang maju mendekati Luke, yang tak lain adalah Killian. Luke terlihat kaget dengan adanya Killian.

"Jadi kau penyelamat mereka?"tanya Killian.

"Apa tidak cukup membunuh orang tuanya saja?"tanya Luke.

"Tidak. Dia juga harus rasakan bagaimana hidup tanpa orang tua yang lengkap."jawab Killian.

Aku melihat keluarga Albertnathy dan Mundane yang sedang diikat. Tidak ada para pengawal disana. Aku melihat Clay berusaha mengambil sebuah pisau dengan kakinya. Aku hanya memalingkan pandanganku dan membuat wajah datar tanpa emosi agar Killian tidak curiga.

"Dia trauma?"tanya Killian sambil melihatku.

Aku hanya balas melihat Killian datar.

"Kau terlihat seperti zombie, kau tau?"tanya Killian padaku.

Aku hanya terdiam.

Aku melihat Clay yang sekarang sudah terbebas dari tali yang tadi mengikat dirinya. Begitu pula dengan yang lain. Killian menoleh ke belakang.

"What?"tanyanya bingung.

Killian mengambil sebuah pistol dan mau menembak Clay. Tapi aku malah dengan ceroboh mengambil pistol milik Luke dan menembak kaki Killian. Dan mengambil pistol Killian sebelum sempat dia menarik pelatuknya dan menembak Clay.

Killian terjatuh.

"Kau benar benar pembunuh!!"ucap Killian.

Aku langsung melemas.

Rasanya kakiku tidak bisa menopang tubuhku lagi. Aku pembunuh!!!

Seseorang menangkapku.
Aku benar benar tidak kuat lagi.

Aku tidak punya lagi kekuatan untuk berdiri sendiri. Aku benar benar tidak kuat hidup lagi...

Aku? Pembunuh???

Apa yang kulakukan.

***********

"Hey..." Dennis menyahutiku.

Aku terbangun akhirnya dari mimpi gila itu. Dennis memelukku dengan khawatir. Aku menoleh padanya.

"Kau mimpi apa?"tanya Dennis.

"Dream that i'm a killer."jawabku sambil memutar lagi adegan saat Killian berkata aku pembunuh.

"Sudah itu sudah berlalu, sayang." Dennis menenangkanku.

"Aku tau... Cuma aneh saja... Akhir akhir ini aku sering mimpi seperti itu."jawabku.

"Sudahlah... Panggil adikmu sana." Dennis menyarankan. "Dia ada dirumah pohonnnya."

"Ya."aku berjalan ke telpon antar rumah.

#ToBeCountinued

Date : 16 Mei 2015

Wine Part 2 (SOHL #3)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang