Chapter 28

280 45 53
                                    

Yn tampak gugup ketika Seokjin menyuapkan bubur ke dalam mulutnya, sebab di sana juga ada Yoongi yang tengah menatap tak suka ke arahnya dan juga Seokjin.

"Biar aku saja." Ucap Yn pada Seokjin ketika pria itu hendak menyuapinya lagi

Seokjin menggeleng sembari tersenyum lembut. "Tak apa, biar aku saja. Kamu makan yang banyak ya, biar cepat sembuh." Balasnya, kembali menyuapi Yn yang tengah melirik ke arah Yoongi

Yoongi menatap Yn dengan raut wajah datar, namun tidak dengan hatinya. Ia cemburu melihat gadis yang dicintainya tengah bermesraan dengan Seokjin. Harusnya ia lah yang menyuapi Yn, bukan orang itu.

"Mau kemana?" Tanya Hoseok yang juga ada di sana

Yoongi yang tadinya hendak pergi dari kamar Yn, lantas berbalik ke arah temannya itu. "Keluar. Kau tetaplah di sini, jaga adikmu. Jangan sampai orang itu berbuat yang aneh-aneh padanya." Jawabnya, menepuk bahu Hoseok lalu berbalik pergi dari kamar Yn

Setelahnya, Hoseok pun menoleh ke arah Seokjin yang tengah menyuapi adiknya itu. "Sini, biar aku saja." Ucapnya, merebut mangkuk bubur dari tangan Seokjin

Seokjin mengangguk, bangkit dari tepi ranjang Yn lalu berdiri di belakang Hoseok yang telah mengambil alih aktivitasnya—menyuapi bubur pada Yn.

.

Yoongi duduk di sofa luar kamar Yn. Menghela napas panjang sembari mengusap wajahnya kasar. Yoongi pusing memikirkan hubungan dengan Yn, sebab gadis itu mengatakan padanya bahwa ia sudah terlambat untuk kembali padanya.

"Apa yang harus aku lakukan? Aku sungguh sangat mencintaimu, Jung Yn. Aku tak bisa membiarkan orang lain memilikimu sepenuhnya. Tak bisa." Lirih Yoongi sembari bersandar di punggung sofa dengan wajah yang mendongak—menatap langit-langit rumah tersebut

.

Di balkon kamarnya, Jungkook mendengus kesal tak kala melihat mobil Seokjin terparkir di depan rumah sang mantan kekasih—Jung Yn.

Walau pun Jungkook sudah bertekad untuk melepaskan dan melupakan Yn, tapi tetap saja hatinya tak mampu melakukan itu, sebab dirinya sudah sangat mencintai Yn hingga merelakannya sangatlah sulit.

Tak tahan dengan rasa cemburu yang membuncah di hatinya, Jungkook pun masuk ke dalam kamarnya, keluar dari sana dan berlalu ke arah dapurnya—dimana sang ibu berada.

"Ma." Panggil Jungkook, mendekati sang ibu yang tengah asik membuat kue mentega

"Ya, ada apa?" Tanya ibu Jungkook tanpa menoleh ke arah sang anak yang sudah berdiri di sampingnya

"Ma." Panggil Jungkook dengan manja sembari memeluk sang ibu dan menumpukan dagunya di pundak ibunya itu

"Ya." Balas ibunya lagi sembari tersenyum kecil

Bagaimana wanita paruh baya itu tak tersenyum kecil? Ia merasa lucu dengan anaknya yang sudah dewasa tapi masih bersikap semanja itu padanya.

"Jungkook bingung." Ucap Jungkook, masih memeluk sang ibu dengan dagu yang bertumpu padanya

"Bingung kenapa?" Tanya ibu Jungkook dengan aktivitas yang sama

Jungkook memasang muka masam sembari mendengus kesal. "Jungkook cemburu dengan Yn."

"Kenapa? Karena Yn sudah punya pacar kaya raya. Kamu cemburu karena bukan kamu yang ada di posisi orang itu?" Tanya ibunya dan Jungkook hanya bisa mengangguk mengiyakannya

Ibu Jungkook mengembuskan napasnya lembut lalu berbalik menatap sang anak yang sudah berdiri tegak di hadapannya. "Kalau begitu, bekerjalah yang rajin dan benar agar Yn mau memandang kamu. Kalau kamu beruntung, Yn bisa menyukaimu juga."

I Have Four BoyfriendTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang