15

3.5K 327 18
                                        




.


.


.


Chenle menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa tunggu di samping meja transaksi. Ia tidak menghitung sudah berapa lama mereka menunggu di toko ini, yang pasti pantatnya sudah terasa kebas akibat duduk terlalu lama.

Tak lama, pintu di sebelah mereka terbuka menampakkan pelayan toko yang menyambut mereka datang tengah menghampiri ke arah mereka dengan sebuah kotak beludru berukuran sedang.

"Ini kalung pesanan anda nona."

Pelayan itu menyerahkan kotak itu pada Chenle yang diterima baik olehnya. Ia menoleh sejenak ke arah Jisung yang sedang berdiri menanyakan berapa harga yang harus dibayarnya atas kalung itu.

Dengan rasa penasaran, Chenle membuka kotak itu. Ia seketika terperangah melihat betapa cantiknya dua kalung dengan bandul batu Stragon yang terlihat mengkilap teterpa cahaya lampu etalase. Ditambah pernak-pernik berupa intan kecil berwarna putih di sekitaran batu merah itu, serta tali kalung berwarna emas memberikan kesan elegan dan mewah.

 Ditambah pernak-pernik berupa intan kecil berwarna putih di sekitaran batu merah itu, serta tali kalung berwarna emas memberikan kesan elegan dan mewah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Saking terkagumnya Chenle tidak menyadari jika Jisung sudah selesai transaksi tunai dengan pemilik toko. Vampir jangkung itu meraih salah satu kalung di kotak yang dipegang Chenle dan memakaikannya di leher pemuda itu dari belakang.

"Ah, sungguh pasangan kekasih yang romantis!"

Chenle langsung tersadar kala seruan sang pelayan toko terdengar lumayan nyaring di ruangan itu. Ia melihat Jisung mendengus seraya memindai penampilan kalung itu yang sudah melilit indah di leher Chenle.

"Tidak buruk juga. Kukira akan terlihat jelek jika yang memakainya seorang laki-laki."

Chenle menatap polos ke arah kalung di lehernya. Secara tidak langsung Jisung mengatakan kalung itu cocok dipakai olehnya.

Perlakuan Jisung seperti ini.. rasanya Chenle baru pertama kali melihat sang tuan berperilaku hangat padanya. Biasanya hanya aura suram dan tatapan dingin yang ia lihat sehari-hari.

Ia mendongak dan ingin mengucapkan terimakasih kepada tuannya yang mau repot-repot memakaikan kalung ini padanya. Tetapi tangannya keburu ditarik keluar dari toko itu, tak lupa pamit dan berterimakasih pada pemilik toko.

Kalung satunya Jisung kantongi, sementara ia menyuruh Chenle untuk menyembunyikan kalung itu di balik sweater yang dikenakan pemuda itu.

"Em, tuan. Terimakasih atas kalungnya. Aku tidak pernah berpikiran tuan akan menjadikan batu sakral ini sebagai liontin kalung."

Jisung hanya berdehem singkat sebagai jawaban. Namun ada sesuatu yang masih Chenle penasaran dengan tuannya itu.

"Tuan, maaf aku bertanya seperti ini. Tetapi aku masih bingung kenapa tuan memerintahkan aku untuk tidak dekat-dekat dengan kak Mark?"

Master! [JiChen]✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang