.
.
Mikaila duduk dibangku bersama ke 3 temannya sambil berbincang dengan bekal di pangkuan masing-masing, selain mereka yang duduk ada juga yang sedang bermain-main. Sekolah Mikail dan Mikaila sebenarnya sama namun pihak sekolah membedakan gedung sekolah laki-laki dan gedung sekolah perempuan.
Tidak berbeda jauh dengan yang dilakukan oleh Mikail, duduk bersama temannya di pinggir lapangan menyaksikan teman-teman yang lainnya main bola. Kadang Mikail ikut main kadang pula tidak seperti saat ini.
"Kai, Ayahmu pemilik BW yah?" tanya Yusuf teman Mikail.
"BW itu apa?" tanya Fahri
"Perusahaan, Aku tidak sengaja melihat di majalah bisnis milik papaku," jelas Yusuf.
"iya," jawab
"BW..BW..BW?" lirih Fahri dengan pose mengingat.
"Ada internet Fahri, daripada mikir keras kasian otakmu!" kata Yusuf.
"Oke nanti Aku cari. Jadi Kai bagaimana perasaanmu punya Ayah?. Tanya Fahri tersenyum memandang Mikail menunggu jawabannya.
"Biasa aja." Jawab Mikail dengan memandang teman-temannya yang main bola.
"Aiss, Kamu ini!!" jengkel Fahri, bukan jawaban yang seperti itu yang dia harapkan. Yusuf hanya tertawa.
"Punya ayah atau tidak Dia tetap anak haram!" Perkataan tersebut membuat ketiga anak-anak 8 tahunan itu berbalik menatap sumber suara.
Fahri yang ekspresif seketikan memperlihatkan wajah jengah dan malasnya kepada Keano dengan ke 3 teman-teman Keano yang sedang tertawa mengejek. Mikail hanya diam tidak peduli dan tidak menanggapi lalu berbalik menatap lapangan.
"Mau berantem nggak?" tantang Fahri. "Mulut doang yang berani, sekali pukul langsung nanges!" tambah Fahri yang berhasil memancing emosi Keano dan teman-temannya.
"Hentikan Fahri, ayo kita balik!" seru Mikail yang berdiri dengan memasukkan kedua tangannya di saku celananya.
"Liat siapa yang penakut? Temanmu itu mencoba lari," kata Keano melihat punggung Mikail yang menjauh darinya beberapa langkah. "Kenapa, masih belum menerima kalo ibumu pezina?"
"Oh dasar, dia memang tidak pernah belajar dari pengalaman orang lain," dumel Yusuf dalam hati. Sesaat sebelum Keano terjatuh karena pukulan Mikail.
"Keano!" seru teman-temannya saat melihat Keano yang sudah terjatuh di tanah, mereka juga tidak tinggal diam dan memukul balik Mikail dan yang lainnya memilih memukul Yusuf dan Fahri.
"Bodoh! mau pergi sekarang atau menunggu dari kalian ada yang patah?" Kata Fahri setelah menendang dada satu teman Keano hingga terjungkal kebelakang.
Selain Keano, masih ada beberapa siswa yang sering menganggu mereka, tapi mungkin kali ini Keano ketibang sial karena membuat Mikail kembali mengamuk setelah 4 bulan yang lalu Mikail berkelahi dengan anak kelas enam.
Mereka bertiga memang cukup terkenal di sekolah ini, tentu saja bukan karena saat ini -berkelahi. Tapi karena mereka siswa-siswa berprestasi, siapa yang tidak kenal Mikail, bahkan satpam dan pembersih sekolah mengenalnya. Tapi sisi gelap mereka ya seperti ini -kadang berubah jadi berandal.
Mendengar itu pun Keano dan kawan-kawan mundur. Karena mereka pikir ucapan Fahri bisa jadi benar. Setelah sempat menjadi sorotan kini mereka bertiga juga pergi untung saja tidak ada luka atau lecet di pakaiannya, waktu istirahan juga sudah hampir habis.

KAMU SEDANG MEMBACA
BACK TO YOU
RomanceCerita ini merupakan kelanjutan dari cerita Marriage Contract di akun alfa Alfatih (akun lama penulis). Menceritakan kisah dari kedua insan yang pernah dipaksa untuk bersatu dalam sebuah ikatan yang dibatasi waktunya oleh kedua keluarga. Namun di uj...